HUBUNGAN PENINGKATAN BERAT BADAN IBU SELAMA HAMIL PRIMIGRAVIDA DENGAN BERAT LAHIR BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS OEPOI KUPANG

Keywords

Berat badan Lahir, peningkatan berat Ibu hamil

How to Cite

korbafo, redemptus, Bhato, A., To Rante, S., & Lalandos, J. (2018). HUBUNGAN PENINGKATAN BERAT BADAN IBU SELAMA HAMIL PRIMIGRAVIDA DENGAN BERAT LAHIR BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS OEPOI KUPANG. Cendana Medical Journal (CMJ), 6(2), 256-262. Retrieved from https://ejurnal.undana.ac.id/CMJ/article/view/422

Abstract

Masa kehamilan merupakan masa kehidupan yang paling penting karena keadaan ibu selama hamil mempengaruhi keadaan bayi yang dikandungnya. Salah satu hal yang harus diperhatikan saat hamil adalah kebutuhan Nutrisi. Nutrisi saat masa kehamilan dapat mempengaruhi peningkatan berat badan ibu yang akan berperan penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan bayi dalam perut ibu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan peningkatan berat badan ibu selama hamil primigravida dengan berat lahir bayi di wilayah kerja puskesmas Oepoi . Metode penelitian ini merupakan studi analitik observasional rancangan cross sectional terhadap 52 (n=52) ibu yang memiliki anak yang dilahirkan di bulan juli sampai bulan september 2017 dengan teknik Total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Lembar wawancara, buku KIA atau rekam medis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ibu yang mempunyai peningkatan berat badan kurang dari rekomendasi melahirkan anak dengan BBL < 2500 berjumlah 10 orang, BBL ≥2500 berjumlah 15 orang (32,7%) , sedangkan ibu yang mempunyai peningkatan berat badan sesuai rekomendasi melahirkan anak dengan BBL < 2500 berjumlah 4 orang dan BBL ≥2500 berjumlah 23 orang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil uji korelasi Chi Square menunjukan tidak ada hubungan bermana antara peningkatan berat badan ibu selama hamil primigravida dengan berat lahir bayi di Puskesmas Oepoi tahun 2017 (p= 0,083)

References

1. Salmah (2006). Asuhan Kebidanan Antenatal. EGC. Jakarta : 61

2. Moehji.Sjahmien.2003.ilmu gizi.jilid 2.cetakan 1.PT Bharatara Niaga Media: Jakarta

3. Vinturache, A., Moledina, N., McDonald, S., Slater, D. & Tough, S. Pre-pregnancy Body Mass Index (BMI) and delivery outcomes in a Canadian population. BMC Pregnancy Childbirth 14, 422 (2014)
4. Schummers, L., Hutcheon, J. A., Bodnar, L. M., Lieberman, E. & Himes, K. P. Risk of adverse pregnancy outcomes by prepregnancy body mass index: a population-based study to inform prepregnancy weight loss counseling. Obstet. Gynecol. 125, 133–143 (2015)

5. Yang, S. et al. Parental Body Mass Index, Gestational Weight Gain, and Risk of Macrosomia: a Population-Based Case-Control Study in China. Paediatr. Perinat. Epidemiol. 29, 462–471 (2015)

6. Sebire, N. J., Jolly, M., Harris, J., Regan, L. & Robinson, S. Is maternal underweight really a risk factor for adverse pregnancy outcome? A population-based study in London. BJOG. 108, 61–66 (2001).

7. Thorsdottir, I., Torfadottir, J. E., Birgisdottir, B. E. & Geirsson, R. T. Weight gain in women of normal weight before pregnancy: complications in pregnancy or delivery and birthoutcome. Obstet. Gynecol. 99, 799–806 (2002).

8. Olson, C. M., Strawderman, M. S., Hinton, P. S. & Pearson, T. A. Gestational weight gain and postpartum behaviors associated with weight change from early pregnancy to 1 y postpartum. Int. J. Obes. Relat. Metab. Disord. 27, 117–127 (2003).

9. Cogswell, M. E., Serdula, M. K., Hungerford, D. W. & Yip, R. Gestational weight gain among average-weight and overweight women—what is excessive? Am. J. Obstet. Gynecol. 172, 705–712 (1995).

10. Ronnenberg, A. G. et al. Low preconception body mass index is associated with birth outcome in a prospective cohort of Chinese women. J. Nutr. 133, 3449–3455 (2003).

11. Stotland, N. E., Cheng, Y. W., Hopkins, L. M. & Caughey, A. B. Gestational weight gain and adverse neonatal outcome among term infants. Obstet. Gynecol. 108, 635–643 (2006).

12. Ota E, Haruna M, Suzuki M, Anh D, Tho H, Thanh T. Maternal body mass index and gestational weight gain and their association with perinatal outcomes in Viet Nam. 2011;(April 2010):127–36

13. Kesehatan K, Indonesia R. Profil Kesehatan Indonesia 2015. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia; 2015.

14. NTT DKP. Profil Kesehatan NTT tahun 2015. Kupang: 2015

15. Xiao L, Ding G, Vinturache A, Xu J, Ding Y, Guo J. Associations of maternal pre- pregnancy body mass index and gestational weight gain with birth outcomes in Shanghai , China. Nat Publ Gr [Internet]. Nature Publishing Group; 2017;(October 2016):1–8. Available from: http://dx.doi.org/10.1038/srep41073

16. Candrasari A, Romadhon YA, Auliafadina FD, Firizqina AB. Hubungan antara pertambahan berat badan ibu hamil dengan berat badan lahir bayi di kabupaten semarang. 2015;7:40–4.

17. Sarwono Prawirohardjo. ILMU KEBIDANAN. Edisi Keempat. Jakarta: P.T. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2003.

18. Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran. Obstetri Fisiologi. Bandung: Eleman; 1983.

19. Cunningham L. Obstetri Williams. Edisi 23. dr. Novita Salim D, editor. Jakarta: EGC; 2009.

20. Nursalam. Konsep dan penerapan metodologi penelitian ilmu keperawatan. Salemba Medika. Jakarta: 2008. p. 56-65

21. M.Sholeh Kosim, Ari Yunanto, Rizalya Dewi, Gatot Irawan Sarosa AU, editor. Buku Ajar Neonatologi. Edisi Pertama. Ikatan Dokter Anak Indonesia; 2012.

22. Andammori F, Lipoeto NI, Yusrawati. Hubungan tekanan darah ibu hamil aterm dengan berat badan lahir RSUP. [Internet]. Jurnal Kesehatan Andalas. 2013. [cited 2014 Jul 7]; 2(2). Available from http://jurnal.fk.unand.ac.id/articles/vol_2no_2/
23. Firdaus, T.T., Dewiastuti, M., dan Anisah. 2014. Hubungan Penambahan Berat Badan Ibu dan Anemia dalam Kehamilan dengan Berat Badan Lahir Bayi di Puskesmas Cimanggis. Jurnal Profesi Medika. Vol. 8, Nomor 1, Januari- Juni 2014
Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.