https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/LJTMU/issue/feedLONTAR Jurnal Teknik Mesin Undana (LJTMU )2025-01-13T04:53:37+00:00Verdy A. Koehuanverdy.koehuan@staf.undana.ac.idOpen Journal Systems<p><strong>Lontar Jurnal Teknik Mesin Undana</strong> is a scientific technology engineering journal, especially Mechanical Engineering, published regularly twice every year in April and October. The journal manager is the Department of Mechanical Engineering, Faculty of Science and Engineering, University of Nusa Cendana. This journal is a means of publication and research work along with its development in the fields of Energy Conversion (KE), Materials Engineering (RM), and Design Construction (KP). Authors who are interested in publishing their articles in this journal can be submitted to email: <strong>ljtmu@undana.ac.id</strong>. The submitted articles will be review before publication. <strong>Editorial Address:</strong> Department of Mechanical Engineering; Faculty of Science and Engineering; Nusa Cendana University; Jln. Adi Sucipto PO Box 85001, Tel. 0380-881597; Penfui-Kupang, NTT.</p>https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/LJTMU/article/view/18045The Analisis Instalasi Sistem Plumbing Air Bersih pada Lantai III Gedung Rumah Sakit Umum Daerah Ruteng2024-11-05T05:55:44+00:00Alfonsus Zenelius Panggarafenpanggar@gmail.comVerdy A. Koehuanverdy.koehuan@staf.undana.ac.idYeremias M. Pellyeremias.pell@staf.undana.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem instalasi air bersih di ruang Rawat Ngidap Lantai III gedung Rumah Sakit Umum Daerah Ruteng yang terbagi dalam tiga jalur, yakni jalur pompa ke tandon atas, jalur tandon ke pipa distribusi A dan jalur tandon ke pipa distribusi B. Sistem instalasi air bersih atau plumbing merupakan instalasi untuk memenuhi kebutuhan air pada setiap peralatan plumbing terpasang pada gedung. Hasil analisis menunjukkan kebutuhan air bersih pada jalur instalasi A yaitu sebanyak 990 liter, sedangkan untuk jalur instalasi B sebanyak 1.410 liter. Jadi total kebutuhan air per hari pada instalasi sistem plumbing air bersih di RSUD Ruteng 2.400 liter per hari. Kebutuhan daya pompa sebesar 170,45 Watt dengan total head 26,059 m dan debit aliran 2,41 m<sup>3</sup>/jam. Apabila analisis kebutuhan pompa ini juga untuk melayani kebutuhan air bersih untuk pada lantai 1 dan lantai 2 dengan asumsi kebutuhan airnya sama dengan pada lantai 3 masing-masing sebesar 2,41 m<sup>3</sup>/jam dengan total debit 7,23 m<sup>3</sup>/jam dan total head pompa 39,13 m, serta kebutuhan daya pompa 767,87 Watt.</p>2024-10-30T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/LJTMU/article/view/18028Pengaruh Temperatur Dan Waktu Pengovenan Tulang Sapi Timor Terhadap Hasil Uji FTIR2024-12-18T10:32:47+00:00Makxy Melian Melianmakxytkj@gmail.comDominggus G. H. Adoegodliefmesin@staf.undana.ac.idErich U. K. Maliwemuerich.umbu@staf.undana.ac.id<p>Penelitian ini mengevaluasi pengaruh temperatur dan waktu pengovenan terhadap hasil uji <em>Fourier Transform Infrared Spectroscopy</em> (FTIR) pada tulang sapi Timor. Tulang sapi dari Nusa Tenggara Timur, yang kaya akan kalsium dan fosfor, diolah melalui pembersihan, perebusan, dan perendaman H<sub>2</sub>O<sub>2</sub> sebelum dikalsinasi pada berbagai temperatur (100°C, 200°C, 300°C) dan durasi (1 dan 2 jam). Hasil FTIR menunjukkan perubahan signifikan dalam struktur kimia tulang, dengan variasi suhu dan waktu pengovenan mempengaruhi kualitas dan karakteristik tulang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengaturan tepat parameter pengovenan dapat meningkatkan kualitas produk berbasis tulang sapi, seperti hidroksiapatit.</p> <p><strong> </strong></p>2024-10-31T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/LJTMU/article/view/20347Perancangan Reaktor Gasifikasi Biomassa Sebagai Tungku Pembakaran Alat Pengering Berbahan Bakar Kayu Kesambi2025-01-07T15:29:53+00:00Marselinus T. Gabulerich.umbu@staf.undana.ac.idWenseslaus Bunganaenwensbunganaen@staf.undana.ac.idErich U. K. Maliwemuerich.umbu@staf.undana.ac.id<p>Gasification is a technology for converting solid biomass into gas using a gasifier and is capable of burning (CO, CH4, H2) through combustion or gasification with an air supply of 11.41 m/s. The aim of this research is to determine the design of a post-harvest agricultural product dryer using a gasification reactor as a kesambi wood-fueled combustion furnace regarding combustion temperature, initial ignition time and effective ignition time in a downdraft gasification furnace. The research was carried out by varying the weight of the fuel, namely 10 kg, 12 kg and 15 kg. Then take data including combustion temperature and gas released. The results of the research showed variations in kesambi wood fuel with the highest temperature of 607.3 0c, whereas during the gasification process the initial weight of 10 kg kesambi wood decreased to 8.9 kg, 12 kg decreased to 10.6 kg and 15 kg decreased to 13.2 kg. From the results of each test, it can be concluded that the gas produced in each combustion is very dependent on the amount of fuel to be gasifier</p>2024-10-30T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/LJTMU/article/view/20349Analisis Kinerja Pompa Regeneratif Tunggal dan Paralel2025-01-07T15:31:26+00:00Aldian Ndoenmatheus.dwinanto@staf.undana.ac.idMatheus M. Dwinantomatheus.dwinanto@staf.undana.ac.idIshak s Limbongmatheus.dwinanto@staf.undana.ac.id<p>One important aspect of fluid machines engineering that is related to the use of electrical energy to achieve useful functions and has been widely used in industry and households is the regenerative pump. This pump can produce a high head with a relatively small discharge. This experimental study aims to analyze the effect of discharge variations on the performance of single and parallel regenerative pumps. Tests were carried out on two regenerative pumps with the same specifications at varying discharges, starting from the minimum flow to the maximum that can be achieved by the pump. The test results show that the construction of the piping system greatly influences the performance of the regenerative pump which is operated as a single pump whereas the flow rate increases, the total head, hydraulic power and pump efficiency will tend to decrease, and vice versa. The pump shaft power tends to remain constant even though the flow rate increases. In parallel operation, an increase in flow rate will result in a decrease in total head, hydraulic power, shaft power and pump efficiency, and vice versa. Increasing the flow rate to double will result in different total head, hydraulic power, shaft power and pump efficiency for each pump</p>2024-10-30T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/LJTMU/article/view/19855Rancang Bangun Alat Pemeras Madu Hybrid Sistem Sentrifugal2025-01-07T15:50:38+00:00Wenseslaus Bunganaenwensbunganaen@staf.undana.ac.idDaud P. Mangesadaudmangesa@staf.undana.ac.idAvelino Bukifanavelhyno@gmail.com<p><em>Honey is a forest product that has long been known to the public and has many benefits, including as a health supplement, wond medicine, beaty agent, and as an ingredient in the food and beverage industry. However, farems eccounter problems in the process of pressing honey, because the still use traditional pressing methods. So this affects the length of pressing time and the comfort of honey famers. Seeing this, the author was motivated to make a tool that is useful in the process of pressing honey and and a fast production process. Next, a honey press machine design is needed which is a solution to speed up the work process of honey farmers in producing quality honey water. In this design process, a hybrid system is used where squeezing is done using an electric motor and a manual crank. The capatity of the beehive to be squeezed reaches 2 kg in 3 kg takes 1 minute. Honey production using a honey press machine provides significant advanteges in the prodction time and quality of honey water compared to honey water production using traditional methods. Using a honey press machine is a solution to existing problems.</em></p>2024-10-30T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/LJTMU/article/view/18042Penggunaaan bahan alami briket arang kayu sebagai penyerap dan penyimpan kalor solar still desalinasi interfasial2025-01-13T04:16:44+00:00Muhamad Jafrimuhamad_jafri@staf.undana.ac.idFigo Jafri Alfarisimuhamad_jafri@staf.undana.ac.idBen Vasco Tariganben_tarigan@staf.undana.ac.id<p>Desalinasi adalah salah satu metode yang paling banyak digunakan untuk mengurangi kadar garam yang terlarut dalam air laut. Mengingat energi surya yang tidak terbatas, metode desalinasi solar still diharapkan dapat digunakan di daerah terpencil dan miskin tanpa polusi dan konsumsi material bakar fosil yang berlebihan. Dalam penelitian ini, menggunakan arang dari Kusambi kering (Schleichera oleosa) diberi kode SO_W sebagai material penyerap dan penyimpan kalor berbasis karbon, memiliki karakteristik berpori dan daya serap energi yang tinggi sehingga akan membentuk permukaan yang lebih luas untuk radiasi dan konveksi. Percobaan dilakukan pada 4 basin dengan menggunakan <em>Styrofoam</em> berisi briket arang dengan banyaknya penampang 4, 6, dan 8 bagian dengan perbedaan ukuran dan luas dalam 1 bagian absorber selama 8 jam di bawah sinar matahari. Basin tanpa arang juga diuji sebagai pembanding. Temperatur diukur di beberapa titik dalam basin untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi evaporasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, menambahkan material penyerap kalor dalam basin, mampu mempercepat air laut mencapai titik didihnya sehingga dapat menguap (evaporasi). Temperatur dan kelembaban dalam tiap basin pula memiliki tren perubahan yang serupa dimana temperatur sangat dipengaruhi oleh radiasi matahari. Penggunaan briket arang juga dapat meningkatkan laju perpindahan kalor konveksi dan evaporasi di dalam basin, serta efisiensi maksimum pada basin 2 dengan variasi 6 petak sebesar 39,97 %, diikuti dengan variasi 4 petak pada basin 1 sebesar 38,32 %, dan variasi 8 petak pada basin 3 sebesar 37,59 %. Sedangkan pada basin 4 dengan variasi tanpa arang diperoleh efisiensi sebesar 34,96 %.</p>2024-10-31T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/LJTMU/article/view/14076Uji Kinerja Mesin Perajang Singkong Menggunakan Mekanisme Pengumpan Otomatis2025-01-13T04:23:52+00:00Anggi R. Mantutuadi.tobe@staf.undana.ac.idDaud P. Mangesadaudmangesa@staf.undana.ac.idAdi Yermia Tobeadi.tobe@staf.undana.ac.id<p>Penelitian ini berfokus pada pengujian kinerja mesin perajang singkong menggunakan mekanisme pengumpan otomatis yang diaplikasikan pada mesin perajang singkong guna mempercepat proses produksi dan meningkatkan mutu atau kualitas produk. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui prinsip kerja mesin perajang singkong menggunakan pengumpan otomatis, mengetahui kapasitas kinerja mesin perajang singkong menggunakan pengumpan otomatis, mengetahui presentase kerusakan hasil rajangan dan nilai ketebalan hasil perajangan dalam satu waktu proses perajangan. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis pengujian kinerja mesin. Yaitu melakukan pengamatan, pengukuran serta penghitungan pengujian kinerja dari mesin perajang singkong. Dalam pengambilan data untuk perhitungan kapasitas perajangan dan ketebalan hasil irisan dilakukan dengan menyiapkan singkong 9 kg dan pengujian dilakukan 9 kali menggunakan variasi kemiringan sudut mata pisau dan waktu 1 menit tiap pengujian. Dari hasil pengujian, didapatkan kapasitas hasil rajangan pada pengaturan mata pisau A sebesar 55,68 kg/jam, pisau B 57,48 kg/jam, dan pisau C 59,34 kg/jam, dengan ketebalan hasil irisan 1-3mm.</p>2024-10-31T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/LJTMU/article/view/16587Pengaruh Lama Waktu Pemanasan Terhadap Kadar Alkohol Moke Dengan Sistem Destilasi Sederhana2025-01-13T04:29:01+00:00Efremsus Sugianto Rajuefremraju@gmail.comDefmit B.N. Riwuriwu_defmit@staf.undana.ac.idJack C.A. Pahjack_pah@staf.undana.ac.id<p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pemanasan terhadap kadar alkohol moke dengan menggunakan sistem destilasi sederhana. Bahan baku penyulingannya adalah getah siwalan (Borassus flabellifer linn). Alat destilasi pada penelitian ini diuji pada suhu destilasi 78°C dengan variasi lama pemanasan 2 jam, 3 jam, dan 4 jam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lamanya pemanasan dapat mempengaruhi kadar alkohol pada moke yang dihasilkan. Semakin lama durasi pemanasan maka semakin rendah kadar alkohol pada moke yang diperoleh. Kadar alkohol moke pada penelitian ini dengan lama pemanasan bervariasi yaitu 30% dengan lama pemanasan 2 jam, 30% dengan lama pemanasan 3 jam, dan 28% dengan lama pemanasan 4 jam.</span></span></p>2024-10-31T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/LJTMU/article/view/18128Rancang Bangun Blade Turbin Angin Komposit Fiber Glass Menggunakan Cetakan Vacuum Bag2025-01-13T04:34:06+00:00Rikardo Aprisantus Singi Ndoyaichalndoya26@gmail.comErich U. K. Maliwemuerich.umbu@staf.undana.ac.idVerdy A. Koehuanverdy.koehuan@staf.undana.ac.id<p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini bertujuan untuk merancang bangun bilah turbin angin komposit serat gelas menggunakan cetakan </span></span></span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">kantong vakum</span></span></span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> . Model </span></span></span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">sudu</span></span></span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> yang digunakan dalam penelitian ini yang selanjutnya disebut sebagai prototipe sudu adalah </span></span></span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">sudu</span></span></span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> turbin angin sumbu horizontal tipe baling-baling tiga </span></span></span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">sudu. </span></span></span></span></em> <em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Bilah </span></span></span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">rotor turbin</span></span></span></em></span><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> ini menggunakan seri airfoil S826 dengan diameter rotor 0,944 m. Model </span></span></span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">blade</span></span></span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> digambar menggunakan Solidworks kemudian dilakukan proses cetak atau print 3D yang selanjutnya model blade ini dijadikan sebagai pola dalam pembuatan cetakan. Proses pembuatan blade melalui metode </span></span></span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">vaccum </span></span></span></span></em> <em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">bag</span></span></span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> nilai fraksi volume tertinggi yaitu 38,51 % dengan kecepatan aliran resin 3,125 cm/menit dan laju aliran volume resin 4,276 ml/menit. Pengujian dilakukan ini untuk memperoleh tahapan pembuatan blade dengan metode vaccum yang tepat dalam memperoleh hasil cetakan yang baik, Proses </span></span></span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">vaccum bag</span></span></span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> memungkinkan untuk pengendalian yang lebih baik terhadap impregnasi resin ke dalam serat komposit, menghasilkan struktur yang homogen dan konsisten.</span></span></span></span></p>2024-10-31T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/LJTMU/article/view/16907Perancangan Pembangkit Listrik Tenaga Air Mini Dengan Turbin Spiral2025-01-13T04:39:56+00:00jeri imanuel sayunajerisayuna24@gmail.comArifin Sanusiarifin@staf.undana.ac.idJefri S. Balejefri_bale@staf.undana.ac.id<p> Pemanfaatan air sebagai irigasi tentunya juga bisa kita manfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air dalam skala kecil, dengan memanfaatkan aliran yang ada kita bisa membuat alat pembangkit listrik skala kecil yang menyesuaikan besarnya aliran air irigasi persawahan. hasil dari penelitian pembuatan alat pembangkit listrik tenaga air mini dengan metode vdi 2222 guna penerangan jalan di area persawahan bisa bermanfaat di masyarakat. Turbin yang digunakan yaitu jenis turbin yang berbentuk spiral dan memakai jenis generator PMG. Dari hasil pengujian didapatkan waktu yang dibutuhkan untuk charger baterai 12Vdc, 7,2Ah ratarata per 5 menit yaitu ada penambahan tegangan sebesar 0,209 Vdc, sedangkan untuk pengisian baterai dari kondisi 0 sampai baterai penuh dibutuhkan waktu selama 5 jam 10 menit. Dengan beban lampu 7 watt, arus 0,27 A serta sensor LED dengan arus 0,11, tegangan baterai 12,8 Vdc maka baterai dapat digunakan selama 20 jam. Dari hasil ini lampu dapat digunakan sebagai penerangan jalan area persawahan pada malam hari.</p>2024-10-31T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/LJTMU/article/view/17862Optimasi Kompor Dengan Variasi Bahan Bakar2025-01-13T04:53:37+00:00Dodi Alfredo Sonbaifetododylorzet@gmail.comDefmit B.N. Riwuriwu_defmit@staf.undana.ac.idAdi Y. Tobeadi.tobe@staf.undana.ac.id<p>Dalam peningkatan kebutuhan energi dan kesadaran akan pelestarian lingkungan, penggunaan bahan bakar yang ramah lingkungan dan efisien menjadi penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kompor yang dapat menggunakan berbagai jenis bahan bakar sebagai solusi alternatif. Fokusnya adalah pada pengujian konsumsi bahan bakar dan temperatur api dari tiga jenis bahan bakar: minyak tanah, Biodiesel B30, dan minyak jelantah. Hasil pengujian menunjukkan bahwa konsumsi bahan bakar pada ketinggian penempatan tabung bahan bakar 200 cm, konsumsi bahan bakar pada bahan bakar minyak tanah sebesar 0,035 ml/s, Biodiesel B30 sebesar 0,04ml/s, dan minyak jelantah sebesar 0,03ml/s, sedangkan pada ketinggian penempatan tabung bahan bakar 160 cm, konsumsi bahan bakar pada bahan bakar minyak tanah sebesar 0,031ml/s, Biodiesel B30 sebesar 0,039ml/s, minyak jelantah sebesar 0,027ml/s, dan Temperatur api di ketinggian menaruh tabung bahan bakar di 200 cm, pada bahan bakar minyak tanah sebesar 1049°C, Biodiesel B30 sebesar 971°C, dan minyak jelantah sebesar 805°C, sedangkan, , sedangkan pada ketinggian penempatan tabung bahan bakar di 160 cm, temperatur api pada bahan bakar minyak tanah sebesar 996°C, pada Biodiesel B30 sebesar 788°C, dan pada minyak jelantah sebesar 518°C.</p>2024-10-31T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##