Pengaruh Penggunaan Bahan Bakar Biodisel Berbasis Biji Buah Nyamplung (Calophyllum Inophyllum) Terhadap Emisi Gas Buang Mesin Diesel.

Pieter Y. Persulesy, Basri K., Edy Suprapto

  • Pieter Y Persulesy Universitar Nusa Cendana
  • Basri K Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Nusa Cendana
  • Edy Suprapto Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Nusa Cendana
Kata Kunci: Biodisel, Biji Buah Nyamplung, Emisi Gas Buang.

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan bahan bakar biodiesel berbasis minyak biji buah nyamplung (Calophyllum Inophyllum) terhadap emisi gas buang CO, CO2, NOx, O2, serta Opasitas mesin diesel. Dengan cara membagikan tiga sempel bahan bakar pertama solar murni diuji kadar emisi gas buang menggunakan alat uji emisi (Gas Analyzer), kemudian dilanjutkan dengan bahan bakar biodiesel murni dan, tahap terakhir dilakukan mix atau campuran bahan bakar solar 50% dan biodiesel nyamplung 50% pada putaran 1800 rpm. Lalu Pengamatan dilakuan pada tiap kelompok pengujian dengan mengukur emisi gas buang yang dihasilkan menggunakan alat gas detektor/ gas analyser. Penelitian menggunakan pola dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yang diulang 3 kali, meliputi: X1 : Solar Murni (100%), X2 : Campuran Solar dan Biodiesel 50% (B50), X3 : Biodiesel 100% (B100), Y : Emisi Gas Buang (CO, CO2, NOx,  O2 dan Opasitas). Dari hasil analisis sidik ragam didapatkan bahwa penggunaan bahan bakar biodiesel biji buah nyamplung terhadap emisi gas buang CO, CO2, NOx, O2, serta Opasitas berpengaruh nyata di taraf 1% dan 5% pada perlakuan dan tidak berpengaruh nyata pada kelompok uji. Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan biodiesel dapat mereduksi tingkat pencemaran emisi gas buang.

Referensi

[1]. Arikunto, Suharsimi. (2010). Prosedur Penelitian Suatu pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
[2]. Allen, C. A.W., Watts, K. C. Ackman, R. G. And Pegg, M. J. (1999), Predicting Of The Viscosity Of Biodiesel Fuel From Their Fatty Acid Ester Composition, Fuel 78 : 1319-1336.
[3]. Aziz, I., Nurbayti, S., dan Ulum, B. 2011, Pembuatan Produk Biodiesel dari Minyak Goreng Bekas dengan Cara Esterifikasi dan Transesterifikasi, Valensi vol. 2 (3) : 443-448.
[4]. Badan Standar Nasional Indonesia. 2015. Biodiesel. www.bsn.go.id. Jakarta.
[5]. Darmawansyah. 2015, Pengaruh Pembebanan Dan Putaran Mesin Terhadap Torsi Dan Daya Yang Dihasilkan Mesin Matari Mgx200/Sl, Skripsi, Muhammadiyah, Pontianak.
[6]. Boedoyo, M. S. 2006. Teknologi Proses Pencampuran Biodiesel dan Minyak Solar di Indonesia. Dalam Prospek Pengembangan Bio-fuel sebagai Substitusi Bahan Bakar Minyak (Editor: Hari Suharyono dan Agung Nurrohim). Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Konversi dan Konservasi Energi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. 51 – 61.
[7]. Dirjen Migas. 2013. Keputusan Direktur Jenderal Minyak Dan Gas Bumi Nomor 978.K/10/DJM.S/2013 tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) Bahan Bakar Minyak Jenis Minyak Solar 48 yang Dipasarkan di Dalam Negeri.
[8]. Rabiman dan Arifin. 2011. Sistem Bahan Bakar Motor Diesel. Yogyakarta: Graha Ilmu.
[9]. Rohidin, 2011, "Emisi Gas Buang" Tersedia pada laman http://viarohidinthea.blogspot.com/2011/05/emisi-gasbuang.html, diakses tanggal 3 november 2019.
[10]. Fanani, G. 2016, Uji Prestasi Dan Emisi Gas Buang Kendaraan Dengan Bahan Bakar Biodiesel Nyamplung (Calophyllum Inophyllum), Skripsi, Universitas Negeri, Semarang.
[11]. Jakfar, A., dan Sudarmanta, B. 2014, Pembuatan dan Pengujian Biodiesel Biji Nyamplung Pada Mesin Diesel Multi Injeksi Dengan Variasi Komposisi Campuran Biodiesel dan Biosolar, Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi xx, Fakultas Teknologi dan Industri, ITSN, surabaya.
[12]. Kurniawati, I, D., Nurullita, U. dan Mifbakhuddin. 2017, Indikator Pencemaran Udara Berdasarkan Jumlah Kendaraan Dan Kondisi Iklim (Studi di Wilayah Terminal Mangkang dan Terminal Penggaron Semarang), Jurnal. Kesehatan Masyarakat Indonesesia, Volume 12 (2): ISSN 1693-3443.
[13]. Litbang Pertanian (2008). Bahan Baku Nabati: Nyamplung. Tersedia pada laman http://www.litbang. pertanian.go.id/buku/bahan-bakar-nabati /nyamplung. Diakses pada tanggal 1 Oktober 2019.
[14]. Muderawan, I. W., Daiwataningsih, Ni. K. 2016, Pembuatan Biodiesel dari Minyak Nyamplung (Calophyllum Inophylum l.) dan Analisis Metil Esternya dengan Gc-Ms, Prosiding Seminar Nasional MIPA, hal, 324.
[15]. Muhammad, F, R., Jatranti, S,. Qadariyah, L,. dan Mahfud. 2014, Pembuatan Biodiesel dari Minyak Nyamplung Menggunakan Pemanasan Gelombang Mikro, Jurnal TEKNIK POMITS Vol. 3 (2), 2337-3539.
[16]. Muksin, S. 3014, Kajian Pemakaian Bahan Bakar Pada Motor Diesel Generator Mak Di PLTD Gunung Patti Semarang Jawa Tengah, Jurnal Teknologi, Volume 11 (2) : 2030 – 2038.
[17]. Murtiningrum dan Alfa Firdaus. 2015, Perkembangan Biodiesel di Indonesia
Tinjauan Atas Kondisi Saat Ini, Teknologi Produksi & Analisis Prospektif, Jurnal PASTI Volume IX No 1, 35 – 45.
[18]. Muziansyah, D., Sulistyorini, R., Sebanyang, S. 2015. Model Emisi Gas Buangan Kendaraan Bermotor Akibat Aktivitas Transportasi (Studi Kasus: Terminal Pasar Bawah Ramayana Koita Bandar Lampung), JRSDD, Vol. 3, (1), Hal:57-70. (ISSN:2303-0011).
[19]. Morlok, Edward K., 1995, Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi. Erlangga, Jakarta.
[20]. Muchta, A. 2017, Prinsip Kerja Motor Diesel 4 Langkah, Tersedia pada laman.https://www.autoexpose.org/2017/01/mesin-diesel.html?m=1, diakses pada 30 oktober 2019.
[21]. Nurfadillah. 2011, Pemanfaatan Dan Uji Kualitas Biodiesel Dari Minyak Jelantah, Skripsi, Fakultas Sains Dan Teknologi, Islam Negeri (Uin) Alauddin, Makassar.
[22]. Özgül-Yücel, S., Türkay, S., 1993. “In situ esterification of rice bran oil with methanol and ethanol”. J. Am. Oil Chem. Soc.70, 145-147.
[23]. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 : Pengendalian Pencemaran Udara.
[24]. Pinto, C. A., Guarieiro, I. N. L., Rezende, J. C. M., Ribeiro, M. N., Torres, A. E., Lopes, A. W., Pereira, A. De. P. P., Andre, B. De. J. 2005, Biodiesel, J. Braz. Chem soc. Vol.16 (6b) : 1313-1330.
[25]. P3HH. (2008), Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan (P3HH) Telah Melaksanakan Penelitian Pembuatan Biodiesel dari Biji Nyamplung (Calophyllum Inophyllum l.). Tersedia pada http//www.dephut.go.id. Diakses pada tanggal 1 Oktober 2019.
[26]. Sarwono, E., Erzha, N., dan Widarti, B, N. 2017, Pengolahan Biodiesel Dari Biji Nyamplung (CALOPHYLLUM INOPHYLLUM L) Menggunakan Katalis KOH, Prosiding Seminar Nasional Teknologi IV (34) : 2598-7410 ,Fakultas Teknik, Universitas Mulawarman, Samarinda.
[27]. Samlawi, A. K. 2018, Buku Ajar Motor Bakar (Teori Dasar Motor Diesel) HMKB781, Fakultas Teknik, Universitas Lambung Mangkurat, Banjar Baru.
[28]. Siswantoro., Lagiyono., dan Siswiyanti., (2013). Analisa Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor 4 Tak Berbahan Bakar Campuran Premium Dengan Variasi Penambahan Zat Aditif. Jurnal Upstegal, SM (1) : 117-231, Fakultas Teknik, Universitas Pancaskti Tegal. Tersedia pada laman http://ejournal.upstegal.ac.id/index.php/eng/article/view/117. Diakses pada tanggal 1 November 2019.
[29]. Sudradjat, R., Sahirman., dan Setiawan, D. 2007, Pembuatan Biodiesel Dari Biji Nyamplung (The Manufacture of Biodiesel from Nyamplung Seed), Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25 (1) : 41-56.
[30]. Sukoco dan Arifin. 2013, Teknologi Motor Diesel, Bandung: Alfabeta.
[31]. World Health Organization (WHO). Ambient (Outdoor) Air Quality and Health. 2014.
[32]. Vincent Gaspersz. 1991, Metode Perancangan Percobaan, Co. Armico, Bandung.
[33]. Yuliastuti, Ambar, 2008, Estimasi Sebaran Keruangan Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Di Kota Semarang. Skripsi. Jurusan Perencanaan Wilayah Dan Kota. Universitas Diponegoro. Semarang.
[34]. Zuhdi M.F.A, Gerianto, I., dan Budiono, T., (2003) “Produksi dan Karakeristik Bio-diesel Serta Teknik Pencampurannya dengan Minyak Solar (Gas Oil)” Seminar Nasional Teori Aplikasi Teknologi Kelautan 2003 FTK ITS.
Diterbitkan
2022-08-04
Bagian
Articles

##plugins.generic.recommendByAuthor.heading##

##plugins.generic.recommendByAuthor.noMetric##