EFEKTIVITAS BAKTERI ASAM LAKTAT ASAL CAIRAN ISI RUMEN SAPI BALI TERHADAP BERBAGAI VARIABEL MUTU SILASE JAGUNG

  • Frans Umbu Datta Laboratorium Anatomi, Fisiologi, Farmakologi dan Biokimia Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Nusa Cendana
  • Nadya Daramuli Kale Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Nusa Cendana
  • Annytha Ina Rohi Detha Laboratorium Ilmu Penyakit Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Nusa Cendana
  • Imanuel Benu Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana
  • Nancy D. F. K. Foeh Laboratorium Klinik, Reproduksi, Patologi dan Nutrisi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Nusa Cendana
  • Nemay A. Ndaong Laboratorium Anatomi, Fisiologi, Farmakologi dan Biokimia Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Nusa Cendana
Keywords: Lactic acid bacteria, rumen fluid contents, corn forage silage

Abstract

Silage is the result of fermentation from feed ingredients that have high water content (about 50% -80%) such as corn (Zeamays L), in a vacuum (anaerobic) by lactic acid bacteria. Making silage is one alternative to traditional biotechnology that can be done, especially utilizing the availability of local food sources. The purpose of this study is to determine the ability of lactic acid bacteria isolated from rumen fluid in Bali cattle as a starter in making corn forage silage, and evaluate the quality of corn forage silage provided by lactic acid bacteria isolated from rumen fluid in Bali cattle. The method used in this research is, making probiotics, making samples and testing the quality of silage. The results of this study are, lactic acid bacteria from the rumen contents of Balinese cattle rumen can be used as corn forage silage starter, this is indicated by the silage color in the range of yellowish green to brownish green which indicates that the silage is of good quality, silage aroma in the range of score 2 , 33-2.83 which produces a fresh sour aroma to near fresh-smelling acid, silage pH before being injected with Escherichia coli with an average of 4.51-4.81 which is within the normal range. Corn forage silage given lactic acid bacteria from the rumen contents of Bali cattle showed good quality, this is seen from the final silage results given by pathogenic bacteria Escherichia coli which showed silage color with an average of 1.83-2.58 indicating that the silage color included in the optimal range of brownish green, silage aroma in the range of 1.42-2.75 which gives a fresh sour aroma, silage pH in the range of 4.42-4.58 which indicates silage is in good range, dry silage content ranges from 32.4% -34.4% which is below the normal range, and the average percentage of damage is 0% - 3% which shows the difference in damage presentation between silage given by lactic acid bacteria and control treatment.

References

Allaily, Ramli N dan Ridwan R. 2011. Kualitas Silase Ransum Komplit Berbahan Baku Pakan Lokal. Agripet. 11(2): 35-40.
Aprintasari R, Sutrisno CI, Tampoeboelon BIM. 2012. Uji Total Fungi dan Organoleptik pada Jerami Padi dan Jerami Jagung yang Difermentasikan Dengan Isi Rumen Kerbau. Animal Agriculture Journal, 1(2): 311-321.
[AOAC] Assosiation of Official Analytical Chemist. 2015. Official Methods of Analysis, 19th edition. Washington: AOAC International.
Cavallarin L, Antoniazzi S, Borreani G dan Tabacco E. 2005. Effects Of Wilting and Mechanical Conditioning On Proteolysis In Sainfoin (Onobrychis viciifolia Scop) Wilted Herbage and Silage. J Sci Food Agric, 85: 831-838.
Cooke, KM, Bernard JK dan West JW. 2008. Perfirmance if diry cows fed annual ryegrass silage and corn silage with steam-flaked or ground corn. J. Dairy Sci, 91: 2417-2422.
Daud M, Ya,am MA dan Zulfan. 2014. Kualitas Fisik dan Kimia Pakan Berbahan Dasar Kangkung (Ipomoea Aquatica) Fermentasi Probiotik Dalam Ransum Itik Pedaging. Prosiding Seminar Nasional Bioresource Untuk Pembangunan Ekonomi Hijau, IPB International Convention Center, Bogor. Hal. 87-97.
Despal, Permana IG, Safarina SN, dan Tatra AJ. 2011. Penggunaan Berbagai Sumber Karbohidrat Terlarut Air untuk Meningkatkan Kualitas Silase Daun Rami. Media Peternakan, 34(1): 69-76.
Dewi MPL, Suryani NN dan Mudita IM. 2015. Populasi Mikroba Inokulan yang Diproduksi Dari Cairan Rumen Sapi Bali dan Rayap. Peternakan Tropika, 3(1): 13-28.
Dunière L, Gleizal A, Durand FC, Chevallier I dan Sergentet DT. 2011. Fate of Escherichia coli O26 in Corn Silage Experimentally Contaminated at Ensiling, at Silo Opening, or after Aerobic Exposure,m and Protective Effect of Various Bacterial Inoculants. Appl. Environ. Microbiol, 77(24): 8696-8704.
Faharuddin. 2014. Analisis Kandungan Bahan Kering, Bahan Organik dan Protein Kasar Silasae Pucuk Tebu (Saccharum officinarum L.) Yang Difermentasi Dengan Urea, Molases dan Kalsium Karbonat [Skripsi]. Makassar: Universitas Hasanuddin.
Jasin I. 2014. Pengaruh Penambahan Molases dan Isolat Bakteri Asam Laktat dari Cairan Rumen Sapi PO Terhadap Kualitas Silase Rumput Gajah (Pennisetum purpureum). Agripet, 14(1): 50-55.
Jasin I. 2014. Pengaruh Penambahan Molases dan Isolat Bakteri Asam Laktat dari cairan Rumen Sapi PO Terhadap Kualitas Silase Rumput Gajah (Pennisetum purpureum). Agripet, 14(1): 50-55.
Kurniawan D, Erwanto dan Fathul F. 2015. Pengaruh Penambahan Berbagai Starter pada Pembuatan Silase Terhadap Kualitas Fisik dan pH Silase Ransum Berbasis Limbah Pertanian. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, 3(4): 191:195.
Lendrawati, Nahrowi, dan Rilda M. 2012. Kualitas Fermentasi Silase Ransum Komplit Berbasis Hasil Samping Jagung, Sawit dan Ubi Kayu. Jurnal Peternakan Indonesia, 14(1) : 297-302.
Lestari DA. 2012. Uji Kualitas Silase Singkong Utuh (Manihit esculenta) Dengan Beda Umur Panen Secara In Vitro Sebagai Upaya Peningkatan Pemanfaatan Pakan Lokal [Skripsi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Mala REM. 2018. Isolasi Bakteri Asam Laktat Dari Cairan Rumen Sapi Bali Sebagai Starter Dalam Pembuatan Silase Jerami Padi [Skripsi]. Kupang: Universitas Nusa Cendana.
Mlejnková V, Fröhdeová M, Kalhotka L dan Doležal P. 2014. Microbiological Quality of Experimental Silages In Combination With the Addition of Topsoil Soil Layer and Ensiling Additives. Acta Universitas Agriculture et Silviculturae Mendelianae Brunesis, 62(5): 1041-1048.
Nulik J. dan Hau DK. 2005. Pembuatan dan Pemanfaatan Pakan awet Pada Ternak Sapi Bali Timor. Seminar Nasional Teknologi dan Veteriner. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Timur.
Ohmomo S, Tanaka O, Kitamoto dan Cai Y. 2002. Silage and microbial performance, old story but new problems. JARQ, 36: 59-71.
Rahayu ID, Zalizar L, Widianto A dan Yulianto MI. 2017. Karakteristik dan Kualitas Silase Tebon Jagung (Zea mays) Menggunakan Berbahai Tingkat Penambahan Fermentor yang Mengandung Bakteri Lignochloritik. Procceding Seminar Nasional dan Gelar Produk., Fakultas Pertanian Peternakan Universitas Muhammadiyah. Malang. Hal.730-736.
Ratnakomala S, Ridwan R, Kartika G dan Widyastuti Y. 2006. Pengaruh inokulum Lactobacillus plantarum 1A-2 dan 1BL-2 terhadap kualitas silase rumput gajah (Pennisetum purpureum). J. Biodiversitas, 7(2): 131-134.
Ridwan R, Ratnakomala S, Kartina G dan Widyastuti Y. 2005. Pengaruh Penambahan Dedak Padi dan Lactobacillus plantarum 1BL-2 dalam Pembuatan Silase Rumut Gajah (Pennisetum purpureum). Media Peternakan, 28(3): 117-123.
Santoso B, Hariadi BTj, Manik H, dan Abubakar H. 2009. Kualitas Rumput Unggul Tropika Hasil Ensilase dengan Bakteri Asam Laktat dari Ekstrak Rumput Terfermentasi. Media Peternakan, 32(2): 137-144.
Sari R, Apridamayanti P dan Octaviani Melly. 2018. Optimasi Aktivitas Bakteriosin yang Dihasilkan oleh Bakteri Lactobacillus plantarum dari Minuman Ce Hun Tiau. Pharmaceutical Sciences and Research, 5(1): 1-6.
Saun RJV dan Heinrich AJ. 2008. Trouble shooting silase problem. In Proceedings of the Mid-Atlantic Conference; Pensylvania. Penn State’s Collage. Hal. 2-10.
Setianingsih S. 2010. Kajian Senyawa Antimikroba Bakteri Asam Laktat Homofermentatif Isolat Asi [Skripsi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Sifour M, Tayeb I, Haddar HO, Namous H, Aissaoi. (2012) Production and Cacarterizatition of Bacteriocin of Lactobacillus plantarum F12 With Inhibitory Activity Againts Listeria monocytogenes. TOJSAT, 2(1): 55-61.
Sudarmono AS dan Sugeng YB. 2008. Beternak Domba. Penebar Swadaya, Jakarta.
Surono, Soejono M dan Budhi SPS. 2003. Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik In Vitro Silase Rumput Gajah Pada Umur Potong dan Level aditif Yang Berbeda. J.Indon.Trop.Anim.Agric., 28(4): 204-210.
Syamsu JA. 2006. Kajian Penggunaan Starter Mikroba Dalam Fermentasi Jerami Padi Sebagai Sumber Pakan Pada Peternakan Rakyat di Sulawesi Tenggara. Disampaikan dalam Seminar Nasional Bioteknologi. Puslit Bioteknologi LIPI: Bogor.
Umiyasih U, dan Wina E. 2008. Pengolahan Dan Nilai Nutrisi Limbah Tanaman Jagung Sebagai Pakan Ternak Ruminansia. Wartazoa, 14(3): 127-136.
Utomo R, Budhi SPS dan Astuti IF. 2013. Pengaruh Level Onggok Sebagai Aditif Terhadap Kualitas Silase Isi Rumen Sapi. Buletin Peternakan, 37(3): 173-180.
Yunus H. 2017. Pengaruh Waktu Fermentasi Terhadap Kandungan Bahan Kering dan Bahan Organik Silase Pakan Komplit Berbahan Utama Azolla [Skripsi]. Makassar: Universitas Hasanuddin.
Published
2019-10-15
How to Cite
Datta, F., Kale, N., Detha, A., Benu, I., Foeh, N., & Ndaong, N. (2019). EFEKTIVITAS BAKTERI ASAM LAKTAT ASAL CAIRAN ISI RUMEN SAPI BALI TERHADAP BERBAGAI VARIABEL MUTU SILASE JAGUNG. JURNAL KAJIAN VETERINER, 32-45. https://doi.org/10.35508/jkv.v0i0.1587
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.