EFISIENSI PEMASARAN RUMPUT LAUT (EUCHEUMA COTTONII) MENGGUNAKAN MARGIN PEMASARAN DI DESA LOBOHEDE, KECAMATAN SABU MESARA, KABUPATEN SABU RAIJUA

  • Adi Kamsi Loro(1*)
    Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Alexander Leonidas Kangkan(2)
    Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Desy Amalia Hidayati(3)
    Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Chaterina Agusta Paulus(4)
    Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • (*) Corresponding Author

Abstract

Abstrak: Kabupaten Sabu Raijua, khususnya Desa Lobohede, memiliki potensi dalam pengembangan budidaya rumput laut. Pemasaran menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pendapatan pembudidaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis margin dan efisiensi pemasaran rumput laut (Eucheuma cottonii) di Desa Lobohede, Kecamatan Sabu Mesara, Kabupaten Sabu Raijua. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, kuesioner, dan dokumentasi dengan melibatkan 15 petani rumput laut serta pelaku pemasaran. Analisis meliputi saluran pemasaran, margin, keuntungan, Farmer’s Share, dan efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat satu saluran pemasaran, yaitu petani → pedagang pengumpul → distributor. Harga yang diterima petani sebesar Rp15.000/kg, sedangkan harga pada tingkat pedagang sebesar Rp16.000/kg, dengan margin pemasaran Rp1.000/kg. Nilai Farmer’s Share mencapai 93,75%, yang menunjukkan bahwa sebagian besar nilai penjualan diterima oleh petani. Rantai pemasaran yang relatif pendek dan biaya distribusi yang rendah menyebabkan sistem pemasaran rumput laut di lokasi penelitian tergolong efisien. Namun, harga Rp15.000/kg belum dapat menjadi satu-satunya ukuran kesejahteraan petani karena pendapatan juga dipengaruhi oleh produksi, biaya budidaya, kualitas hasil, dan frekuensi panen.

Kata kunci: Rumput laut, Eucheuma cottonii, pemasaran, margin pemasaran, Farmer’s Share, efisiensi pemasaran.

 

Abstract: Sabu Raijua Regency, specifically Lobohede Village, possesses potential for the development of seaweed farming. Marketing is a key factor influencing farmers' income. This study aims to analyze the marketing margins and efficiency of seaweed (Eucheuma cottonii) in Lobohede Village, Sabu Mesara District, Sabu Raijua Regency. A quantitative approach with a descriptive-analytical method was employed. Data were collected through interviews, observations, questionnaires, and documentation, involving 15 seaweed farmers and marketing agents. The analysis covered marketing channels, margins, profits, the Farmer’s Share, and marketing efficiency. The results indicate the existence of a single marketing channel: farmer → collecting trader → distributor. The price received by farmers was Rp15,000/kg, while the price at the trader level was Rp16,000/kg, resulting in a marketing margin of Rp1,000/kg. The Farmer’s Share stood at 93.75%, indicating that the majority of the sales value was received by the farmers. The relatively short marketing chain and low distribution costs render the seaweed marketing system in the study area efficient. However, the price of Rp15,000/kg cannot serve as the sole indicator of farmer welfare, as income is also influenced by production volume, cultivation costs, product quality, and harvest frequency.

Keywords: seaweed, Eucheuma cottonii, marketing, marketing margin, Farmer’s Share, marketing efficiency.

Downloads

Download data is not yet available.

PlumX Metrics

Published
2026-10-10