HUBUNGAN USIA DAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) IBU PRIMIGRAVIDA DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSUD PROF. Dr. W.Z. JOHANNES KUPANG

Keywords

primigravida, usia ibu, Indeks Massa Tubuh, Bayi Berat Lahir Rendah

How to Cite

korbafo, redemptus, Ndiwa, M., Lalandos, J., & Manafe, D. (2018). HUBUNGAN USIA DAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) IBU PRIMIGRAVIDA DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSUD PROF. Dr. W.Z. JOHANNES KUPANG. Cendana Medical Journal (CMJ), 6(2), 210-216. Retrieved from https://ejurnal.undana.ac.id/CMJ/article/view/412

Abstract

Bayi berat lahir rendah (BBLR) merupakan salah satu masalah kesehatan neonatus terbanyak di negara-negara berkembang. Salah satu faktor risiko BBLR adalah status gizi.Status gizi ibu hamil menggambarkan ketersediaan zat gizi bagi janin yang penting dalam mendukung proses pertumbuhan janin. Indeks massa tubuh (IMT) adalah salah satu indikator yang dapat menentukan status gizi ibu. Selain status gizi, faktor risiko lain yang dapat mempengaruhi berat lahir bayi adalah usia ibu saat hamil. Usia ibu saat hamil berpengaruh terhadap kesiapan organ reproduksi untuk hamil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan usia dan IMT ibu primigravida dengan kejadian bayi berat lahir rendah. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel 74 orang yang diambil dengan metode consecutive sampling setelah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, pada Agustus 2017 Sepetember 2017. Data diperoleh melalui wawancara secara langsung dan Buku KIA responden. Analisis data menggunakan uji Chi square. Hasil dari 74 sampel yang diteliti, didapatkan 17 kelahiran dengan kejadian BBLR dan 57 kelahiran dengan berat lahir normal. Dari 17 kelahiran BBLR, 1 kelahiran berasal dari primigravida muda (<20 tahun), 14 kelahiran dari primigravida normal (20-35 tahun) dan 2 kelahiran dari primigravida tua (>35 tahun). Sedangkan kasus BBLR yang berasal dari ibu dengan IMT berisiko berjumlah 11 kelahiran dan 6 kelahiran BBLR dari ibu dengan IMT tidak berisiko. Dari penelitian ini disimpilkan bahwa tidak terdapat hubungan antara usia ibu primigravida dengan kejadian BBLR. Terdapat hubungan antara IMT ibu primigravida dengan kejadian BBLR

References

1. United Nations Children’s Fund and
World Health Organization. Low Birthweight: Country, regional and global estimates. Unicef. 2004. 1-31 p.
2. WHO. Low Birth Weight. Univ Maryl Med Cent. 2012;1–8.
3. Kementerian Kesehatan. Profil Kesehatan Indonesia 2014. Vol. 51, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia; 2015. 40 p.
4. Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Profil Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2015. Kupang; 2015. 203 p.
5. Astria Y, Suwita CS, Suwita BM, Widjaya FF, Rohsiswatmo R. Low birth weight profiles at H. Boejasin
Hospital, South Borneo, Indonesia in 2010-2012. Paediatr Indones.
2016;56(3):155–61.
6. Trihardiani I, Puruhita N. Faktor Risiko Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Wilayah Kerja Puskesmas Singkawang Timur dan Utara Kota Singkawang. Progr Stud Ilmu Gizi Fak Kedokt Univ Diponegoro.
2011;1–55.
7. Lumbanraja S, Lutan D, Usman I. Maternal weight gain and correlation
with birth weight infants. Procedia Soc Behav Sci. 2013;103:647–56.
8. Mahumud RA, Sultana M, Sarker AR. Distribution and Determinants of Low Birth Weight in Developing Countries. J Prev Med Public Heal. 2016;18–28.
9. Shakya KL, Shrestha N, Kisiju P, Onta SR. Association of Maternal Factors with Low Birth Weight in Selected Hospitals of Nepal. J Nepal Health Res Counc. 2015;13(30):121– 5.
10. Dewie Sulistyorini SS. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian bblr di puskesmas perkotaan kabupaten banjarnegara. Politek Banjarnegara. 2012;1–6.
11. Ojha N, Malla DS. Low birth weight at term: Relationship with maternal anthropometry. J Nepal Med Assoc. 2007;46(166):52–6.
12. Sholiha H, Sumarmi S. Analisis Risiko Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) pada Primigravida. UNAIR. 2014;
13. Kusparlina EP. Hubungan Antara Umur Dan Status Gizi Ibu
Berdasarkan Ukuran Lingkar Lengan Atas Dengan Jenis BBLR. J Penelit Kesehat Suara Forikes.
2016;VII(1):21–6.
14. Weng Y-H, Yang C-Y, Chiu Y-W. Risk Assessment of Adverse Birth
Outcomes in Relation to Maternal Age. PLoS One. 2014;9(12):e114843. 77
15. Jayant D, Sushen B. Maternal Risk Factors for Low Birth Weight Neonates : a Hospital Based CaseControl Study in Rural Area of Western Maharashtra, India. Natl J Community Med. 2011;2(3):394–8.
16. Bhaskar RK, Deo KK, Neupane U, Bhaskar SC, Yadav BK, Pokharel HP, et al. A Case Control Study on Risk Factors Associated with Low Birth Weight Babies in Eastern Nepal. Int J Pediatr. 2015;
17. Scott-Pillai R, Spence D, Cardwell CR, Hunter A. The impact of body mass index on maternal and neonatal outcomes : a retrospective study in a UK obstetric population , 2004 – 2011. 2013;7–9.
18. Hélène D. Programming of chronic disease by impaired fetal nutrition Evidence and implications for policy and intervention strategies. WHO. 2002;
19. Zulhaida Lubis. Status Gizi Ibu Hamil Serta Pengaruhnya Terhadap Bayi Yang Dilahirkan. 2003;4.
20. Siza JE. Risk factors associated with low birth weight of neonates among pregnant women attending a referral hospital in northern Tanzania. Tanzan J Health Res. 2008;10(1):1–8.
21. Ehrenberg HM, Dierker L, Milluzzi C, Mercer BM. Low maternal weight , failure to thrive in pregnancy , and adverse pregnancy outcomes. Am J Obstet Gynecol. 2001;1726–30.
Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.