ANALISIS PENDAPATAN NELAYAN ALAT TANGKAP RAWAI DASAR (MINI BOTTOM LONG LINE) DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI TENAU KUPANG
Abstract
Abstrak - Penelitian ini dilatar belakangi oleh kondisi sosial ekonomi nelayan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tenau Kupang yang masih menghadapi ketidakpastian pendapatan akibat hasil tangkapan yang dipengaruhi musim, cuaca, serta biaya operasional penangkapan. Padahal sektor perikanan memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya nelayan rawai dasar (mini bottom long line). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan nelayan alat tangkap rawai dasar di PPP Tenau Kupang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan kuantitatif dan didukung analisis deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 17 responden nelayan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data yang dianalisis meliputi biaya tetap, biaya operasional, penerimaan, dan pendapatan bersih nelayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan nelayan rawai dasar dipengaruhi oleh jumlah hasil tangkapan, jenis ikan, harga jual ikan, serta besarnya biaya operasional yang dikeluarkan selama kegiatan penangkapan. Sistem bagi hasil antara pemilik dan nahkoda juga memengaruhi besarnya pendapatan yang diterima nelayan di PPP Tenau Kupang.
Kata kunci: pendapatan nelayan, rawai dasar, biaya operasional, penerimaan, PPP
Abstract - This research is motivated by the socio-economic conditions of fishermen at the Tenau Kupang Coastal Fishing Port (PPP), who still face income uncertainty due to catches influenced by seasons, weather, and fishing operational costs. However, the fisheries sector has great potential in improving the welfare of coastal communities, especially bottom long line fishermen. This study aims to analyze the income of bottom long line fishermen at the Tenau Kupang Coastal Fisheries Port (PPP). The research method used is a survey method with a quantitative approach and supported by qualitative descriptive analysis. Data collection was conducted through interviews, observations, and documentation of 17 fishermen selected using a purposive sampling technique. The data analyzed included fixed costs, operational costs, revenues, and net income. The results showed that the income of bottom longline fishermen was influenced by the amount of catch, fish species, fish selling price, and the amount of operational costs incurred during fishing activities. The profit-sharing system between the owner and the captain also influenced the amount of income received by fishermen at the Tenau Kupang PPP.
Keywords: fishermen's income, bottom longline, operational costs, revenue, PPP
Maria Selviana Luruk(1*)
