First Impression (Kesan Pertama) Masyarakat Desa Kakor Terhadap Gaya Berpakaian Mahasiswi Yang Fashionable (Studi Pada Masyarakat Desa Kakor, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai)

  • Angelita Yeltri Egot(1)
    Mahasiswa Program Studi Sosiologi, FISIP, Universitas Nusa Cendana
  • Lasarus Jehamat(2*)
    Program Studi Sosiologi, FISIP, Universitas Nusa Cendana
  • Aelsthri Ndandara(3)
    Program Studi Sosiologi, FISIP, Universitas Nusa Cendana
  • (*) Corresponding Author

Abstrak

Fenomena berpakaian fashionable menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dewasa ini tak terkecuali mahasiswi Desa Kakor. Para mahasiswi tampil menggunakan hotpants, rok mini ketat di atas lutut, daster/gaun tanpa lengan, dan pakaian transparan. Hal ini menuai banyak kesan dari masyarakat setempat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesan masyarakat Desa Kakor terhadap gaya berpakaian mahasiswi,  dan faktor-faktor yang mempengaruhi penilaian kesan masyarakat terhadap mahasiswi. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori penilaian sosial (social judgment theory). Kesan sendiri tidak terlepas dari pengetahuan dasar pengamat mengenai suatu hal. Sebagaimana dalam teori penilaian sosial menjelaskan bahwa seseorang dalam menganalisis sebuah pesan telah memiliki persepsi sebagai bahan rujukkan (poin referensi), sehingga pesan akan dilihat dari dua sisi yakni penerimaan (assimilation effect) dan penolakan (contras effect). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif, dengan pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik penentuan informan melalui purposive sampling. Informan dalam penelitian ini berjumlah 12 orang, dengan informan kunci 9 orang (tokoh masyarakat dan masyarakat) dan informan pendukung 3 orang (mahasiswi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesan masyarakat terhadap gaya berpakaian mahasiswi yakni sebagai mahasiswi yang kurang memahami nilai-nilai adat, anak tidak baik, kurang memahami ajaran agama, kecewa, dan menunjukkan peradaban masa kini. Kesan yang disampaikan dominan negatif (menolak). Beberapa faktor yang mempengaruhi masyarakat gaya berpakaian mahasiswi yakni peta pemikiran masyarakat tentang perempuan, budaya  dan agama. Adapun saran yang direkomendasikan penulis bagi masyarakat, hendaknya sebuah cara pandang tidak memojokkan salah satu pihak dan menilai seseorang bukan hanya dari apa yang nampak (kelihatan). Bagi mahasiswi, hendaknya bersikap kritis dalam mengonsumsi produk-produk populer sehingga selaras antara sikap up to date dan penjewantaan nilai-nilai lokal.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

PlumX Metrics

Diterbitkan
2023-11-20