KAJIAN JENIS, KEPADATAN DAN KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTOS DI OESAPA BARAT KOTA KUPANG

  • Etheldreda Emilie Suban Raya Riantoby(1*)
    Universitas Nusa Cendana
  • Chaterina A. Paulus(2)
    Universitas Nusa Cendana
  • Aludin Al Ayubi(3)
    Universitas Nusa Cendana
  • (*) Corresponding Author

Abstract

Abstrak – Makrozoobentos merupakan salah satu biota laut yang menetap di dasar perairan dan lebih sensitif terhadap gangguan lingkungan. Perubahan jenis, kepadatan dan keanekaragaman komunitas makrozoobentos terutama infauna merupakan respon dari akibat adanya bahan pencemar pada sedimen yang berasal dari aktivitas antropogenik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis, kepadatan dan keanekaragaman makrozoobentos di sekitar lokasi ekowisata mangrove Oesapa Barat, Kota Kupang. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Sampel makrozoobentos diambil pada 3 transek yang terdiri dari 3 plot pengamatan pada masing-masing transek dengan ukuran plot 2 meter x 2 meter. Analisis data menggunakan formula Indeks keanekaragaman Shanon-Winner dan perhitungan kepadatan populasi makrozoobentos dihitung dengan menghitung jumlah kepadatan individu yang dilakukan per satuan luas area pengambilan sampel. Hasil penelitian menemukan sebanyak 7 jenis makrozoobentos dengan nilai komposisi jenis tertinggi pada Nerita lineata sebesar 23,74%, dan terendah pada jenis Macrophtalimus hoscii sebesar 2,33%. Nilai kepadatan populasi makrozoobentos pada transek I dan II sebesar 6 ind/m² dengan nilai indeks keanakeragaman transek I sebesar 0,353 dan transek II nilai indeks keanakeragaman sebesar 0,354, sedangkan nilai kepadatan populasi transek III sebesar 10 ind/m² dengan nilai indeks keanekeragaman sebesar 0,357.

Kata Kunci: Makrozoobentos, Komposisi Jenis, Kepadatan populasi, Indeks Keanekaragaman.

Abstract – Macrozoobenthos is one of the marine biotas that resides at the bottom of the waters and is more sensitive to environmental disturbances. Changes in the type, density, and diversity of macrozoobenthic communities, especially infauna, are a response to the presence of contaminants in sediments originating from anthropogenic activities. The purpose of this study was to determine the type, density, and diversity of macrozoobenthos around the Oesapa Barat mangrove ecotourism site, in Kupang City. The methods used are qualitative and quantitative. Macrozoobenthos samples were taken from 3 transects consisting of 3 observation plots on each transect with a plot size of 2 meters x 2 meters. Data analysis used the Shannon-Winner diversity index formula and the calculation of macrozoobenthos population density was calculated by calculating the number of individual densities per unit area of the sampling area. The study's results found 7 species of macrozoobenthos with the highest species composition value in Nerita lineata of 23.74%, and the lowest in Macrophtalimus hoscii of 2.33%. The population density value of macrozoobenthos on transects I and II was 6 ind/m² with a diversity index value of for transect I 0.353 and for transect II a diversity index value of 0.354. In comparison, the population density value for transect III was 10 ind/m² with a diversity index value of 0.357.

Keywords: Macrozoobenthos, Species Composition, Population Density, Diversity Index.

Downloads

Download data is not yet available.

PlumX Metrics

Published
2021-10-25