HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RSUD. PROF. DR. W. Z, JOHANNES KUPANG
PDF

Keywords

kadar hemoglobin, ibu hamil, BBLR

How to Cite

Lusi, A., Artawan, I., & Padmosiwi, W. (2019). HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RSUD. PROF. DR. W. Z, JOHANNES KUPANG. Cendana Medical Journal (CMJ), 7(1), 144-148. Retrieved from https://ejurnal.undana.ac.id/CMJ/article/view/1499

Abstract

Kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) merupakan hal yang penting karena merupakan salah satu indikator untuk mengukur status kesehatan anak, dan sampai saat ini masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang umumnya dihadapi oleh negara berkembang, termasuk Indonesia. Salah satu faktor resiko BBLR adalah kadar hemoglobin (Hb). Hemoglobin merupakan parameter yang digunakan secara luas untuk menetapkan prevalensi anemia. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan kadar hemoglobin ibu hamil dengan kejadian bayi berat lahir rendah. Metode penelitian ini menggunakan desain case control dengan jumlah sampel 50 orang yang terdiri dari 25 orang kelompok kasus dan 25 orang kelompok kontrol yang diambil dengan metode consecutive sampling setelah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. Data diperoleh melalui rekam medik pasien. Analisis data menggunakan uji Chi square. Berdasarkan hasil analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi square didapatkan nilai p = 0,005 dan nilai OR = 5,464. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara kadar Hemoglobin (Hb) ibu hamil dengan kejadian BBLR di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, dimana ibu dengan kadar Hb <11g/dL mempunyai risiko 5,464 kali lebih tinggi untuk BBLR

PDF

References

1. Pinoa BI, Kalesaran AFC, Wariki W. Analisis Faktor Risiko Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Rumah Sakit Ibu dan Anak Kasih Ibu Manado. 2016;61.

2. Setyo M, Paramita A. Pola Kejadian Dan Determinan Bayi Dengan Berat Badan Lahir Rendah ( BBLR ) di Indonesia (Pattern of Occurrence and Determinants of Baby With Low Birth Weight In Indonesia). Bul Penelit Sist Kesehat. 2015;18(1):1–10.

3. NTT DKP. Profil Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur. 2015;1–146. Available from: www.depkes.go.id/resources/download/profil/PROFIL_KES.../19_NTT_2015.pdf

4. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013. Lap Nas 2013. 2013;1–384.

5. Hidayah MS, Hasanbasri M, Hakimi M. Pengaruh Anc Terhadap Kejadian Bblr Wilayah Indonesia Bagian Timur (Analisis Data Ifls East 2012). Pros Semin Nas IKAKESMADA “Peran Tenaga Kesehat dalam Pelaks SDGs.” 2017;145–8.

6. Suparman E. Kadar Hemoglobin (Hb) Ibu HAMIL di Puskesmas Bahu Manado. 2015;

7. Sendra E, Putra clairine maretha martin. Issn 2303-1433. 2013;2013(April):82–90.

8. Choirunnisa ML. Hubungan Kenaikan Berat Badan, Lingkar Lengan Atas, dan Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Trimester III dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Kota Surakarta. 2010;

9. World Healh Organization. Low Birthweight; Country, Regional and Global Estimates. Unicef. 2004. 1-31 p.Diunduh dari:http://www.who.int/healthinfo//index.html.

10. Kozuma S. Approaches to Anemia in Pregnancy. JMAJ 2009; 52(4): 214–218.
11. Rini Sandra Surya, IGA Trisna W. Faktor – faktor Risiko Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah di Wilayah Kerja Unit Pelayanan Terpadu Kesmas Gianyar II.2015
Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Downloads

Download data is not yet available.