Chemistry Notes
https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/CN
<p> </p> <hr> <p><img style="float: left; margin-left: 10px; margin-right: 10px;" src="/public/site/images/Nursalim/CN.jpg" alt="" width="107" height="135"></p> <p style="text-align: right;"><strong>e-ISSN: 2622-1071</strong></p> <p style="text-align: right;"> </p> <p style="text-align: justify; line-height: 2em;">Chemistry Notes, published by Universitas Nusa Cendana, is a peer-reviewed journal focusing on original research(es) in chemistry, applied chemistry and educational chemistry. This bilingual journal (in English or in Bahasa Indonesia) is issued in 2 (two) volumes (June and December) every year. </p> <p> </p> <hr>Universitas Nusa Cendanaen-USChemistry Notes2622-1071<p>In order to publish in Chemistry Notes, authors are required to agree to the copyright permission stating that the authors give the publisher the right to reproduce, display or distribute the accepted manuscript. In this agreement the authors also automatically declare that the submitted manuscript is exempted from plagiarism issue and conflict of interest among the authors.</p>Identifikasi Metaboli Sekunder dan Uji Aktivitas Antibakteri Sabun Bunga Jantan Lontar (Borassus Flabellifer L.)
https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/CN/article/view/28289
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder dan mengetahui aktivitas antibakteri sabun bunga jantan lontar (<em>Borassus flabellifer</em> L.) terhadap bakteri <em>Staphylococcus aureus</em>. Ekstraksi bunga jantan lontar dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% selama 4×24 jam dan diperoleh rendemen sebesar 8,04%. Ekstrak kemudian diformulasikan menjadi sabun padat menggunakan metode <em>melt and pour</em> dengan penambahan <em>Virgin Coconut Oil </em>(VCO). Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa sabun bunga jantan lontar mengandung flavonoid, alkaloid, saponin (terdeteksi kuat), dan fenol (terdeteksi sedang), sedangkan terpenoid tidak terdeteksi. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram terhadap bakteri <em>Staphylococcus aureus</em> menggunakan variasi konsentrasi 10%, 5%, dan 1%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 10% diperoleh zona hambat sebesar 11,25 mm (kategori kuat), konsentrasi 5% sebesar 9 mm (kategori sedang-kuat), dan konsentrasi 1% sebesar 7,25 mm (kategori sedang). Kontrol positif (amoxicillin) menghasilkan zona hambat sebesar 17,75 mm, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan zona hambat. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa sabun bunga jantan lontar (<em>Borassus flabellifer</em> L.) mengandung metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri dan menunjukkan aktivitas penghambatan terhadap pertumbuhan <em>Staphylococcus aureus</em>, terutama pada konsentrasi 10%.</p>Shelline Tyoko DjahamouDodi DarmakusumaBibiana D. Tawa
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0
2026-07-282026-07-2881142810.35508/cn.v8i1.28289Analisis Kandungan Protein pada Ampas Jagung (Zea Mays L.) dan Tepung Limbah Ikan Lele (Clarias Sp.) menggunakan Metode Kjeldahl
https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/CN/article/view/27115
<h1>ABSTRAK</h1> <p> Telah dilakukan penelitian dengan judul Analisis Kandungan Protein pada Ampas Jagung (<em>zea mays </em>L<em>.)</em> dan Tepung Limbah Ikan Lele (<em>clarias Sp.)</em> Menggunakan Metode Kjeldahl. Penelitian ini bertujuan untumenganalisis kandungan protein pada campuran ampas jagung dan tepung limbah ikan lele menggunakan metode Kjeldahl, membandingkan kualitas proteinnya dengan pellet komersial, serta menentukan formula terbaik sebagai pakan ternak babi. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan metode Kjeldahl yang meliputi tahapan destruksi, destilasi, dan titrasi. Sampel terdiri dari 3 formula utama dengan 2 variasi pakan berbasis ampas jagung dan tepung limbah ikan lele (kepala dan tulang) dengan perbandingan komposisi 75:25, 70:30, dan 65:35 (% ), serta tiga jenis pellet komersial sebagai pembanding. Analisis dilakukan sebanyak tiga kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar protein pada sampel berkisar antara 15,29% hingga 22,28%, dengan kecenderungan meningkat seiring bertambahnya proporsi tepung limbah ikan lele. 3. Formula yang memenuhi sebagai pakan ternak babi adalah formula A dan B yang menghasilkan kadar protein sebesar 15-20 %. Sedangkan, Formula C tidak memenuhi untuk pakan babi karena kadar protein yang dihasilkan lebih dari 20 %. Dibandingkan dengan pellet komersial, beberapa formula sampel menunjukkan kadar protein yang setara bahkan lebih tinggi. Dengan demikian, campuran ampas jagung dan tepung limbah ikan lele berpotensi digunakan sebagai alternatif bahan pakan ternak babi yang bernilai gizi, ekonomis, dan ramah lingkungan.</p>Irene - BhokiDodi DarmakusumaLuther Kadang
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0
2026-07-282026-07-2881293710.35508/cn.v8i1.27115Sistem Kondensasi Berbasis Tenaga Surya sebagai Alternatif Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit
https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/CN/article/view/27178
<p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Rumah sakit adalah sebuah institusi kesehatan yang menyediakan layanan medis, perawatan, dan pengobatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Hasil samping dari aktivitas rumah sakit, tentunya akan menghasilkan limbah. Salah satu limbah utama yang dihasilkan oleh rumah sakit adalah air limbah, yang dapat menyebabkan masalah pencemaran. Persoalan ini menjadi tantangan yang harus diatasi. Salah satu alternatif untuk mengelola air limbah yaitu menggunakan sistem kondensasi. Alternatif ini merupakan pilihan yang efektif untuk mengelola air limbah menggunakan energi panas dari sinar matahari. Penelitian pada September-Oktober 2025 ini mengevaluasi kualitas air hasil kondensasi menggunakan alat berbasis tenaga surya dengan luas permukaan kondensasi 6.738,44 cm², menghasilkan rata-rata 194,8 mL air per hari dalam 7 jam. Parameter fisik (suhu, TDS) dan kimia (pH, TSS, amonia) diuji sesuai SNI yang berlaku dan dibandingkan dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 5 Tahun 2014. Hasil menunjukkan sistem kondensasi memiliki kemampuan untuk mereduksi suhu, TDS 99,16%, pH 21,04%, TSS 83,33% dan amonia 91,37%, membuktikan hasil kondensasi air limbah rumah sakit telah memenuhi baku mutu limbah rumah sakit sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014.</p>Luther KadangJohanes NasurSherlly M.F. Ledoh
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0
2026-07-282026-07-2881384910.35508/cn.v8i1.27178Karakterisasiasam Amino dan Gugus Fungsi pada Tepung dan Ekstrak Belalang
https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/CN/article/view/27133
<p>Abstrak <br>Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi asam amino dan gugus fungsi pada <br>tepung dan ekstrak belalang dilakukan melalui analisis protein, asam amino, dan gugus fungsi. <br>Tahapan penelitian meliputi pembuatan tepung dan ekstrak belalang, proses ekstraksi, analisis <br>asam amino menggunakan High Performance Liquid Chromatography (HPLC), penentuan <br>kadar protein menggunakan spektrofotometer UV-Vis, serta identifikasi gugus fungsi <br>menggunakan Fourier Transform Infrared (FTIR). Hasil analisis menunjukkan bahwa tepung <br>belalang mengandung protein sebesar 12,6%, sedangkan ekstrak belalang mengandung protein <br>sebesar 10,1%. Analisis HPLC mengidentifikasi keberadaan asam amino sistin sebagai salah <br>satu komponen utama. Spektrum FTIR menunjukkan adanya serapan khas gugus O–H, N–H, <br>dan C=O yang mengindikasikan keberadaan senyawa protein dan asam amino. Temuan ini <br>memberikan gambaran mengenai komposisi kimia serta potensi biologis tepung dan ekstrak <br>belalang sebagai sumber pangan dan pakan yang berpeluang untuk dikembangkan lebih lanjut.</p>Dodi DarmakusumaYohanita D.P. ParadaBibiana D. Tawa
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0
2026-07-292026-07-2981506110.35508/cn.v8i1.27133Penentuan Kandungan Triterpenoid dan Uji Aktivitas Antiksidan Ekstrak Metenol Tumbuhan Crotalaria Retusa L. menggunakan Metode 1,1-Difenil-2-Pikrirazil (DPPH)
https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/CN/article/view/29889
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa yang terkandung dalam ekstrak metanol tumbuhan <em>Crotalaria retusa </em>L., menentukan kandungan total triterpenoid dengan metode spektrofotometri UV-Vis dan uji aktivitas antioksidan dengan metode 1,1-Difenil-2-Pikrihidrazil (DPPH). Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak metanol tumbuhan <em>Crotalaria retusa </em>L. mengandung beberapa golongan senyawa seperti flavonoid, tanin dan triterpenoid. Kandungan total triterpenoid yang diperoleh adalah pada sampel daun sebesar 40,736 ± 2,80 mg UAE/g ekstrak, sampel batang sebesar 37,952 ± 1,93 mg UAE/g ekstrak dan sampel akar sebesar 32,096 ± 1,93 mg UAE/g ekstrak. Aktivitas antioksidan ekstrak metanol tumbuhan <em>Crotalaria retusa </em>L. memiliki nilai IC<sub>50</sub> untuk sampel batang sebesar 26,443 ppm dan sampel akar sebesar 4,615 ppm yang dikategorikan antioksidan sangat kuat. Sedangkan, sampel daun memiliki nilai IC<sub>50</sub> sebesar 78,964 ppm yang dikategorikan antioksidan kuat.</p>Theodore Y. K. LulanMarseliani TaneoSherlly M.F. Ledoh
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0
2026-07-292026-07-2981627410.35508/cn.v8i1.29889Analisis Besi(III) dengan Tanin sebagai Agen Pengompleks Menggunakan Metode Pencitraan Digital
https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/CN/article/view/29940
<p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pada penelitian ini, dilakukan evaluasi parameter kinerja analisis besi(III) dengan tanin sebagai zat pengompleks menggunakan metode pencitraan digital, yang didahului dengan penentuan beberapa kondisi optimum untuk pembentukan kompleks antara tanin dan Fe(III). Metode ini kemudian diterapkan untuk menentukan konsentrasi Fe(III) dalam sampel air nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH optimum adalah pH 3 dan waktu stabilitas berada pada kisaran 10 sampai 25 menit. Dengan membandingkan metode ini dengan metode spektrofotometri dengan KSCN sebagai zat pengompleks, ditemukan bahwa kedua metode ini tidak berbeda nyata dalam hal akurasi tetapi berbeda nyata dalam hal presisi. Ketika metode ini diterapkan untuk menganalisis Fe(III) dalam sampel air nyata yaitu air PDAM dan air limbah pengolahan mangan, perolehan kembali berada pada kisaran 80,98% sampai 90,78%.</p>Pius D. OlaEfra R. AlinkaReinner I. Lerrick
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0
2026-07-302026-07-3081748110.35508/cn.v8i1.29940Uji Aktivitas Penghambatan Enzim Α-Glukosidase dari Ekstrak Kulit Batang Sterculia Foetida L
https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/CN/article/view/29944
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase dari ekstrak kulit batang <em>S. foetida</em>. Pengujian ini dilakukan secara in vitro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol kulit batang S. foetida mengandung beberapa golongan senyawa kimia seperti flavonoid, tanin, triterpenoid dan steroid. Ekstrak metanol dari <em>S. foetida</em> diketahui memiliki aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase dengan persen penghambatannya pada konsentrasi 200 µg/mL adalah sebesar 62,15%. Nilai IC<sub>50</sub> dari ekstrak <em>S. foetida</em> yang diperoleh adalah sebesar 147,1801 µg/mL.</p>Theodore Y. K. LulanArnoldus G. TahoniSuwari .Reinner I. Lerrick
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0
2026-07-302026-07-3081829210.35508/cn.v8i1.29944Pemurnian Bertahap NaOH–H₂SO₄ terhadap Abu Sekam Padi dari Pulau Sumba untuk Produksi Silika Kemurnian Tinggi
https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/CN/article/view/29962
<p>Silika berhasil dimurnikan dari abu sekam padi yang berasal dari tiga sentra produksi padi di Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia, yaitu varietas Ciherang asal Anakalang (A), varietas Ciherang asal Kodi (B), dan varietas Inpari asal Waikabubak (C). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peningkatan kemurnian silika melalui perlakuan bertahap menggunakan natrium hidroksida (NaOH) yang diikuti dengan pengendapan menggunakan asam sulfat (H₂SO₄). Tahapan penelitian meliputi preparasi abu sekam padi, pemurnian menggunakan NaOH, pengendapan menggunakan H₂SO₄, serta analisis komposisi menggunakan X-Ray Fluorescence (XRF). Hasil analisis XRF menunjukkan bahwa kadar SiO₂ pada abu sekam padi awal berada pada kisaran 93,6–95,1%. Setelah perlakuan NaOH, kadar SiO₂ meningkat menjadi 96,8–98,7%, kemudian kembali meningkat setelah pengendapan menggunakan H₂SO₄ hingga mencapai 98,3–99,2%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemurnian bertahap menggunakan NaOH dan H₂SO₄ secara efektif meningkatkan kemurnian silika pada seluruh sampel, dengan kadar SiO₂ tertinggi sebesar 99,2% pada sampel C.</p>Hermania Em. WogoNatalia A. C. Bani
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0
2026-07-302026-07-3081939910.35508/cn.v8i1.29962Biosintesis Nanopartikel Perak (NPP) Menggunakan Ekstrak Buah Kersen (Muntingia Calabura L.) Asal Pulau Timor dan Aplikasinya pada Sensor Kertas Berbasis Smart Phone untuk Analisis Ion Merkuri
https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/CN/article/view/29845
<p>Telah dilakukan penelitian biosintesis nanopartikel perak (NPP) menggunakan ekstrak <br>buah kersen (Muntingia calabura L.) asal pulau Timor dan diaplikasikan pada sensor kertas <br>berbasis smartphone untuk analisis logam merkuri. Tujuan dari penelitian adalah untuk <br>mensintesis NPP menggunakan ekstrak buah kersen dari pulau Timor dan NPP tersebut <br>dipergunakan menganalis logam merkuri dengan metode sensor kertas berbasis smartphone. <br>Hasil penelitian menunjukan biositesis NPP dari ekstrak buah kersen asal pulau Timor berhasil <br>disintesis. Hal ini ditunjukan oleh perubahan warna dari bening menjadi jingga kecoklatan dan <br>panjang gelombang 430-450 nm pengukuran pada spektrofotmeter UV-VIS. NPP yang disintesis <br>menggunakan ekstrak rebusan pada suhu ruang lebih mampu bertahan daripada NPP yang <br>disintesis dengan disinari matahari. Sementara NPP dari ekstrak jus daging buah kersen pada <br>suhu ruang menghasilkan NPP yang cukup stabil. Sedangkan NPP dari ekstrak jus daging buah <br>kersen dengan penyinaran matahari, sintesis berlangsung spontan (NPP sangat tidak stabil). <br>Aplikasi NPP pada sensor kertas berbasis smartphone untuk analisis merkuri memberikan respon <br>positif. Hal tersebut ditunjukan oleh perubahan intensitas warna merah pada kertas sensor yang <br>dideteksi oleh kamera smartphone. Intensitas warna merah tersebut semakin menurun seiring <br>dengan meningkatnya konsentrasi Hg2+ yakni dalam rentang 5 hingga 60 ppm.</p>David TambaruMaria D. KakaReinner I. Lerrick
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0
2026-07-282026-07-288111310.35508/cn.v8i1.29845