FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI KOPI ARABIKA BAJAWA. STUDI KASUS DI DESA BEIWALI, KECAMATAN BAJAWA KABUPATEN NGADA

Factors Affecting Arabica Bajawa Coffee Production. A Case study at Beiwali Village, Bajawa, Ngada

  • Aurelia Mendo Universitas Nusa Cendana
  • Maximilian M. J Kapa Universitas Nusa Cendana
  • Kudji Herewila Universitas Nusa Cendana

Abstrak

ABSTRACT

This research was conducted in Beiwali Village, Bajawa Sub District, NgadaRegency in March 2018. The purpose of this study were, (1) to know the Arabica Coffee cultivation systems, (2) to know factors that influencethe Arabica Coffee production, and (3) to know the amount of revenue and net income derived from Arabica Coffee enterprise. The number of respondent interviewed was 49 farmers, They were chosen randomly from a population of 163 members of ten farmer groups. Determination of respondents from each group was done proporsionately i.e 30 percent from each group. Data collected consisted of primary and secondary data. Primary data was obtained by interviewing respondents, while secondary data was obtained from relevant agencies. study. Data analysis tools used in this study consisted of; (1) descriptive analysis, (2) multiple linear regression analysis deriving from the Cob- Doglass function, (3) revenue and expenditure analysis.

The results showed that, (1) Arabika Coffee cultivation systems in Beiwali Village such as, land clearing, land processing, planting, maintenance and harvesting were done in a traditional way, (2) Among six factors that influence Arabica Coffee production only one variabel namely labour (X4) was significsntly influence the production of Arabika Coffie. While other variables namely, Coffee plant age (X1), number of tree production (X2), land area (X3), age of farmer (X5), and education level (X6) were notsignificantly influencedthe coffee production. This study revealed thatthe average land size was 0,58 ha with an average production of 1,315.8 kg. The average revenue obtained by respondent farmers from coffee farming were Rp 6.579.268, or total revenue obtained was Rp 11,334,034 per ha, and the total theincome obtained by the respondent’s farmer was Rp 7,455,208.8 per ha.

 

ABSTRAK

Penelitian ini  dilakukan di Desa Beiwali Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada pada bulan Maret Tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk, (1) mengetahui sistem budidaya kopi arabika, (2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi Kopi Arabika, dan (3) mengetahui besarnya penerimaan dan pendapatan petani dari usahatani Kopi Arabika.

Responden dalam penelitian  ini berjumlah 49 orang yang dipilih secara acak dari 163 orang anggota yang tergabung dalam 10 kelompok tani kopi yang ada di desa Beiwali. Penentuan responden dari setiap kelompok dilakukan secara proportional simple random sampling yakni sebesar 30%. Jenis data terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan responden, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi yang terkait dalam penelitian ini. Alat analisis data yang dipakai dalam penelitian ini terdiri dari; (1) analisis deskriptif, (2) analisis kuantitatf menggunakan fungsi Cob-Douglass yang ditansformasikan ke dalam bentuk persamaan regresi berganda, dan (3) analisis penerimaan dan pendapatan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, sistem budidaya Kopi Arabika di Desa Beiwali meliputi pembersihan lahan, pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, dan pemanenan masih dilakukan secara sederhana, (2) dari 6 faktor yang diduga mempengaruhi produksi Kopi Arabika hanya variabel tenaga kerja (X4) yang berpengaruh sangat nyata terhadap produksi Kopi Arabika, sedangkan variabel lain seperti umur tanaman (X1),  jumlah pohon yang berproduksi (X2), luas lahan (X3), umur petani (X5), dan tingkat pendidikan petani (X6) tidak berpengaruh nyata terhadap produksi Kopi Arabika. Hasil penelitian ini juga menunjukkan rerata luas lahan garapan usaha tani kopi sebesar 0,58 ha perpetani, denganrerata produksi kopi yang diperoleh perpetani sebanyak 1.315,8 kg. Rerata penerimaan usahatani kopi yang diperoleh petani responden sebesar Rp Rp 6.579.268,atau Rp 11.334.034 per ha, sedangkan rerata pendapatan yang diperoleh petani responden adalah Rp. 7.455.208,8 per ha.

 

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

##submission.authorBiographies##

##submission.authorWithAffiliation##

Fakultas PertanianUniversitas Nusa Cendana, Kupang

##submission.authorWithAffiliation##

Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana, Kupang,

##submission.authorWithAffiliation##

Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana, Kupang

Diterbitkan
2019-04-30
Bagian
Articles