Hematologic Profile of Local Dogs Post-Rabies Vaccination in Kupang City

Profil Hematologi Anjing Lokal Setelah Vaksinasi Rabies di Kota Kupang

  • Yohanes T.R.M.R. Simarmata(1*)
    Department of Clinic, Reproduction, Pathology, and Nutrition, Faculty of Medicine and Veterinary Medicine, Universitas Nusa Cendana, East Nusa Tenggara, Indonesia
  • Maria Aega Gelolodo(2)
    Department of Veterinary Disease and Public Health, Faculty of Medicine and Veterinary Medicine, Universitas Nusa Cendana, East Nusa Tenggara, Indonesia
  • Maria Laurenci Fanny Permata Kale(3)
    Department of Clinic, Reproduction, Pathology, and Nutrition, Faculty of Medicine and Veterinary Medicine, Universitas Nusa Cendana, East Nusa Tenggara, Indonesia
  • Yustinus Oswin Primajuni Wuhan(4)
    Department of Clinic, Reproduction, Pathology, and Nutrition, Faculty of Medicine and Veterinary Medicine, Universitas Nusa Cendana, East Nusa Tenggara, Indonesia
  • (*) Corresponding Author
Keywords: Anjing, Hematologi, Kupang, Rabies, Vaksinasi

Abstract

Rabies merupakan penyakit zoonosis yang fatal dan tetap menjadi ancaman kesehatan masyarakat di wilayah berisiko tinggi seperti Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kota Kupang sebagai salah satu wilayah di NTT dengan upaya vaksinasi intensif memerlukan data ilmiah terkait keamanan vaksin rabies pada anjing lokal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perubahan parameter hematologi pada anjing lokal berusia lebih dari satu tahun sebelum dan setelah vaksinasi rabies. Sebanyak 10 ekor anjing sehat dipilih menggunakan metode purposive sampling. Sampel darah dikumpulkan sebelum vaksinasi, satu bulan setelah vaksinasi, dan tiga bulan setelah vaksinasi. Analisis hematologi dilakukan menggunakan uji Shapiro–Wilk untuk normalitas, One-Way ANOVA untuk data berdistribusi normal, dan Kruskal–Wallis untuk data non-normal, dengan batas signifikansi ditetapkan pada p < 0.05. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan pada parameter RBC, HGB, PCV, MCV, MCH, MCHC, dan WBC (p > 0,05), dan meskipun terdapat fluktuasi ringan antar waktu, seluruh nilai tetap berada dalam kisaran fisiologis normal. Temuan ini mengindikasikan bahwa vaksin rabies aman secara hematologis bagi anjing lokal yang sehat dan tidak menimbulkan respon inflamasi sistemik hingg tiga bulan setelah vaksinasi. Berdasarkan penelusuran literatur, penelitian ini merupakan kajian awal yang mengevaluasi respons hematologi pasca-vaksinasi rabies pada anjing lokal di Kota Kupang. Penelitian lanjutan disarankan untuk menilai titer antibodi dan faktor nutrisi guna memahami hubungan antara status hematologi, respons imun, dan efektivitas vaksinasi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arifin, Z. (2019). Penelitian pendidikan: Metode dan paradigma baru. Alfabeta.

Budiman, R. A. (2013). Kapita selekta kuesioner: Pengetahuan dan sikap dalam penelitian kesehatan. Salemba Medika.

Dibia, I. N., Sumiarto, B., Susetya, H., Putra, A. A. G., & Scott-Orr, H. (2015). Faktor-faktor risiko rabies pada anjing di Bali. Jurnal Veteriner, 16(3), 389–398.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang. (2024). Surat Penetapan KLB Rabies Nomor 443/697/P2P/VII/2024. Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang.

Hoffbrand, A. V., & Pettit, J. E. (1996). Essential haematology. EGC.

Kennedy, L. J., Lunt, M., Barnes, A., McElhinney, L., Fooks, A. R., Baxter, D. N., & Ollier, W. E. R. (2007). Factors influencing the antibody response of dogs vaccinated against rabies. Vaccine, 25(51), 8500–8507. https://doi.org/10.1016/j.vaccine.2007.10.015

Khariri, K., & Noviantari, A. (2022). Perjalanan panjang dalam pengembangan vaksin baru. Seminar Nasional Riset Kedokteran, 3(1).

Latimer, K. S. (2011). Duncan and Prasse’s veterinary laboratory medicine: Clinical pathology. Wiley-Blackwell.

Murphy, F. A., Gibbs, E. P. J., Horzinek, M. C., & Studdert, M. J. (2006). Veterinary virology (3rd ed.). Academic Press.

Natalia, R. D. (2008). Jumlah eritrosit, nilai hematokrit dan kadar hemoglobin ayam pedaging umur 6 minggu yang diberi suplemen kunyit, bawang putih dan zink (Undergraduate Tesis). Universitas Brawijaya. Malang

Phuyal, S., Acharya, K. P., & Yon, D. K. (2024). Antibody titres after vaccination: A missing key to rabies control. The Lancet, 404(10459), 1192–1193. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(24)00739-8

Rafdinal, I., Amirudin, A., Azmilia, N., Zuraidawati, Z., Sayuti, A., Zuhrawati, Z., & Daud, R. (2016). Perbedaan jumlah leukosit setelah transplantasi kulit secara autograft dan isograft pada anjing lokal. Jurnal Medika Veterinaria, 10(2), 144–146.

Singh, R., Singh, K. P., Cherian, S., Saminathan, M., Kapoor, S., Reddy, G. B. M., Panda, S., & Dhama, K. (2017). Rabies: Epidemiology, pathogenesis, public health concerns, and advances in diagnosis and control. Veterinary Quarterly, 37(1), 212–251. https://doi.org/10.1080/01652176.2017.1343516

Sudira, I. W., Purba, D. J., & Dharmawan, N. S. (2018). Gambaran leukosit anak anjing Kintamani yang diberikan kapsul temulawak dan divaksin rabies. Indonesia Medicus Veterinus, 7(4), 367–376.

Wera, E., Jermias, J. A., & Bulu, P. M. (2022). Kepadatan populasi anjing di area penyangga Pelabuhan Bolok dan Tenau Provinsi Nusa Tenggara Timur. Prosiding Seminar Nasional Hasil-Hasil Penelitian, 5(1).

World Health Organization. (2018). Vaccinating against rabies to save lives. https://www.who.int/activities/vaccinating-against-rabies-to-save-lives

Yale, G., Sudarshan, S., Taj, S., Patchimuthu, G. I., Mangalanathan, B. V., Belludi, A. Y., Shampur, M. N., Krishnaswamy, T. G., & Mazeri, S. (2021). Investigation of protective rabies antibodies in vaccinated dogs in Chennai, India. Veterinary Record Open, 8(1), e8. https://doi.org/10.1002/vro2.8

PlumX Metrics

Published
2025-12-11
How to Cite
Simarmata, Y., Gelolodo, M., Kale, M., & Wuhan, Y. (2025). Hematologic Profile of Local Dogs Post-Rabies Vaccination in Kupang City. JURNAL KAJIAN VETERINER, 13(2), 248-254. https://doi.org/10.35508/jkv.v13i2.25786

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.