STUDI KASUS SIMPANG TIGA TIDAK BERSINYAL DI JALAN JEND.SOEHARTO, JALAN H. R. KOROH DAN JALAN AMABI OEPURA KOTA KUPANG

CASE STUDY OF UNSIGNALIZED TRIPLE INTERSECTION AT JEND.SOEHARTO STREET, H.R. KOROH STREET AND AMABI OEPURA STREET, KUPANG CITY. H. R. KOROH AND AMABI OEPURA ROAD, KUPANG CITY

  • Yustinus Lau Mali(1*)
    Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan FKIP Undana
  • Ketut M. Kuswara(2)
    Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan FKIP Undana
  • Roly Edyan(3)
    Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan FKIP Undana
  • (*) Corresponding Author
Keywords: Jalan Raya, Simpang Tiga Tak Bersinyal, Kota Kupang

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kinerja pada simpang tiga tak bersinyal di Jalan Jend.Soeharto-Jalan Prof. H.R. Koroh-Jalan Amabi, solusi terbaik untuk memecahkan masalah kinerja simpang tiga tak bersinyal di Jalan Jend.Soeharto-Jalan Prof. H.R. Koroh-Jalan Amabi. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus (Case Study) dan pendekatan langsung terhadap masyarakat pengguna jalan dan masyarakat setempat. Berdasarkan hasil penilitian pada simpang di jalan Jend. Soeharto, jalan H.R. Koroh dan jalan Amabi, simpang tersebut mendapatkan tipe simpang 322 di mana simpang memiliki 3 lengan 2 jalur dan 2 arah dengan kemampuan simpang untuk menampung arus lalu lintas kapasitas dasar (CO) adalah 2700 smp/jam. Pada saat melakukan penilitian di simpang tersebut terjadi antrian panjang kendaraan sehingga menimbulkan panjang antrian yang berlebih dan konflik pada simpang yang menimbulkan terhambatnya pergerakan pada simpang sehingga terjadinya penumpukan kendaraan di dalam simpang. Berdasarkan hasil perhitungan pada simpang maka dapat di lihat hasil perhitungan Lhr adalah sebesar = 3768 kend/jam, sedangkan hasil perhitungan kapasitas sebenarnya smp/jam (C) adalah 3083 smp/jam. Sehingga perhitungan Lhr lebih besar dari kapasitas sebenarnya (C). Maka dapat di simpulkan bahwa pada simpang tersebut mengalami kelebihan kapasitas simpang. menampung kendaran pada simpang. ehingga solusi yang di perlukan adalah: Mengaktifkan kembali alat pengatur isyarat lalu lintas (APILL), Perlu melakukan pengawasan dari petugas yang berwenang untuk mengatur ketertiban dan kedisiplinan berlalu lintas, erlu di lakukan perluasan geometrik simpang atau pelebaran jalan guna untuk mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas, penurunan nilai derajat kejenuhan (DS), dan bisa menampung kendaran yang melintasi pada simpang dan dapat mengurangi tingkat antrian yang terjadi pada simpang.

Downloads

Download data is not yet available.

PlumX Metrics

Published
2026-03-16
Section
Articles