KONSTRUKSI RAWAI DASAR YANG DIGUNAKAN OLEH NELAYAN DI PPP TENAU, KUPANG

  • Theresia Kutan(1*)
    Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Kiik Gretty Sine(2)
    Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Winster Larwuy(3)
    Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Ismawan Tallo(4)
    Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • (*) Corresponding Author

Abstract

Abstrak: Rawai dasar (bottom longline) merupakan salah satu alat tangkap yang banyak digunakan nelayan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tenau, Kota Kupang. Alat tangkap ini dinilai efektif untuk menangkap ikan demersal, mudah dioperasikan, serta memiliki biaya operasional relatif rendah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konstruksi rawai dasar yang digunakan nelayan di PPP Tenau. Penelitian dilaksanakan pada Juli–Agustus 2025 menggunakan metode survei. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada 10 nelayan pemilik/nakhoda kapal rawai dasar yang dipilih secara purposive sampling. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk menggambarkan karakteristik komponen dan ukuran konstruksi rawai dasar. Hasil penelitian menunjukkan konstruksi rawai dasar terdiri atas tali utama (main line), tali cabang (branch line), mata pancing, umpan, pemberat, dan pelampung/penanda. Panjang tali utama berkisar 180–5.000 m dengan bahan nylon atau senar, tali cabang 1–5 m, ukuran mata pancing nomor 5–12, dengan umpan yang umum digunakan meliputi ikan layang, selar, tongkol, kembung, tembang, dan lemuru, dan pemberat umumnya berupa besi atau semen cor, serta pelampung menggunakan plastik kapsul dan/atau bendera penanda.

Kata Kunci: Rawai dasar, konstruksi alat tangkap, PPP Tenau, Kota Kupang.

 

Abstract: Bottom longline is a fishing gear widely used by fishers at the Tenau Coastal Fisheries Port (PPP Tenau), Kupang, because it is effective for catching demersal fish, easy to operate, and relatively low-cost. This study aimed to describe the construction of bottom longline gear used by fishers at PPP Tenau. The research was conducted in July–August 2025 using a survey method. Data were collected through observation, interviews, and documentation from 10 bottom-longline boat owners/skippers selected by purposive sampling. Data were analyzed using descriptive quantitative methods to characterize the components and dimensions of the gear. The results show that the bottom longline consists of a main line, branch lines, hooks, bait, sinkers/weights, and floats/markers. Main line length ranged from 180 to 5,000 m (nylon or monofilament), branch lines ranged from 1 to 5 m, hook sizes ranged from No. 5 to No. 12, commonly used baits included scad, sardine, tuna, and related small pelagic fish, weights were typically made of iron or cast cement, and floats/markers used plastic capsules and/or flag markers.

Keywords: Bottom longline, fishing gear construction, PPP Tenau, Kupang.

Downloads

Download data is not yet available.

PlumX Metrics

Published
2026-10-10