EFEKTIFITAS PENAMBAHAN JARING KANTONG PADA BUDIDAYA RUMPUT LAUT Kappaphycus striatum SISTEM TALI RAWAI

  • Lukas G. G. Serihollo Program Studi Teknik Budidaya Perikanan, Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang
  • Rifqah Pratiwi Program Studi Teknik Budidaya Perikanan, Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang
  • Ni Putu Dian Kusuma Program Studi Teknik Budidaya Perikanan, Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang
  • Pieter Amalo Program Studi Teknik Budidaya Perikanan, Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang
  • Lego Suhono Program Studi Teknik Budidaya Perikanan, Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang

Abstract

Abstrak - Penelitian dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan Kappaphycus striatum dibudidayakan dengan sistem tali rawai dan jaring kantong yang dibudidayakan selama 42 hari. Penelitian menggunakan dua perlakuan, yakni budidaya rumput laut dengan tali rawai dan jaring kantong dengan empat pengulangan. Desain yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Randomize Pretest-Posttest Control Group Design yang kemudian dianalisis dengan Uji-t dua sampel. Laju pertumbuhan spesifik, pertumbuhan mutlak, dan pertumbuhan relatif Kappaphycus striatum pada sistem tali rawai masing-masing berkisar antara 2,52 ± 0,23 % per hari, 140,82 ± 19,46 gram, 91,7  ±  9,73 %, dan pada sistem jaring kantong masing-masing berkisar antara 3,58 ± 0,26 % per hari, 239,32 ± 21,95 gram dan 153,41 ± 10,97%. Nilai-nilai tersebut dipengaruhi oleh perubahan variabel kualitas air selama periode budidaya. Berdasarkan uji t, sistem tali rawai dan jaring kantong secara signifikan berbeda nyata (p < 0,05) satu sama lain. Kondisi parameter kualitas air suhu, pH, oksigen terlarut, kecepatan arus dan kedalaman sesuai dengan standar yang ditetapkan, sebaliknya pada parameter salinitas, kecerahan, nitrat dan ortofosfat belum mendukung pertumbuhan optimal untuk budidaya Kappaphycus striatum. Namun secara keseluruhan disimpulkan bahwa penggunaan jaring kantong pada budidaya rumput laut Kappaphycus striatum memiliki pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan sistem tali rawai.

Kata Kunci: Rumput Laut, Kappaphycus striatum, Jaring Kantong, Tali Rawai

 

Abstract - The study was conducted to determine the growth of Kappaphycus striatum cultivated with a longline and bag net system which was cultivated for 42 days. The study used two treatments, namely seaweed cultivation with longlines and bag nets with empathy. The design used in this study was the Randomize Pretest-Posttest Control Group Design which was then analyzed by using a two-sample t-test. Specific growth rates, absolute growth, and relative growth of Kappaphycus striatum in the longline system ranged from 2.52 ± 0.23% day-1, 140.82 ± 19.46 g, 91.7 ± 9.73%, respectively. And in the bagged net system, respectively around 3.58 ± 0.26% day-1, 239.32 ± 21.95 g and 153.41 ± 10.97%. These values ​​are influenced by changes in air quality variables during the cultivation period. Based on the t-test, the longline system and bag nets were significantly different (p < 0.05) from each other. The parameters of air quality, pH, dissolved oxygen, current velocity, and depth were by the established standards, on the other hand, the parameters of salinity, brightness, nitrate, and orthophosphate did not support optimal growth for Kappaphycus striatum cultivation. But overall the key is that the use of bag nets in seaweed cultivation Kappaphycus striatum has better growth compared to the longline system.

Keywords : Seaweed, Kappaphycus striatum, Bag Net, Longline.

Published
2021-10-25