ANALISIS KARAKTER DOSEN DALAM MELAKUKAN PENELITIAN DENGAN METODE CHI-SQUARE AUTOMATIC INTERACTION DETECTION (CHAID)

  • Astri Atti Program Studi Matematika Fakultas Sains dan Teknik Universitas Nusa Cendana
  • Keristina Br. Ginting Program Studi Matematika Fakultas Sains dan Teknik Universitas Nusa Cendana
  • Meksianis Z Ndii
Keywords: Produktivitas, penelitian, CHAID

Abstract

Penelitian merupakan bagian dari Tri Dharma perguruan tinggi dan menjadi salah satu tugas seorang dosen serta menjadi alat ukur kinerja seorang dosen dalam menjalankan tanggung jawabnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh faktor umur, jenis kelamin, jabatan fungsional akademik, masa kerja, jenjang pendidikan, status pernikahan, jumlah tanggungan, dan beban mengajar terhadap produktivitas dosen dalam mengusul proposal penelitian hibah sumber dana Ristekdikti, serta menjelaskan hubungan/asosiasi berstruktur antar faktor yang mempengaruhi pengelompokan pengamatan menurut variabel terikat (produktivitas dosen dalam mengusul proposal penelitian hibah sumber dana Ristekdikti). Metode analisis yang digunakan adalah metode CHAID (Chi-square Automatic Interaction Detection) yaitu metode yang digunakan untuk menganalisis keterkaitan struktural antara peubah dalam segugus data. Hasil CHAID adalah pohon keputusan atau dendogram yang membentuk hubungan berstruktur antar variabel. Hasil dendogram CHAID menunjukkan bahwa variabel yang mempengaruhi pengklasifikasian produktivitas dosen dalam pengusulan proposal adalah jabatan fungsional, status pernikahan, dan tingkat pendidikan. Klasifikasi/pemisahan pertama didasari oleh peubah jabatan fungsional dosen. Pada tahap pertama pemisahan CHAID, peubah yang mempunyai asosiasi paling nyata dalam menentukan produktivitas dosen dalam mengusul proposal adalah jabatan fungsional yang terbagi atas dua node/cabang yaitu kelompok 1 (Lektor, Lektor kepala dan Guru besar) dan kelompok 2 (asisten ahli). Dosen yang mengusul proposal penelitian hibah sumber dana Ristekdikti terdiri atas dua kelompok. Pertama, yaitu dosen yang memiliki jabatan fungsional minimal lektor, sudah menikah, dan berpendidikan minimal S2, sedangkan yang kedua adalah dosen yang memiliki jabatan fungsional asisten ahli juga berpendidikan S3. Untuk dosen yang tidak mengusul proposal juga terdiri atas dua kelompok, yaitu kelompok dosen dengan fungsional minimal lektor yang belum menikah/cerai, dan kelompok dosen asisten ahli yang berpendidikan S2. Asosiasi berstruktur terjadi pada variabel jabatan fungsional, status pernikahan dan tingkat pendidikan.

 

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2019-07-20