HUBUNGAN LINGKAR LEHER DAN LINGKAR PINGGANG DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PEGAWAI UNIVERSITAS NUSA CENDANA

Keywords

Lingkar leher, Lingkar pinggang, Hipertensi

How to Cite

korbafo, redemptus, Panjaitan, H., Pakan, P., & Woda, R. (2018). HUBUNGAN LINGKAR LEHER DAN LINGKAR PINGGANG DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PEGAWAI UNIVERSITAS NUSA CENDANA. Cendana Medical Journal (CMJ), 6(2), 190-195. Retrieved from https://ejurnal.undana.ac.id/CMJ/article/view/409

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) menjadi penyebab utama kematian secara global. Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang memiliki prevalensi tinggi dan terus meningkat dimana obesitas merupakan salah satu faktor risikonya. Terdapat berbagai metode pengukuran antromometri tubuh yang dapat digunakan sebagai skrining obesias seperti pengukuran lingkar leher dan lingkar pinggang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan lingkar leher dan lingkar pinggang terhadap tekanan darah pada pegawai Universitas Nusa Cendana. Penelitian ini adalah penelitian menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada 261 responden dengan pengambilan sampel digunakan pendekatan stratified sampling dibagi disetiap unit kerja. Daata yang diambiil adalah data lingkar leher, linggkar pinggang dan tekanan darah, pengukuran tekanan darah dilakukan 2 kali dengan jarak waktu 5 menit. Data yang dikumpulkan kemudian diolah dengan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan yang signifikan antara lingkar leher dan lingkar pinggang terhadap tekanan darah. Setelah dianalisis dengan chi-square Asymp.Sig lingkar leher 0,00<0,05 dan Asymp.Sig lingkar pinggang 0,005<0,05. Dari penelitian ini kesimpulan yang diambil adalah terdapat hubungan antara lingkar leher dan lingkar pinggang dengan peningkatan tekanan darah pada responden

References

1. WHO. 2011. Regional Office for SouthEast Asia. Department of Sustainable Development and Healthy Environments. Non Communicable Disease : Hypertension (online)
(http://www.searo.who.int) diakses 22 Oktober 2015.
2. ------------.2013. Riset Kesehatan Dasar Indonesia (RISKESDAS) 2013. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Badan Penelitian dan Pengembangan
Kesehatan. Jakarta
3. Boivin, Brochu, Marceau P. 2007. Regional differences in adipose tissue metabolism in obese men. Metabolism. 56:533-540.
4. Wilborn, C., et al. 2005. Obesity: Prevalence, Theories, Medical Consequences, Management, and Research Directions. Journal ofthe International Society of Sports Nutrition. 2(2): 4-31.
5. Jing-ya Zhou, et.al. Neck circumference as an independent predictive contributor to cardio-metabolic syndrome. Cardiovascular Diabetology 2013, 12:76.
6. Chobanian et al, 2003. The Seventh Report of the Joint National Committee onPrevention, Detevtion, Evaluation,And Treatment of High Blood Pressure (JNC-VII), Jama
289:2560-2571
7. John D, Brunzell MD. Hypertriglyceridemia. N Engl J Med 2007; 357: 1009-17.
8. Boivin, Brochu, Marceau P. 2007. Regional differences in adipose tissue metabolism in obese men.
Metabolism. 56:533-540.
Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.