ANALISIS RISIKO KUALITATIF PENGIRIMAN PUPUK ORGANIK BERBAHAN DASAR FECES UNGGAS DARI KABUPATEN BLITAR KE KABUPATEN SUMBA TIMUR

  • Melky Angsar Dinas Peternakan Provinsi NTT
  • Annytha Ina Rohi Detha Laboratorium Ilmu Penyakit Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Nusa Cendana
Keywords: Avian Influenza, feces, pupuk organik

Abstract

Avian Influenza (AI) adalah penyakit zoonosis penting dan telah menjadi ancaman besar bagi  peternakan ayam  rakyat.  Pulau Sumba  secara  historis adalah  Pulau  bebas  kasus  Avian Influenza. Analisis  risiko  ini sebagai  respon atas  permintaan  perusahaan  tebu nasional   yang  hendak memasukan  pupuk organik berbahan dasar  feces  unggas  sebanyak 2.730 ton yang akan digunakan  di  perkebunan  tebu  lahan  kering  di  Kabupaten  Sumba  Timur. Tim Analisis  risiko melakukan pemantauan  ke Karantina  Waingapu tempat  pupuk  ditahan. Metode  pengumpulan  data  dengan  kuesioner  dan  kunjungan lapangan ke  Dinas  Peternakan dan Perikanan Kabupaten  Blitar, ke farm  tempat dihasilkannya  feces  unggas, ke lokasi  pengolahan  feces  menjadi pupuk organik, Dinas Peternakan  Provinsi Jawa  Timur  dan Balai Besar Karantina  Pertanian  Surabaya. Sampel feces  juga  diambil dan dilakukan pemeriksaan  PCR oleh Balai Besar Karantina  Pertanian Surabaya. Hasil analisis risiko menunjukan bahwa estimasi risiko  penularan virus  AI  terkait  pemasukan  pupuk organik  asal unggas   dari Provinsi  Jawa Timur  ke  Kabupaten  Sumba  Timur  Provinsi  Nusa  Tenggara  Timur   adalah  Negligible artinya  kejadian dapat diabaikan  sehingga  Tim merekomendasikan agar  pengiriman  pupuk organik tersebut  dapat dilakukan dengan beberapa catatan yaitu  kelengkapan  dokumen  pengiriman  produk  berupa  surat rekomendasi daerah asal dan tujuan, sertifikat veteriner daerah asal, hasil pemeriksaan laboratorium  dan surat keterangan bebas kasus  AI dalam 6 bulan terakhir  perlu dilampirkan dalam setiap  kali pengiriman produk  dan  pengiriman  pupuk harus  dalam kondisi tertutup (dalam kontainer) dan hanya  boleh diturunkan  ketika  sampai  di lokasi  tujuan akhir.

References

Kurmi B et al. 2013. Survivability of Highly Pathogenic Avian Influenza H5N1 Virus in Poultry Faeces at Different Temperatures. Indian J. Virol 24(2):272–277.
Okiki PA et al. 2010. Use of poultry manure in vegetable cultivation and influenza pandemic. Advances in Applied Science Research 1 (3): 1-7.
[FAO] Food And Agriculture Organization. 2005. Pencegahan dan Pengendalian Flu Burung (Avian Influenza) pada Peternakan Unggas Skala Kecil: Buku Petunjuk bagi Paramedik Veteriner. FAO Bekerjasama dengan Agronomes & Vétérinaires Sans Frontières (VSF-CICDA) Departemen Kesehatan Ternak (Kerajaan Kamboja).
Sudarnika, Etih. 2017. Prinsip dan Komponen Analisis Risiko. Workshop Analisis Risiko HPHK di Bogor. Oktober. 2. 2017.
Published
2019-10-15
How to Cite
Angsar, M., & Detha, A. (2019). ANALISIS RISIKO KUALITATIF PENGIRIMAN PUPUK ORGANIK BERBAHAN DASAR FECES UNGGAS DARI KABUPATEN BLITAR KE KABUPATEN SUMBA TIMUR. JURNAL KAJIAN VETERINER, 58-65. https://doi.org/10.35508/jkv.v0i0.1589
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.