KAJIAN JENIS, KEPADATAN DAN KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTOS DI OESAPA BARAT KOTA KUPANG

  • Etheldreda Emilie Suban Raya Riantoby Universitas Nusa Cendana
  • Chaterina A. Paulus Universitas Nusa Cendana
  • Aludin Al Ayubi Universitas Nusa Cendana

Abstract

Abstrak - Makrozoobentos yang mendiami suatu wilayah perairan menjadi indikator penentu kualitas perairan hal ini dikarenakan hidup makrozoobentos sangat peka terhadap kerusakan yang terjadi disekitarnya. Kerusakan ini muncul dikarenakan aktivitas ekowisata di wilayah pesisir yang menghasilkam sampah yang mengakibatkan terjadinya degradasi dari ekosistem mangrove seperti. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman dan kepadatan makrozoobentos di sekitar daerah kawasan ekowisata mangrove yang terdapat pada Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang. Sampel diambil pada lima transek dan lima plot pengamatan sehingga totalnya ada 25 plot dengan ukuran plot 1x1 m2. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Analisis data digunakan untuk mengukur dan mendapatkan hasil dari keanekaragaman makrozoobentos menggunakan formula Indeks keanekaragaman Shanon-Winner dan perhitungan kepadatan populasi makrozoobentos dihitung dengan menghitung jumlah kepadatan individu yang dilakukan per satuan luas area pengambilan sampel. Hasil penelitian ditemukan Nerita lineata memiliki nilai rata-rata komposisi terbesar 23,70%, diikuti jenis Clypomerus pelucida sebesar 17,13%, jenis Centhium lutusum sebesar 11,32%, jenis Chicoreus capucinus sebesar 11,34%, dan sisanya diisi oleh  9 jenis makrozoobentos lainnya. Rata-rata nilai komposisi jenis makrozoobentos memiliki nilai komposisi tertinggi dan mendominasi wilayah kawasan ekowisata mangrove adalah jenis Nerita lineate dan yang terendah adalah Cerithidae cingulated.

Kata Kunci: Makrozoobentos, Jenis, Keanekaragaman, Kepadatan

 

Abstract - Macrozoobenthos that inhabit an area is an indicator of determining the quality of these waters because the life of macrozoobenthos is very sensitive to damage that occurs around it. This damage occurs due to the impact of ecotourism activities in coastal areas such as garbage can lead to degradation of mangrove ecosystems such as the growth rate and survival of mangroves and the associated macrozoobenthos biota in it. The purpose of this study was to determine the diversity and density of macrozoobenthos around the mangrove ecotourism area of west Oesapa Village, Kupang City. Samples were taken on five transects and five observation plots so that in total there were 25 plots with a plot size of 1 x 1 m2. The methods used are qualitative and quantitative. Analysis of the data to measure the diversity of macrozoobenthos used the Shanon-Winner diversity index formula and the calculation of the population density of macrozoobenthos was calculated by calculating the number of individual densities per unit area of collection. The results of the study found that Nerita lineata had the largest average composition value of 23.70%, followed by Clypomerus pellucida at 17.13%, Centhium lutusum at 11.32%, Chicoreus capucinus at 11.34%, and the rest was filled by 9 other types of macrozoobenthos. The average composition value of macrozoobenthos species has the highest composition value and dominates the area of mangrove ecotourism area is Nerita lineate and the lowest is Cerithidae cingulated.

Keywords: Macrozoobenthos, Species, Index of Diversity, Density

Published
2021-10-25