PENGARUH LATIHAN TARIAN JA’I (TRADISIONAL DANCE) TERHADAP KEBUGARAN FISIK MAHASISWA FK UNDANA
CMJ
PDF

Keywords

Kebugaran fisik, DMT, Tarian Ja’i, mahasiswa FK

How to Cite

Manafe, D., Rambu Kareri, D., & Br. Damanik, E. (2020). PENGARUH LATIHAN TARIAN JA’I (TRADISIONAL DANCE) TERHADAP KEBUGARAN FISIK MAHASISWA FK UNDANA. Cendana Medical Journal (CMJ), 8(1), 390-393. Retrieved from http://ejurnal.undana.ac.id/CMJ/article/view/2647

Abstract

Untuk menjalani sistem Kurikulum Berbasis Kompetensi di Fakultas Kedokteran diperlukan
mahasiswa yang memiliki kebugaran fisik yang baik. Kebugaran fisik melalui peningkatan
efesiensi kerja jantung dan peningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh. Aktivitas fisik
terbukti dapat meningkatakan kebugaran fisik. Jenis aktivitas fisik lain yang sedang
dikembangkan saat ini karena dapat meningkatkan kebugaran fisik adalah Dance Movement
Therapy (DMT). Salah satu jenis tarian tradisional yang sudah dikenal oleh masyarakat luas
adalah Tarian Ja’i. Tarian ini bisa dijadikan sebagai DMT sekaligus unsur aerobik karena
gerakan tarian tersebut melibatkan kelompok otot-otot besar di kepala/leher, tangan, dan kaki.
Tujuan penelitian ini untuk membuktikan adanya pengaruh Tarian Ja’i terhadap kebugaran
fisik mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana. Metode yang digunakan
pada jenis penelitian ini adalah randomized pre and post test controlled group design.
Tempat penelitian dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana. Waktu
penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus-Oktober 2019. Sampel penelitian adalah
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana yang memenuhi kriteria inklusi
dan eksklusi. Mahasiwa yang masuk kriteria inklusi kemudian menjalani tes kebugaran fisik
sebelum dan sesudah perlakuan tarian Ja’i selama 3 minggu, dengan lari pada lintasan 2,4 km
dan waktu tempuh dicatat berdasakan stop watch. Kelompok perlakuan diberi Tarian Ja’i
durasi + 30 menit dengan intensitas moderat sesuai dengan target kisaran heart rate 50-70%
berdasarkan metode Karvonen serta dalam rentang skala borg RPE 12-16. Tarian Ja’i
dilakukan selama 3x seminggu selama 3 minggu. Kelompok kontrol tidak diberikan latihan
khusus. Pelaksanaan latihan senam aerobik low impact selama 3 minggu dengan 9 kali
pertemuan. Analisa data menggunakan uji t-berpasangan (paired t-test). Hasil yang diperoleh
yaitu variabel waktu tempuh lari kelompok perlakuan Tarian Ja’i sebelum dan setelah
perlakuan menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna (p≤0,05). Pada variabel waktu
tempuh lari kelompok perlakuan Tarian Ja’i sebelum dan setelah perlakuan menunjukkan
adanya perbedaan bermakna dengan waktu tempuh tes lari 2,4 km dari rerata sebelum
perlakuan 21' 06" menjadi 18' 23" setelah tiga minggu perlakuan (p≤0,05). Sedangkan pada
variabel waktu tempuh lari kelompok kontrol sebelum dan setelah perlakuan menunjukkan
tidak adanya perbedaan bermakna dengan waktu tempuh tes lari 2,4 km. Dari penelitian ini
dapat ditarik kesimpulan bahwa Tarian Ja’i mampu meningkatkan kebugaran fisik mahasiswa
Fakultas Kedokteran Undana

PDF

References

1. Yudaristy H, Irfanuddin, Azhar MB. Persepsi Mahasiswa dan Dosen Tentang Ketercapaian Kompetensi Dasar dan Klinis Pendidikan Dokter di Fakultas Kedokkteran Universitas Sriwijaya. J Kedokt dan Kesehat. 2014;1(1):25–33.

2. Wiyananti R, Wibowo S. Prototipe Sistem Blok Dalam Metode Pembelajaran Problem Based Learning (Studi Kasus di Fakultas Kedokteran Universtas Muhammadiyah Semarang). TechnoCOM. 2016;15(1):7–14.

3. ChamidahAN. Deteksi Dini Pertumbuhan dan Perkembangan Anak. 2009. Available at: http://eprints.uny.ac.id/4226/2/deteksi_dini_gangguan_tumbang.pdf

4. Fuentes LJ, et al. Sensitivity of certain standardised test to executive attention functioning in seven-year-old children. Spain: Electronic Journal of Research in Educational Psychology, University of Almeria; 2003

5. Roebers CM, Cimeli P, Röthlisberger M, Neuenschwander R. Executive functioning, metacognition, and self-perceived competence in elementary school children: an explorative study on their interrelations and their role for school achievement. Metacognition and Learning. In Azevedo R, ed. Metacognition and Learning. New York: Springer; 2012
6. Best JR. Effects of physical activity on children’s executive function: Contributions of experimental research on aerobic exercise. Developmental Review. 2010; 30:331-351

7. Vicente SF, Larigauderie P, Gaonac’h D. More dissociations and interactions within central executive functioning: A comprehensive latent-variable analysis. Acta Physiologica.2008: 1-29

8. Erickson, K. I., and Kramer, A. F. (2009) Aerobic exercise effects on cognitive and neural plasticity in older adults. British Journal of Sports Medicine 43, 22-24.

9. Roseann Peiffer, Lynn A. Darby, Adam Fullenkamp and Amy L. Morgan. Effects of Acute Aerobic Exercise on Executive Function in Older Women. Journal of Sports Science and Medicine (2015) 14, 574-583.

10. Koch S, Kunz T, Lykou S, Cruz R. Effects on Dance Movement Therapy and Dance on Health-related Psychological Outcomes: A Meta-Analysis. Arts Psychother. 2014;41(1):46–64.

11. Karkou V, Meekums B. Dance Movement Therapy for Dementia (Review). Cochrane Libr. 2017;(2):3.

12. Borhan ASM, Hewston P, Merom D, Kennedy C, Ioannidis G, Santesso N, et al. Effects of Dance on Cognitive Function Among Older Adults : a Protocol for Systematic Review and Meta-Analysis. Borhan al Syst Rev. 2018;7(1):1–5.

13. Djokaho MP. Pergeseran Fungsi Tari Ja’i Dari Ritual Ke Profan Di Kota Kupang. Universitas Pendidikan Indonesia.2013

14. Moran S, Gardner H. “Hill, Skill, and Will ”Executive Function from a Multiple-Intelligences Perspective. Meltzer L, ed. Executive function education in theory to practice. New York: A Division of Guilford Publications, Inc; 2007. p 19-38

15. Miyake A, Friedman NP, Emerson MJ, Witzki AH, Howerter A. The Unity and Diversity of Executive Functions and Their Contributions to Complex ‘‘Frontal Lobe’’ Tasks: A Latent Variable Analysis. Cognitive Psychology. 2000; 41: 49-100

16. Zelazo PD, Carlson SM, Kesek A. The Development of Executive Function in Childhood. In Nelson CA and Luciana M, editors. Handbook of developmental cognitive neuroscience. 2nd ed. Massachusetts; The Mitt press; 2008. p 533-72

17. Ecker UKH, Lewandowsky S, Oberauer K, Chee AEH. The Components of Working Memory Updating: An Experimental Decomposition and Individual Differences. Journal of Experimental Psychology Learning, Memory, and Cognition. 2010; 36(1):170–89
Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Downloads

Download data is not yet available.