Serosurveilens Pascavaksinasi Rabies Tahun 2014 Di Wilayah Kerja UPT Veteriner Nusa Tenggara Timur

  • Feny A. L. Bili Unit Pelaksana Teknis Daerah Veteriner, Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur
Keywords: Rabies, serosurveilans, cakupan vaksinasi, Nusa Tenggara Timur

Abstract

Rabies atau penyakit anjing gila adalah penyakit zoonosis yang bersifat akut yang menyerang susunan syaraf pusat dan dapat mengakibatkan kematian pada hewan maupun manusia. Di Indonesia penyakit rabies tersebar luas di berbagai daerah, dan bersifat endemis. Wabah rabies muncul di Kabupaten Flores Timur, NTT pada akhir tahun 1998. Program pengendalian rabies di Provinsi Nusa Tenggara Timur terus dilakukan dengan meningkatkan cakupan vaksinasi. Tahun 2014 dimulai program pemberantasan rabies di pulau Flores dan Lembata. Target cakupan vaksinasi 85%. Diharapkan dengan cakupan vaksinasi yang tinggi dapat melindungi hewan terhadap kasus rabies dan menghilangkan virus rabies. UPT Veteriner melakukan surveilans yang bertujuan untuk mengetahui status kekebalan post vaksinasi pada anjing di 8 kabupaten di pulau Flores dan Lembata, sehingga dapat menggambarkan seberapa besar efektivitas program vaksinasi yang telah dilakukan. Pengambilan sampel darah dilakukan di Kabupaten Se-Daratan Flores dan Lembata. Pengambilan sampel darah hanya dilakukan satu kali dalam setahun. Untuk mengetahui tingkat efektifitas dari program vaksinasi yang dilakukan di pulau Flores dan Lembata, UPT Veteriner melakukan pengambilan sampel serum anjing 2 bulan post vaksinasi. Kemudian serum darah anjing diperiksa di laboratorium dengan metoda Indirect ELISA dengan menggunakan Kit ELISA Rabies produksi Pusvetma. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan bahwa dari 420 serum anjing yang diuji terdapat 321 serum yang positif antibodi rabies dengan rata-rata titer antibodi dari 8 kabupaten sebesar 76,43%. Yang tertinggi adalah kabupaten Nagekeo sebesar 96,23% kemudian disusul oleh kabupaten Ngada 95,38%, Sikka 93,88%, Flores Timur 90,91%, Lembata 90,20%, Ende 70%, Manggarai 51,73% dan Manggarai Timur 22%. Jika dibandingkan dengan 3 tahun sebelumnya maka titer antibodi postvaksinasi mengalami peningkatan

References

Adjid.R.M.A., A. Sarosa, T. Syapriati dan Yuningsih. 2005. Penyakit Rabies di Indonesia dan Pengembangan Teknik Diagnosisnya. Wartazoa. 15 (4) : 165 – 172.
Baratawidjaja, K.G. 2004. Imunologi Dasar. Sistem Imun. Ed 6. Balai Penerbit FKUI. Jakarta. Hal 27-31.
Bili. F.A. 2014. Tingkat Protektifitas Antibodi Rabies di Wilayah Nusa Tenggara Timur. Prosiding Penyidikan Penyakit Hewan. Ratekpil Surveilans Kesehatan hewan. Kementrian Pertanian Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Direktorat Kesehatan Hewan.
Direktorat Kesehatan hewan. 2006. Pedoman Pengendalian Rabies Terpadu. Departemen pertanian. Direktorat Jenderal Peternakan, Direktorat Kesehatan Hewan.
Cleaveland S., M. Kaare, P. Tiringa, T. Mlengeya, and J. Barrat. 2003. A Dog Rabies Vaccination Campaign in Rural Africa : Impact on The Incidence of dog Rabies and Human Dog-bite Injuries Vaccine. 21 (17-18) : 1965 – 1973.
Fenner, F.J, E.P.J. Gibbs, F.A. Murphy, R. Rott, M.J. Studdert and D.O. White, 1995. Virologi Veteriner. Penerbit IKIP Semarang Press. 1st Ed. Hal 526.
Meslin, F. X, Koplin, M.M, Koprowski, H., Laboratory Techniques in Rabies. 1996. World Health Organization, Geneva.
Minke.J.M., J. Bauvet, F. Cliquet, M. Wasniewski, A.L. Gulot, L. Lemaiter, C. Cariou, V. Cozette, L. Vergne dan P.M. Guigal. 2009. Comparison of Antibody Responses After Vaccination with Two Inactivated Rabies Vaccines. Short Communication. Vet. Microbiology. 133 (2009) : 283 – 286.
Rahman A. Dan R. Maharis. 2008. Analisis Keberhasilan Vaksin Oral Rabies sebagai Perbandingan Pengendalian Rabies d Indonesia. Buletin Pengujian Mutu Obat Hewan. 13 (2008).
Reece J.F, and S.K. Chawla.2006. Control of Rabies in Jaipur, India, by The Sterilisation and Vaccination of Neigbhourhood Dogs. Vet.Record. 16 :379- 383. http://www.fao.org/fileadmin/user_upload/animalwelfare/vet%20Record%20paper:pdf. Diakses april 2011.
Published
2019-06-01
How to Cite
Bili, F. (2019). Serosurveilens Pascavaksinasi Rabies Tahun 2014 Di Wilayah Kerja UPT Veteriner Nusa Tenggara Timur. JURNAL KAJIAN VETERINER, 2(2), 119-125. https://doi.org/10.35508/jkv.v2i2.995

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.