Jurnal Peternakan Lahan Kering
https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/JPLK
<p>Dryland livestock journal is a journal that publishes various research topics in the field of livestock, covering livestock production, livestock nutrition, forage crops, feed technology, livestock genetics and reproduction, livestock socio-economics, livestock physiology, and livestock processing technology. Articles that can be published are related to livestock as research objects, such as beef cattle, goats, horses, pigs, sheep and poultry, as well as livestock products. Jurnal Peternakan Lahan Kering is an open-access and credible peer-reviewed journal that publishes original research with E-ISSN 2714-7878. Articles are published by the Faculty of Animal Husbandry, Maritime Affairs and Fisheries, which is published four times per year, namely March, June, September and December.</p>Universitas Nusa Cendanaen-USJurnal Peternakan Lahan Kering2714-7878Pengaruh Substitusi Tepung Jagung denganTepung Sorgum dalam Ransum terhadap Performa Ayam KUB Periode Grower
https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/JPLK/article/view/25450
<p>This research aims to study the effect of substituting corn flour with sorgum flour in the ration on the performance of KUB chicken. This research used 100 KUB chickens and lasteid for four weieiks. Thei reiseiarch meithod useid was a compleiteily randomizeid deisign consisting of 5 treiatmeints, eiach treiatmeint consisting of 5 reiplications and eiach reiplication containing 4 chickeins. Treiatmeints is diffeireintiateid baseid on thei peirceintagei of sorghum useid as a substitutei for corn in thei ration. Thei fivei treiatmeints arei R<sub>0</sub> : 0% sorghum in thei ration and, R<sub>1, </sub>R<sub>2, </sub>R<sub>3</sub>, R<sub>4</sub> reispeictiveily 20%, 40%, 60%, and 80% sorghum as a substitutei for corn in thei ration. Variableis meiasureid includei body weiight gain, feieid consumption, body weiight gain, final body weiight and feieid conveirsion ratio. Thei reisults of analysis of variancei showeid that substitution of corn flour with sorghum flour up to 80% had no significant eiffeict on thei peirformancei of chickeins. Baseid on thei reiseiarch reisults, it can bei concluded that sorghum can substitute 80% corn in chicken diets without adversely affecting growth performance of KUB chickens in the grower period.</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dampak penggantian tepung jagung dengan tepung sorgum dalam ransum terhadap performa Ayam Lokal Unggul (KUB) Balitbangtan. Studi ini menggunakan 100 ekor ayam KUB berusia empat minggu dan dilakukan selama empat minggu. Studi ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan, masing-masing dengan 5 ulangan, dan setiap ulangan terdiri dari 4 ekor ayam. Perawatan dibedakan berdasarkan proporsi sorgum yang digunakan sebagai pengganti jagung dalam makanan. Lima perlakuan terdiri dari R0, yang mencakup 0% sorgum dalam pakan, dan R1, R2, R3, serta R4, yang masing-masing mencakup 20%, 40%, 60%, dan 80% sorgum, sebagai pengganti jagung dalam pakan. Variabel yang diukur meliputi peningkatan berat badan, asupan pakan, berat badan akhir, dan rasio konversi pakan. Analisis data varians menunjukkan bahwa mengganti tepung jagung dengan tepung sorgum hingga 80% tidak berdampak signifikan terhadap performa ayam percobaan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tepung sorgum dapat digunakan untuk mensubtitusi tepung jagung sampai dengan 80% tanpa menurunkan performa ayam KUB periode <em>grower</em>.</p> <p> </p>Patce OematanN.G.A MulyantiniAgustinus Konda Malik
##submission.copyrightStatement##
2026-07-292026-07-298220321010.35508/jplk.v8i2.25450Pengaruh Pemberian Air Rebusan Daun Pepaya Jepang (Cnidoscolus aconitifolius) dalam Air Minum terhadap Performa Ayam Broiler
https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/JPLK/article/view/27392
<p>This research aimed to study the effect of administering Japanese Papaya leaf decoction in drinking water on broiler chicken performance. The study was designed using a completely randomized design consisting of 5 treatments and 4 replicates. Each replicate contained 5 chickens. The treatments were P<sub>0</sub> as the control, with no added Japanese Papaya leaf decoction; P<sub>1</sub> 25 ml of Japanese Papaya leaf decoction / 975 ml drinking water; P<sub>2</sub> 50 ml of Japanese Papaya leaf decoction / 950 ml drinking water; P<sub>3</sub> 75 ml of Japanese Papaya leaf decoction / 925 ml drinking water; and P<sub>4</sub> 100 ml of Japanese Papaya leaf decoction / 900 ml drinking water. Parameters observed included feed intake, drinking water consumption, body weight gain, and feed conversion ratio. The results of the analysis of variance showed that the addition of Japanese Papaya leaf decoction to drinking water had a significant effect (P<0.05) on the amount of drinking water consumed, but did not significantly affect (P>0.05) feed intake, body weight gain, and feed conversion ratio. Based on the research findings, it is concluded that providing Japanese Papaya leaf decoction at a concentration of 100 ml / 900 ml drinking water can increase drinking water consumption but has not yet improved feed intake, body weight gain, and feed conversion ratio in Broiler Chickens</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian air rebusan daun pepaya jepang dalam air minum terhadap performa ayam broiler. Dirancang menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri atas 5 perlakuan dan 4 ulangan. Masing-masing ulangan berisi 5 ekor ayam. Perlakuan yang diberikan yaitu: P0 sebagai kontrol tanpa tambahan air rebusan daun pepaya jepang; P1 25 ml air rebusan daun pepaya jepang / 975 ml air minum; P2 50 ml air rebusan daun pepaya jepang / 950 ml air minum; P3 75 ml air rebusan daun pepaya jepang / 925 ml air minum; dan P4 100 ml air rebusan daun pepaya jepang / 900 ml air minum. Parameter yang diamati meliputi konsumsi pakan, konsumsi air minum, pertambahan bobot badan, dan konversi pakan. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan air rebusan daun pepaya jepang ke dalam air minum berpengaruh signifikan (P<0,05) terhadap jumlah air minum yang dikonsumsi, namun tidak memberikan pengaruh yang signifikan (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, peningkatan bobot badan, dan konversi pakan. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa pemberian air rebusan daun pepaya jepang dengan 100 ml / 900 ml air minum mampu meningkatkan konsumsi air minum dan belum mampu memperbaiki konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, dan konversi pakan ayam broiler.</p> <p> </p>Abner NesimnasiAgustinus Konda MalikMarkus Sinlae
##submission.copyrightStatement##
2026-07-292026-07-298221121910.35508/jplk.v8i2.27392Efek Penggunaan Larutan Daun Kelor (Moringa Oleifera) dalam “Liquid Feeding” Terhadap Pertambahan Ukuran Linear Tubuh dan tebal Lemak Punggung Babi Peranakan Landrace Fase Starter – Grower
https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/JPLK/article/view/30239
<p>This research aimed to assess the effects of including moringa leaf solution into meals on the rate of body weight gain and back fat thickness in landrace pigs. This research used a sample of 12 landrace crossbred pigs that had been castrated. The piglets were in the development period and were between 3 and 4 months old. The body weight varied between 18 and 45 kg, with an average of 29.17 kg and a coefficient of variation of 34.20%. A randomized block design (RAK) with 4 treatments and 3 replications was used. The treatments that were examined include RL0, which is a basal liquid feed without any additional substances (control), RL1, which is a basal liquid feed with a 5% solution of moringa leaf, RL2, which is a basal liquid feed with a 10% solution of moringa leaf, and RL3, which is a basal liquid feed with a 15% solution of moringa leaf. The measured variables included the body length, height, chest circumference, and back fat thickness of the study pigs. The analysis of variance revealed that the body length and height of the pigs in the study did not have a statistically significant impact (p>0.05). Furthermore, R1 and R2 did not exhibit any significant differences, while R3 showed a significant difference compared to R0. Additionally, it was observed that the chest circumference increased and the back fat thickness decreased when the pigs were administered a 15% solution of moringa leaf. The findings indicate that using a solution derived from moringa leaves (Moringa oleifera) in "liquid feeding" may lead to a significant growth in body length and chest circumference. However, it does not seem to have a significant impact on height gain and back fat thickness.</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan larutan daun kelor pada ransum terhadap laju pertambahan bobot badan dan tebal lemak punggung pada babi ras asli. Penelitian ini menggunakan sampel 12 ekor babi persilangan ras asli yang telah dikebiri. Anak babi tersebut dalam masa perkembangan dan berumur antara 3 sampai 4 bulan. Bobot badan bervariasi antara 18 sampai 45 kg, dengan rata-rata 29,17 kg dan koefisien variasi 34,20%. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diujikan meliputi RL0<br>yaitu pakan cair basal tanpa tambahan zat apapun (kontrol), RL1 yaitu pakan cair basal dengan larutan daun kelor 5%, RL2 yaitu pakan cair basal dengan larutan daun kelor 10%, dan RL3 yaitu pakan cair basal dengan larutan daun kelor 15%. Variabel yang diukur meliputi panjang badan, tinggi badan,<br>lingkar dada, dan ketebalan lemak punggung babi yang diteliti. Analisis varians menunjukkan bahwa panjang badan dan tinggi badan babi dalam penelitian tersebut tidak memiliki dampak yang signifikan secara statistik (p>0,05). Lebih lanjut, R1 dan R2 tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan,<br>sedangkan R3 menunjukkan perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan R0. Selain itu, diamati bahwa lingkar dada meningkat dan ketebalan lemak punggung menurun ketika babi diberi larutan daun kelor 15%. Temuan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan larutan yang berasal dari daun kelor<br>(Moringa oleifera) dalam "pemberian makanan cair" dapat menyebabkan pertumbuhan panjang badan dan lingkar dada yang signifikan. Namun, tampaknya tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap pertambahan tinggi badan dan ketebalan lemak punggung.</p> <p> </p>Lopo Vebrian NaimanuI Made Suaba AryantaTagu Dodu
##submission.copyrightStatement##
2026-06-222026-06-2282220 – 225220 – 22510.35508/jplk.v8i2.30239Pengaruh Relationship Marketing Terhadap Loyalitas Pelanggan Rumah Makan Se’i Babi Aroma di Kota Kupang
https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/JPLK/article/view/24905
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">This study examines the effect of relationship marketing on customer loyalty at Se'i Babi Aroma Restaurant in Kupang City. Relationship marketing in this study was measured through four independent variables, namely product quality, price, promotion, and brand image, using observation, interview, and documentation methods on 70 customers of Se'i Babi Aroma Restaurant. The sampling technique used was Accidental Sampling with the criteria of customers who are currently making purchases and have purchased the product at least once a month. Data were analyzed using multiple linear regression. The results of the analysis showed that product quality (b = 0.004, p = 0.002), price (b = 0.035, p = 0.000), and brand image (b = 0.109, p = 0.000) have a positive and significant effect on customer loyalty, which means that an increase in these three variables substantially encourages an<br>increase in customer loyalty. The coefficient value indicates the magnitude of the change in customer loyalty for every one unit change in the independent variable concerned. Product quality, price, and brand image have a positive effect on customer loyalty, meaning that an increase in these variables tends to increase<br>loyalty.</span></span></p> <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini menanamkan pengaruh pemasaran relasional terhadap loyalitas pelanggan Rumah Makan Se'i Babi Aroma, dengan kualitas produk, harga, promosi, dan citra merek sebagai variabel independen. Data diperoleh dari 70 pelanggan melalui kuesioner menggunakan Accidental Sampling dan dianalisis dengan regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas produk (b = 0,004, p = 0,002), harga (b = 0,035, p = 0,000), dan citra merek (b = 0,109, p = 0,000) berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan, yang berarti bahwa peningkatan pada ketiga variabel tersebut secara substansial mendorong peningkatan loyalitas pelanggan.</span></span></p> <p> </p>Edeltrudis Angela Bita SeranMaria Yasinta LurukSolvi M MakandoluUlrikus Romsen Lole
##submission.copyrightStatement##
2026-09-122026-09-1282226 – 234226 – 23410.35508/jplk.v8i2.24905Analisis Tampilan Pasar Ternak Kambing di Kabupaten Sabu Raijua
https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/JPLK/article/view/28076
<p>This study aims to examine the marketing structure of goats in Sabu Raijua Regency by identifying<br>marketing channels, analyzing marketing margins, and calculating the farmer's share. The research<br>employed a field survey technique with a systematic four-stage sampling procedure. In the first stage,<br>sample sub-districts were selected using purposive sampling. In the second stage, sample villages were<br>also determined through purposive sampling. The third stage involved the selection of farmer<br>respondents using non-proportional random sampling, while the fourth stage determined trader<br>respondents through the snowball sampling technique. Following the purposive selection of Raijua and<br>West Sabu sub-districts, four sample villages were chosen. Through non-proportional random sampling,<br>a total of 120 farmers were included in the sample, while the snowball sampling technique was used to<br>identify local collectors and inter-island traders. The results reveal the existence of two marketing<br>channel models: direct and indirect channels. Quantitative analysis shows that the total marketing<br>margin reaches IDR 23,210,856 per livestock unit (LU), distributed between local collectors at IDR<br>10,353,714/LU and inter-island traders at IDR 12,857,142/LU. Furthermore, the farmer's share value<br>reaches 66.67%. This high proportion of the price received by farmers indicates that the goat marketing<br>mechanism in Sabu Raijua Regency has been operating efficiently. These findings provide an important<br>overview for the development of livestock distribution policies in archipelagic regions.</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur pemasaran ternak kambing di Kabupaten Sabu Raijua melalui identifikasi saluran pemasaran, analisis margin pemasaran, serta penghitungan <em>farmer’s share</em>. Penelitian ini menggunakan teknik survei lapangan pada komunitas peternakan kambing lokal. Proses empat langkah yang sistematis digunakan untuk melakukan pengambilan sampel. Empat desa contoh dipilih setelah Kecamatan Raijua dan Sabu Barat dipilih secara purposif pada langkah pertama. Menggunakan pengambilan sampel acak non-proporsional, jumlah petani dalam sampel ditemukan sebanyak 120.sementara sampel pedagang ditentukan melalui teknik <em>snowball sampling</em> hingga menjaring pedagang pengumpul dan pedagang antar-pulau. Hasil penelitian mengungkap keberadaan dua model saluran pemasaran, yakni saluran langsung dan tidak langsung. Analisis kuantitatif menunjukkan total margin pemasaran mencapai Rp23.210.856 per satuan ternak (ST), yang terdistribusi pada pedagang pengumpul sebesar Rp10.353.714/ST dan pedagang antar-pulau sebesar Rp12.857.142/ST. Selain itu, nilai <em>farmer’s share</em> yang diterima peternak mencapai 66,67%. Tingginya proporsi harga yang diterima peternak tersebut mengindikasikan bahwa mekanisme pemasaran ternak kambing di Kabupaten Sabu Raijua telah berjalan secara efisien. Hasil ini memberikan gambaran penting bagi pengembangan kebijakan distribusi ternak di wilayah kepulauan.</p> <p> </p>Hatita Teri BakeMaria Rosdiana Deno RatuDiana Meliani SabatSolvi Mariana Makandolu
##submission.copyrightStatement##
2026-09-122026-09-1282235 – 244235 – 24410.35508/jplk.v8i2.28076Analisis Pendapatan Usaha Ternak Babi Dengan Sumber Pakan Yang Berbeda Di Kecamatan Amarasi Selatan Kabupaten Kupang
https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/JPLK/article/view/28077
<p>This study aims to analyze the income and feasibility of pig farming based on different feed sources,<br>specifically commercial and conventional feed, in South Amarasi District, Kupang Regency. This study<br>utilized a survey method conducted through multistage sampling involving 80 farmers, the data were<br>analyzed based on production costs, revenue, income, and feasibility indicators, including R/C ratio,<br>B/C ratio, and Break-Even Point (BEP). The results indicate that pig farming using commercial feed<br>incurs a total production cost of IDR 27,330,595/year, generating a revenue of IDR 37,522,500/year<br>and an income of IDR 27,551,905/year. The feasibility metrics for commercial feed are R/C 2.01, B/C<br>1.01, BEP unit 0.40, and BEP price IDR 2,424,204. Conversely, conventional feed farming shows a<br>production cost of IDR 16,550,549/year, revenue of IDR 11,435,000/year, and an income of IDR<br>5,284,451/year, with feasibility values of R/C 1.32, B/C 0.32, BEP unit 0.38, and BEP price IDR<br>1,692,556. In conclusion, while commercial feed requires higher production costs, it yields significantly<br>higher income than conventional feed. Overall, pig farming in South Amarasi District is financially<br>feasible and profitable, meeting the criteria for further development.</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan dan kelayakan usaha ternak babi berdasarkan penggunaan sumber pakan komersil dan konvensional di Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang. Menggunakan metode survei terhadap 80 responden peternak, data dianalisis melalui parameter biaya produksi, penerimaan, pendapatan, serta analisis kelayakan R/C Ratio, B/C Ratio, dan Break Even Point (BEP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha dengan pakan komersil memerlukan total biaya produksi Rp27.330.595/tahun dengan penerimaan Rp37.522.500/tahun dan pendapatan Rp27.551.905/tahun. Nilai kelayakan pakan komersil adalah R/C 2,01, B/C 1,01, BEP unit 0,40, dan BEP rupiah Rp2.424.204. Sementara itu, usaha dengan pakan konvensional memiliki biaya produksi Rp16.550.549/tahun, penerimaan Rp11.435.000/tahun, dan pendapatan Rp5.284.451/tahun dengan nilai kelayakan R/C 1,32, B/C 0,32, BEP unit 0,38, dan BEP rupiah Rp1.692.556. Disimpulkan bahwa penggunaan pakan komersil menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan pakan konvensional meskipun biaya produksinya lebih besar. Secara keseluruhan, usaha ternak babi di wilayah ini layak dikembangkan karena menguntungkan secara finansial dan memenuhi kriteria kelayakan usaha.</p> <p> </p>Fransina Rubiadi Yakoba SirabSolvi Mariana MakandoluDiana Meliani SabatUlrikus Romsen Lole
##submission.copyrightStatement##
2026-09-122026-09-1282245 – 255245 – 25510.35508/jplk.v8i2.28077Strategi Pengembangan Usaha Ternak Babi di Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu
https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/JPLK/article/view/25561
<p>This study aims to analyze the factors that influence pig farming business development<br>strategies and determine pig farming business development strategies in Tasifeto Timur<br>Subdistrict, Belu Regency. The sampling method was carried out in two stages. The first<br>stage of determining the sample villages was done purposively, namely 4 villages out of 12<br>villages in Tasifeto Timur Subdistrict, Belu Regency. The second stage involved randomly<br>selecting non-proportional respondents, with 25 respondents chosen from each village in<br>Tasifeto Timur Subdistrict, resulting in a total of 100 respondents. Data was collected<br>through observation, interviews, and documentation. The data analysis used was SWOT<br>analysis with a quantitative descriptive approach. The research results showed that internal<br>factors scored 0.84 and external factors scored 0.25, placing pig farming in Tasifeto Timur<br>Sub-district in Quadrant I (SO), indicating good development potential. Additionally,<br>alternative strategies were identified, such as: 1.) A strategy to integrate agricultural waste<br>processing into high-quality feed through fermentation technology, 2.) A strategy to<br>optimize the application of artificial insemination (AI) technology to enhance pig<br>productivity, 3.) A strategy to develop and implement social media to improve farmers'<br>ability to access and utilize information on pig sales.</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi strategi pengembangan usaha ternak babi dan menentukan strategi pengembangan usaha ternak babi di Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu. Metode penentuan contoh dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama penentuan desa contoh dilakukan secara purposive yakni 4 desa dari 12 desa yang ada di Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu. Tahap ke dua penentuan responden secara acak nonproposional diambil sebanyak 25 orang pada setiap desa yang ada di Kecamatan Tasifeto Timur sehingga total responden sebanyak 100 responden. Data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis SWOT dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal berada pada skor 0,84 dan faktor eksternal berada pada skor 0,25, sehingga menempatkan usaha ternak babi di Kecamatan Tasifeto Timur berada di kuadran I (SO) yang menunjukkan potensi pengembangan yang baik. Serta memperoleh alternatif strategi seperti, 1.) Strategi memadukan sistem pengolahan limbah pertanian menjadi pakan berkualitas melalui teknologi fermentasi, 2.) Strategi mengoptima penerapan teknologi IB untuk meningkatkan produktifitas ternak babi, 3.) Strategi pengembangan dan penerapan media sosial untuk meningkatkan kemapuan peternak dalam mengakses dan memanfaatkan informasi penjualan ternak babi.</p> <p> </p>Yolanta Yovita KonoUlrikus Romsen LoleAgus Arnold NalleSirilus Subaraya Niron
##submission.copyrightStatement##
2026-09-122026-09-1282256 – 268256 – 26810.35508/jplk.v8i2.25561Pengaruh Pemberian Ekstrak Kulit Kayu Faloak (Sterculia quadrifida) dan Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) dalam Air Minum pada Organ Dalam Ayam Broiler
https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/JPLK/article/view/25365
<p>The objective of this study was to examine the effect of administering faloak bark extract (Sterculia quadrifida)<br>and cinnamon (Cinnamomum burmannii) in drinking water on the internal organs of broiler chickens. The<br>research method was designed using a Completely Randomized Design (CRD) with 4 different treatments and<br>4 replications per treatment, resulting in 16 experimental units. The applied treatments were as follows: P0 =<br>Drinking water, P1 = 2.5 ml faloak extract / l of drinking water, P2 = 2.5 ml cinnamon extract / l of drinking<br>water, P3 = 1.25 ml cinnamon extract + 1.25 ml faloak extract / l of drinking water. The observed data were<br>then analyzed using analysis of variance (ANOVA). Based on the results of the analysis, it was found that the<br>administration of faloak bark extract (Sterculia quadrifida) and cinnamon extract (Cinnamomum burmannii)<br>showed no significant effect (P>0.05) on liver percentage, gizzard percentage, small intestine percentage, and<br>small intestine length in broiler chickens. Based on these findings, it can be concluded that the use of faloak<br>bark extract (Sterculia quadrifida) and cinnamon (Cinnamomum burmannii) is relatively safe and does not cause<br>physiological disturbances in the internal organs of broiler chickens.</p> <p>Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengkaji Pengaruh pemberian ekstrak kulit kayu faloak <strong>(</strong><em>Sterculia quadrifida</em><strong><em>)</em></strong> dan kayu manis (<em>Cinnamomum burmannii</em>) dalam air minum pada organ dalam ayam broiler. Metode kajian ini memanfaatkan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan yang berbeda dan 4 ulangan per perlakuan menghasilkan 16 unit eksperimen. Jenis perlakuan yang diterapkan antara lain : P0 = Air minum, P1 = 2,5 ml ekstrak faloak / l air minum, P2 = 2,5 ml ekstrak kayu manis / l air minum, P3 = 1,25 ml ekstrak kayu manis + 1,25 ml ekstrak faloak / l air minum. Data hasil pengamatan kemudian dianalisis memanfaatkan uji analisis varians (ANOVA). Berdasarkan hasil analisis tersebut diketahui bahwa pemberian dosis ekstrak kulit kayu faloak (<em>Sterculia quadrifida</em>) dan ekstrak kayu manis (<em>Cinnamomum burmannii</em>) menampilkan pengaruh tidak nyata (P>0,05) pada persentase hati, persentase <em>gizzard</em>, perserntase usus halus dan panjang usus halus ayam broiler. Berdasarkan hasil kajian ini dapat disimpulkan bahwa memanfaatkan ekstrak kulit kayu faloak <strong>(</strong><em>Sterculia quadrifida</em><strong><em>)</em></strong> dan kayu manis <strong>(</strong><em>Cinnamomum burmannii</em>) relatif aman dan tidak menyebabkan gangguan fisiologis pada organ dalam ayam broiler.</p> <p> </p>Adrianus Aquino JuangMarkus SinlaeJonas Frits TheedensN.G.A Mulyantini S. Sekarsari
##submission.copyrightStatement##
2026-09-122026-09-1282269 – 277269 – 27710.35508/jplk.v8i2.25365Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Konsumen Ayam Geprek di Kota Kupang
https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/JPLK/article/view/25278
<p>This study aims to analyse the factors influencing the satisfaction of consumers of ‘ayamgeprek’ in Kupang City. The research sample consisted of 120 consumers selected usingthe accidental sampling technique from three ‘ayam geprek’ restaurants in Kupang City,over a period of one month. Data was collected through observation, interviews and documentation. Data analysis was conducted quantitatively through validity and reliability tests of the instruments, as well as multiple linear regression analysis using SPSS Version 29. The results of the study indicate that the variable product quality has a positive effect on consumer satisfaction with a t-value of 2.076 and a significance level of 0.040 < 0.05. Service quality has a positive and significant influence with a t-value of 13.974, and a p-value of 0.000 < 0.01. Furthermore, preference has a significant influence on consumer satisfaction with a t-value of 5.104 and a significance level of 0.000 < 0.01. The coefficient of determination is 0.853, meaning that consumer satisfaction can be explained by the independent variables in the model to the extent of 85.3%. In conclusion, the factors influencing consumer satisfaction with ayam geprek in Kupang City are product quality,<br>service quality and preferences.</p> <p>Penelitian ini memganalisis faktor-faktor yang memepengaruhi kepuasan konsumen ayam geprek di Kota Kupang. Sebanyak 120 konsumen dari tiga restoran dianalisis menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk, kualitas layanan, dan preferensi konsumen mempengaruhi kepuasan konsumen. Model ini menjelaskan 85,3% kepuasan, dengan nilai signifikan untuk setiap faktor: kualitas produk (t = 2,076, p = 0,040), kualitas layanan (t = 13,974, p = 0,000), dan preferensi (t = 5,104, p = 0,000). Kesimpulannya, ketiga faktor ini merupakan faktor kunci yang mempengaruhi kepuasan konsumen di kota tersebut.</p> <p> </p>Donasia TaeMaria Yasinta LurukUlrikus Romsen LoleMaria Krova
##submission.copyrightStatement##
2026-09-122026-09-1282278 – 288278 – 28810.35508/jplk.v8i2.25278Pengaruh Marketing mix terhadap Volume Penjualan Ayam Geprek di Kota Kupang (Studi Kasus pada Rumah Makan 99 Makassar
https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/JPLK/article/view/25385
<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh produk, harga, tempat, dan promosi terhadap volume penjualan ayam geprek di Rumah Makan 99 Makassar, Kota Kupang. Metode yang digunakan adalah survei melalui wawancara berpedoman kuesioner, observasi, dan dokumentasi dengan teknik accidental sampling terhadap 60 konsumen selama satu bulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa keempat variabel tersebut berpengaruh sangat nyata terhadap volume penjualan, dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 95,4%, artinya 95,4% variasi penjualan dijelaskan oleh produk, harga, tempat, dan promosi, sedangkan 4,6% dipengaruhi faktor lain di luar penelitian.</p>Maria Rosalinda LurukMaria Yasinta LurukMaria KrovaUlrikus Romsen Lole
##submission.copyrightStatement##
2026-09-122026-09-1282289 – 296289 – 29610.35508/jplk.v8i2.25385Kaji Banding Keuntungan Dari Penjualan Komoditas Usaha Ternak Babi Lokal Di Kecamatan Kota Komba Kabupaten Manggarai Timur
https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/JPLK/article/view/25478
<p>The objective of this study is to compare the profitability of fattening pigs and piglets. This study focuses on pig farmers in Kota Komba Subdistrict. Sampling was conducted in two stages. First, three sample villages were purposively selected based on specific criteria, resulting in three villages that met the criteria: Ranakolong, Mbengan, and Lembur. Second, pig farmers were selected through non-proportional random sampling, and 60<br>sample households were chosen, with 20 representatives from each village. Data collection methods included observation, interviews, and documentation. This comparative study used the t-test, focusing on the parameters of price, feed costs, total costs, labor, and income. The research findings show that pig farms raising piglets for sale have an average cash income of Rp 4,409,276/year, while pig farms raising piglets for sale for fattening<br>have an average cash income of Rp 12,133,395/year. Although there are significant differences in total costs, feed costs, sales volume, and revenue, the differences in workload distribution are not significant. In summary, it can be concluded that pig farming operations that sell piglets are more profitable because there are significant savings in total costs and feed costs, and they generate higher revenue despite lower selling prices and significant<br>differences in the rearing period.</p> <p>Tujuan penelitian ini yakni untuk membandingkan profitabilitas penjualan babi penggemukan dan anak babi. Kajian ini berfokus pada peternak babi di Kecamatan Kota Komba. Penentuan contoh dilakukan dalam dua tahap. Pertama, penentuan tiga desa contoh dipilih secara sengaja dengan kriteria tertentu sehingga diperoleh tiga desa yang memenuhi kriteria yaitu Ranakolong, Mbengan, dan Lembur. Kedua, penentuan responden peternak<br>secara acak non proporsional dan dipilih 60 rumah tangga sampel dipilih secara acak non- proporsional, dengan 20 perwakilan dari setiap desa. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Studi perbandingan ini menggunakan uji-t, dengan fokus pada parameter harga, biaya pakan, total biaya, tenaga kerja, dan pendapatan. Hasil penelitian terlihat peternakan babi dengan anak babi untuk dijual memiliki<br>pendapatan tunai rata-rata sebesar Rp 4.409.276 per tahun, sementara peternakan babi dengan anak babi untuk dijual untuk penggemukan memiliki pendapatan tunai rata-rata sebesar Rp12.133.395 per tahun. Meskipun terdapat perbedaan yang signifikan dalam total biaya, biaya pakan, volume penjualan, dan pendapatan, perbedaan dalam distribusi beban kerja tidak signifikan. Singkatnya, dapat disimpulkan bahwa usaha ternak babi yang menjual anak babi lebih menguntungkan karena ada penghematan yang signifikan dalam total biaya dan biaya pakan, dan menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi meskipun harga jual lebih rendah dan perbedaan yang signifikan dalam periode pemeliharaan.</p> <p> </p>Teresia Sisilia NirmalaJohanes G SogenUlrikus Romsen LoleMaria Rosdiana Deno Ratu
##submission.copyrightStatement##
2026-09-122026-09-1282297 – 310297 – 31010.35508/jplk.v8i2.25478Pengaruh Substitusi Konsentrat D Pengaruh Substitusi Konsentrat Dengan Pellet Sumber Energi Non Konvensional Terhadap Konsumsi dan Kecernaan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen Serta Energi Pada Sapi Bali Jantan Penggemukan
https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/JPLK/article/view/25621
<p>This study aimed to evaluate the effect of replacing concentrate with non-conventional energy source pellets on the consumption and digestibility of nitrogen-free extract (NFE) and energy in the diet of fattening male Bali Cattle. Four male Bali Cattle aged 1.0–1.5 years, with body weights ranging from 95.5 to 97.5 kg and an average body weight of 96.4 kg, were used in this study. The experiment employed an experimental method using<br>a 4 × 4 Latin Square Design (LSD), consisting of four dietary treatments and four experimental periods as replications. The treatments were as follows: P0 = 70% leucaena (Leucaena leucocephala) + 30% pellet feed without non-conventional ingredients (control); P1 = 70% leucaena + 30% pellet feed containing 30% banana corm and 70% concentrate; P2 = 70% leucaena + 30% pellet feed containing 30% rejected cassava tubers<br>and 70% concentrate; and P3 = 70% leucaena + 30% pellet feed containing 30% putak and 70% concentrate. The data obtained were analyzed using analysis of variance (ANOVA). The results showed that nitrogen-free extract consumption (g/head/day) was 1321.74 ± 243.26, 1313.04 ± 234.65, 1309.31 ± 231.50, and 1305.75 ± 18.64 for P0, P1, P2, and P3, respectively. Energy consumption (g/head/day) was 12,747.0 ± 2,344.20, 12,546.0 ± 2,237.91, 12,551.5 ± 2,217.34, and 12,373.6 ± 1,996.18 for P0, P1, P2, and P3, respectively. Nitrogen-free extract digestibility (%) was 81.61 ± 2.42, 81.87 ± 1.84, 81.57 ± 1.13, and 79.98 ± 2.69, while energy digestibility (%) was 79.07 ± 1.42, 78.37 ± 1.27, 78.13 ± 1.43, and 77.48 ± 1.71 for P0, P1, P2, and P3, respectively. Statistical analysis<br>indicated that the treatments had no significant effect (p > 0.05) on nitrogen-free extract consumption, energy consumption, nitrogen-free extract digestibility, or energy digestibility in the diets of fattening male Bali Cattle. It can be concluded that non- conventional energy source pellets can replace up to 30% of the concentrate in the ration of fattening male Bali Cattle without adversely affecting nutrient consumption or digestibility.</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak penggantian konsentrat dengan pellet sumber energi nonkonvensional terhadap konsumsi dan kecernaan bahan ekstrak tanpa nitrogen dan energi dalam ransum penggemukan Sapi Bali jantan. Penelitian ini menggunakan empat ekor Sapi Bali jantan berusia 1 hingga 1,5 tahun, dengan berat badan berkisar 95,5 hingga 97,5 kg dan berat rata-rata 96,4 kg. Penelitian menggunakan metode eksperimen, dengan rancangan percobaan Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) 4 perlakuan dan 4 periode sebagai ulangan. Perlakuan yang diuji adalah P0: 70% lamtoro + 30% pakan pellet tanpa bahan nonkonvensional (kontrol), P1: 70% lamtoro + 30% pakan pellet (30% bonggol pisang + 70% konsentrat), P2: 70% lamtoro + 30% pakan pellet (30% ubi kayu afkir + 70% konsentrat), dan P3: 70% lamtoro + 30% pakan pellet (30% putak + 70% konsentrat). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variasi (ANOVA).<br>Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh konsumsi bahan ekstrak tanpa nitrogen (g/e/h) P0: 1321,74±243,26, P1: 1313,04±234,65, P2: 1309,31±231,50, P3: 1305,75±18,64, konsumsi energi (g/e/h) P0: 12747,0±2344,20, P1: 12546,0±2237,91, P2: 12551,5±2217,34, P3:12373,6±1996,18, kecernaan bahan ekstrak tanpa nitrogen (%) P0: 81,61±2,42, P1: 81,87±1,84, P2: 81,57±1,13, P3: 79,98±2,69, kecernaan energi (%) P0: 79,07±1,42, P1: 78,37±1,27, P2: 78,13±1,43, P3: 77,48±1,71. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (p>0,05) terhadap konsumsi serta kecernaan bahan ekstrak tanpa nitrogen dan energi ransum Sapi Bali penggemukan. Disimpulkan bahwa pakan pellet sumber energi nonkonvensional dapat mensubstitusi sebanyak 30 % terhadap konsentrat dalam ransum Sapi Bali jantan penggemukan.</p> <p> </p>Antonius OllaDaud AmaloMarthen YunusGrace Maranatha
##submission.copyrightStatement##
2026-09-122026-09-1282311 – 322311 – 32210.35508/jplk.v8i2.25621Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Permintaan Daging Sapi di RPH Sapi Kota Soe Kabupaten Timor Tengah Selatan
https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/JPLK/article/view/28100
<p>This study aimed to analyze the factors influencing beef demand at the Soe City Abattoir (RPH), South<br>Central Timor Regency. Data were collected from 100 beef consumers at the Soe City Abattoir during<br>April–May 2025 using accidental sampling. Multiple linear regression analysis with a Cobb-Douglas<br>functional form was employed. The variables examined included consumer income, beef price, pork<br>price, chicken price, fish price, egg price, tofu-tempeh price, and household size. The results showed<br>that, simultaneously, all independent variables significantly affected beef demand (F-test, P < 0.05).<br>However, partial analysis (t-test) revealed that only consumer income, pork price, and chicken price<br>had a statistically significant effect on beef demand (P < 0.01). Consumer income exerted a positive<br>influence, while pork and chicken prices showed negative effects, indicating substitution behavior<br>among animal protein sources. The coefficient of determination (R²) was 0.793, meaning that 79.3% of<br>the variation in beef demand could be explained by the variables included in the model. These findings<br>suggest that beef demand in Soe City is primarily driven by household purchasing power and the relative<br>prices of substitute protein commodities. Therefore, policies aimed at stabilizing the prices of substitute<br>goods and improving consumer income are essential to sustain and enhance beef demand in the region.</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi permintaan daging sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) Sapi Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian dilakukan pada bulan April–Mei 2025 dengan mengambil 100 responden konsumen daging sapi di RPH Kota Soe menggunakan metode <em>accidental sampling.</em> Data dianalisis dengan pendekatan regresi linear berganda melalui fungsi Cobb-Douglas. Variabel yang diteliti meliputi pendapatan konsumen, harga daging sapi, harga daging babi, harga daging ayam, harga ikan, harga telur, harga tahu tempe, dan jumlah anggota keluarga. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara simultan, ketujuh variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap permintaan daging sapi (uji F, P < 0,05). Namun, secara parsial hanya pendapatan konsumen, harga daging babi, dan harga daging ayam yang berpengaruh nyata terhadap permintaan daging sapi (uji t, P < 0,01). Pendapatan konsumen berpengaruh positif, sedangkan harga daging babi dan ayam berpengaruh negatif, mengindikasikan sifat substitusi antar komoditas protein hewani. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,793 menunjukkan bahwa 79,3% variasi permintaan daging sapi dapat dijelaskan oleh variabel-variabel dalam model. Hasil ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat dan biaya barang alternatif memiliki dampak signifikan terhadap permintaan daging sapi di kota Soe. Oleh karena itu, strategi untuk mengembangkan industri peternakan sapi di daerah ini harus mempertimbangkan inisiatif untuk menstabilkan harga komoditas pangan dan meningkatkan pendapatan masyarakat.</p> <p> </p>Apriyati Wisye FoniMaria R. D Deno RatuDiana Meliani SabatUlrikus Romsen Lole
##submission.copyrightStatement##
2026-06-222026-06-2282323 – 332323 – 33210.35508/jplk.v8i2.28100Strategi Peningkatan Pendapatan Peternak Babi di Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang
https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/JPLK/article/view/25122
<p>This research aim to Foranalyze the amount of income of farmers, know the factors that influence it and know the strategies to increase income. The method used is a case study survey with data collection techniques, namely observation, interviews and documentation to obtain primary and secondary data.The sampling method is carried out in two stages. The first stage of determining the sample village is done purposively, the second stage of determining respondents is done using a sampling technique by randomly taking 30 people from each village. Thus, the total number of representative respondents is 60 people.The analysis used is SWOT analysis. The results of the analysis show thatPig farming business in Sulamu District has provided an average income of Rp.21,720,708.33/year consists of cash income of Rp7,807,748.61 (36.26%) and non-cash income of Rp13,720,708.33 (63.73%). Factors that significantly affect the income of farmers are the number of pigs owned, the number of pigs sold and the selling price of pigs, while the production cost factor has no significant effect on income. The development of pig farming businesses in Sulamu District is based on an aggressive strategy, the recommended aggressive strategy to increase the income of pig farmers in Sulamu District is a strategy to increase production capacity, a strategy to expand marketing networks, a strategy to utilize livestock waste, a strategy to increase access to information and technology, a strategy to increase the application of biosecurity to suppress disease and a strategy,cooperate with the government to procure infrastructure, improve business management by paying attention to maintenance and health aspects to increase sales value.</p> <p> </p> <p>Penelitian bertujuan untuk menganalisis besarnya pendapatan peternak, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi dan mengetahui strategi meningkatkan pendapatan. Metode yang digunakan survei studi kasus dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi untuk memperoleh data primer dan sekunder. Metode pengambilan contoh dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertama penentuan desa contoh dilakukan secara <em>purposive</em><em>, </em>tahap kedua menentukan respondendilakukan dengan menggunakan teknikpengambilan sampel dengan cara acak diambil sebanyak 30 orang dari setiap desa. Dengan demikian total keseluruhan responden yang representatif sebanyak 60 orang. Analisis yang digunakan adalah analisis SWOT. Hasil analisis menunjukkan bahwausaha ternak babi di Kecamatan Sulamu telah memberikan rata-rata pendapatan sebesar Rp21.720.708,33/tahun terdiri atas pendapatan tunai sebesar Rp7.807.748,61 (36,26%) dan pendapatan non tunai sebesar Rp13.720.708,33 (63,73%). Faktor yang berpengaruh nyata terhadap pendapatan peternak adalah jumlah kepemilikan ternak babi, jumlah ternak dijual dan harga jual ternak babi, sedangkan faktor biaya produksi berpengaruh tidak nyata terhadap pendapatan. Pengembangan usaha ternak babi di Kecamatan Sulamu berada pada strategi agresif, strategi agresif yang direkomendasikan untuk meningkatkan pendapatan peternak babi di Kecamatan Sulamu adalah strategi meningkatkan kapasitas produksi, strategi memperluas jaringan pemasaran, strategi memanfaatkan limbah peternakan, strategi meningkatkan akses informasi dan teknologi, strategi meningkatkan penerapan biosecurity untuk menekan penyakit dan strategi, bekerja sama dengan pemerinta untuk pengadaan sarana prasarana, meningkatkan manajemen usaha dengan memperhatikan aspek pemeliharaan dan kesehatan untuk meningkatkan nilai jual.</p> <p> </p>Hengki Andelson BlegurUlrikus Romsen LoleMaria Krova
##submission.copyrightStatement##
2026-09-122026-09-1282333 – 345333 – 34510.35508/jplk.v8i2.25122Stretegi Pengembangan Usaha Ternak Ayam Petelur Di Kecamatan Titehena Kabupaten Flores Timur
https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/JPLK/article/view/27412
<p>A study was conducted with the aim of determining the business development strategy and business feasibility of a laying hen farming business. This study was conducted at Sang SuryanAyami Company located in Kobasoma Village, Titehena District, East Flores Regency, which is a case study. The data analysis method used was SWOT analysis and business feasibility analysis. The results of the SWOT analysis showed that the development of laying hen farming in Titehena District can use strengths to take advantage of opportunities. This strategy can be categorized as an aggressive strategy that uses internal strengths to take advantage of external opportunities. SWOT analysis was used to determine the strategy for developing a laying hen business at CV Sang Surya Ayami Company, namely the best possible marketing planning, improve the quality of egg production as best as possible, determining the right sales strategy, and improving its performance again. The results of the business feasibility analysis showed that the feasibility of a laying hen farming business with R/C obtained a value of 2.55 where R/C was greater than one. This indicates that the laying hen farming business at CV Sang Surya Ayami Company is declared feasible. The BEP value of the unit is 142,525 board and the BEP Rupiah value is Rp8,551,472,929.</p> <p>Penelitian bertujuan untuk menganalisis besarnya pendapatan peternak, mengetahui faktor-faktor yang<br>mempengaruhi dan mengetahui strategi meningkatkan pendapatan. Metode yang digunakan survei studi<br>kasus dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk<br>memperoleh data primer dan sekunder. Analisis yang digunakan adalah analisis SWOT. Hasil analisis<br>menunjukkan bahwa usaha ternak babi di Kecamatan Sulamu telah memberikan rata-rata pendapatan<br>sebesar Rp21.720.708,33/tahun, terdiri atas pendapatan tunai sebesar Rp7.807.748,61 (36,26%) dan<br>pendapatan non tunai sebesar Rp13.720.708,33 (63,73%). Faktor yang berpengaruh nyata terhadap<br>pendapatan peternak adalah jumlah kepemilikan ternak babi, jumlah ternak dijual dan harga jual ternak<br>babi, sedangkan faktor biaya produksi berpengaruh tidak nyata terhadap pendapatan. Pengembangan<br>usaha ternak babi di Kecamatan Sulamu berada pada strategi agresif. Strategi agresif yang<br>direkomendasikan untuk meningkatkan pendapatan peternak babi di Kecamatan Sulamu adalah strategi<br>meningkatkan kapasitas produksi, strategi memperluas jaringan pemasaran, strategi memanfaatkan<br>limbah peternakan, strategi meningkatkan akses informasi dan teknologi, strategi meningkatkan<br>penerapan biosecurity untuk menekan penyakit dan strategi, bekerja sama dengan pemerintah untuk<br>pengadaan sarana prasarana, meningkatkan manajemen usaha dengan memperhatikan aspek<br>pemeliharaan dan kesehatan untuk meningkatkan nilai jual.</p> <p> </p>Klemens Maleno BuanMaria Yasinta LurukMaria Krova
##submission.copyrightStatement##
2026-09-122026-09-1282346 – 357346 – 35710.35508/jplk.v8i2.27412Kontribusi Usaha Ternak Babi dan Usaha Tani Padi Sawah terhadap Pendapatan Usahatani Di Kecamatan Detusoko Kabupaten Ende
https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/JPLK/article/view/25381
<p>A research was conducted located in Detusoko Sub-district, Ende Regency. This research objectives were to evaluate level of income, financial feasibility, and contribution of pig’s farm and wet-land rice field farm on farms’ income in the research site. The research method used was a survey, in which primary data were obtained through observation and direct interview using a pre-prepared questionnaire. Four sample villages were selected purposively based on the largest pig’s population, wet-land rice farm area, and number of farmers. 100 sample farmers were selected through non-proportional random sampling, with each village represented by 25 farmers. Methods of data analysis applied were income analysis, financial feasibility based on R/C, B/C, production Break-Even Point (BEP) and monetary BEP, include contribution analysis on income of each farm . The results showed that the average income of the farmers gained from the pig’s farm was IDR9,036,248.83, and from the wet-land rice farm was IDR3,117,626.44. The financial feasibility of the pig’s farm was indicated by an R/C of 1.91, B/C of<br>0.91, production BEP of 0.50, and monetary BEP of IDR4,744,675, with a contribution of 74%. Then, the wet-land rice farm had an R/C of 3.23, B/C of 2.23, production BEP of 1.6, and monetary BEP of IDR1,265,911, with a contribution of 26%. In conclusion, the pig’s farm and wet-land rice farm in Detusoko Sub-district can provide farmers’ income and were both financially feasible, although the pig’s farm contributes higher income on the farms’ income than the wet-land rice farm.</p> <p>Suatu kajian dilaksanakan di Kecamatan Detusoko Kabupaten Ende. Kajian ini ditujukan untuk memahami tingkat pendapatan, kelayakan finansial, serta kontribusi usaha ternak babi dan usaha tani padi sawah terhadap pendapatan usahatani pada Kecamatan Detusoko Kabupaten Ende. Metode yang digunakan adalah survei, dimana Informasi primer dikumpulkan melalui pengamatan serta wawancara tatap muka dengan pedoman pertanyaan yang telah disusun terlebih dahulu. Penentuan empat desa contoh dilakukan secara purposif berdasarkan populasi ternak babi terbesar, luas lahan sawah, dan jumlah petani terbanyak. Responden penelitian adalah 100 petani peternak yang dipilih secara acak non-proporsional, dengan masing-masing desa diwakili oleh 25 orang. Analisis data meliputi analisis pendapatan, kelayakan finansial berdasarkan R/C, B/C, BEP Produksi, dan BEP Rupiah, serta kontribusi peranan masing-masing usaha. Hasil penelitian menyatakan bahwa rata-rata penghasilan petani peternak dari produksi ternak babi sebesar Rp9.036.248,83/tahun dan dari usaha tani padi sawah sebesar Rp3,117,626.44/tahun. Kelayakan finansial usaha ternak babi ditunjukkan oleh R/C 1,91, B/C 0,91, BEP Produksi 0,50, dan BEP Rupiah Rp4.744.675 dengan kontribusi sebesar 74%. Usaha tani padi sawah memiliki R/C 3,23, B/C 2,23, BEP Produksi 1,6, dan BEP Rupiah Rp1.265.911 dengan kontribusi sebesar 26 %. Kesimpulannya, usaha ternak babi dan usaha tani padi sawah di Kecamatan Detusoko mampu memberikan pendapatan bagi petani peternak dan kedua usaha tani tersebut layak secara finansial, meskipun kontribusi usaha ternak babi terhadap pendapatan usaha tani lebih besar dibandingkan usaha tani padi sawah.</p> <p> </p>Yanuarius Abdolion WogeMaria Rosdiana Deno RatuUlrikus Romsen LoleJohanes G Sogen
##submission.copyrightStatement##
2026-09-122026-09-1282358 – 366358 – 36610.35508/jplk.v8i2.25381