HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN TINGKAT SINDROMA PREMENSTRUASI PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA
PDF

Keywords

sindroma premenstruasi, stres, mahasiswi kedokteran

How to Cite

Ina Tuto, Y., Rambu Kareri, D., & Pakan, P. (2019). HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN TINGKAT SINDROMA PREMENSTRUASI PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA. Cendana Medical Journal (CMJ), 7(2), 185-192. Retrieved from http://ejurnal.undana.ac.id/CMJ/article/view/1785

Abstract

Sindroma premenstruasi adalah kumpulan gejala fisik, psikologis, dan emosi yang timbul 6-10 hari sebelum menstruasi. Sebagian besar wanita mengalami satu atau lebih gejala premenstruasi pada sebagian besar siklus menstruasinya. Sindroma premenstruasi dapat menjadi masalah karena dapat menimbulkan efek negatif pada aktivitas sehari-hari serta mengganggu fungsi pribadi dan sosial dari individu yang mengalami. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan sindroma premenstruasi adalah stres. Mahasiswa merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap stres. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan antara tingkat stres dengan tingkat sindroma premenstruasi pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana. Metode penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel penelitian adalah 100 orang, dengan teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Data yang digunakan adalah data primer yang diambil menggunakan kuisioner The Kessler Psychological Distress Scale dan Shortened Premenstrual Assessment Form. Analisis data yang digunakan adalah dengan uji statistik Spearman rho’. Hasil  penelitian ini dari 100 responden, didapatkan hasil: 30 responden (30%) tidak mengalami stres dan 70 responden (70%) mengalami stres yang terbagi menjadi 29 responden (29%) mengalami stres berat, 19 responden (19%) mengalami stres sedang, 22 responden (22%) mengalami stres ringan; 100 responden (100%) mengalami sindroma premenstruasi yang terbagi menjadi 54 responden (54%) mengalami sindroma premenstruasi ringan dan 46 responden (46%) mengalami sindroma premenstruasi sedang. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan yang bermakna dengan kekuatan korelasi kuat dan arah korelasi positif antara tingkat stres dengan tingkat sindroma premenstruasi pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana (p=0,000 dan r=0,632).

PDF

References

1. Ramadani M. PREMENSTRUAL SYNDROME ( PMS ). 2013;7(1):21–5.

2. Halbreich. Clinical Diagnostic Criteria for Premenstrual Syndrome and Guidelines for Their Quantification for Research Studies. 2007;23(3):123–30.

3. Safitri EKA. Hubungan antara Regulasi Emosi dengan Sindrom Premenstruasi pada Mahasiswi. 2016;

4. Abas N. Karakteristik Mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara yang mengalami Sindroma Premenstruasi dan Hubungannya dengan Pencapaian Nilai Akademis. 2013;

5. Mufida E. Faktor yang Meningkatkan Risiko Premenstrual Syndrome pada Mahasiswi. 2015;4(1):7–13.

6. Latifah S. Hubungan Stres dan Kebersihan Wajah terhadap Akne Vulgaris di Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. 2016;

7. Desty I. Hubungan antara Stres dengan Pola Menstruasi pada Mahasiswa D IV Kebidanan Jalur Reguler Universitas Sebelas Maret Surakarta. 2010;

8. Sutjiato M, Tucunan GDKAAT. Hubungan Faktor Internal dan Eksternal dengan Tingkat Stress pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. 2015;30–42.

9. Manoeroe S. Hubungan Tingkat Stres dengan Gangguan Siklus Menstruasi pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana. 2016;

10. Desi H. Hubungan Tingkat Stres dengan Tingkat Premenstrual Syndrome (PMS) pada Siswi SMK Cokroaminoto 1 Surakarta. 2016;

11. Hollingworth T. Diagnosis Banding dalam Obstetri dan Ginekologi. Jakarta: EGC; 2011.

12. Gollenberg A, Hediger M, Mumford S, Dkk. Perceived Stress and Severity of Perimenstrual Symptoms : The BioCycle Study. 2010;19(5).

13. Hovey K. Premenstrual syndrome and premenstrual dysphoric disorder: issues of quality of life, stress and exercise. Springer Science and Business Media LCC; 2010.

14. Vidianti I. Pengaruh Pemberian Coklat terhadap Gejala Premenstrual Syndrome pada Remaja Putri. 2014.

15. Kessler R, Andrews G, Colpe, Dkk. Short screening scales to monitor population prevalence and trends in non-spesific psychological distress. Psychol Med. 2002;

16. Andrews G, Slade T. Interpreting scores on the Kessler Psychological Distress Scale (K10). Aust N Z J Public Health. 2001;

17. Shortened Premenstrual Assessment Form. Applying Functional Medicine in Clinical Pratice; 6 p.

18. Gusti A. Hubungan Stres Psikologis terhadap Prevalensi Sindrom Pramenstruasi (PMS) pada Mahasiswi Semester I Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. 2013;

19. Dyrbye L, Thomas R, Shanaflet. Medical Student Distress: causes, consequences, and proposed solution. 2005;80(12):1613–2
Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Downloads

Download data is not yet available.