KONDISI SOSIAL EKONOMI DAN POLA PEMASARAN GURITA (OCTOPUS SP.) HASIL TANGKAPAN NELAYAN DI DESA HADAKAMALI, KABUPATEN SUMBA TIMUR, NUSA TENGGARA TIMUR

  • Ronaldo Turu Maramba Ndima(1*)
    Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Alexander Leonidas Kangkan(2)
    Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Nikanor Hersal Armos(3)
    Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Aludin Al Ayubi(4)
    Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • (*) Corresponding Author

Abstract

Abstrak - Kondisi sosial ekonomi nelayan memengaruhi kesejahteraan masyarakat pesisir di Kabupaten Sumba Timur. Penangkapan gurita (Octopus sp.) menjadi mata pencaharian utama masyarakat Desa Hadakamali, namun keterbatasan akses pasar dan ketergantungan pada pengepul masih memengaruhi pendapatan nelayan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi sosial ekonomi nelayan dan pola pemasaran gurita di Desa Hadakamali. Penelitian dilakukan pada Desember 2025–Januari 2026 menggunakan metode kuantitatif dengan analisis deskriptif kualitatif terhadap 36 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sosial ekonomi nelayan masih tergolong rendah dengan rata-rata pendapatan Rp 2.450.000 per bulan. Pola pemasaran gurita didominasi pemasaran tidak langsung melalui pengepul sehingga posisi tawar nelayan relatif lemah.

Kata kunci: Kondisi Sosial Ekonomi, Nelayan Gurita, Pola Pemasaran, Octopus Sp., Sumba Timur.

 

Abstract - The socio-economic conditions of fishermen affect the welfare of coastal communities in East Sumba Regency. Octopus (Octopus sp.) fishing is the main livelihood of the people in Hadakamali Village; however, limited market access and dependence on collectors still influence fishermen’s income. This study aimed to analyze the socio-economic conditions of fishermen and the marketing patterns of octopus in Hadakamali Village. The research was conducted from December 2025 to January 2026 using a quantitative method with descriptive qualitative analysis involving 36 respondents. The results showed that the socio-economic conditions of fishermen were still relatively low, with an average income of IDR 2,450,000 per month. The octopus marketing pattern was dominated by indirect marketing through collectors, resulting in a relatively weak bargaining position for fishermen.

Keywords: Socio-Economic Conditions, Octopus Fishermen, Marketing Patterns, Octopus sp., East Sumba.

Downloads

Download data is not yet available.

PlumX Metrics

Published
2026-04-04