DAUKU JAULI NGA’A KANA’A OLE “SAYA TIDAK PERNAH LELAH MAKAN DAGING ORANG” PADA MASYARAKAT LOLI DI KABUPATEN SUMBA BARAT: TELAAH ANALISIS WACANA KRITIS

  • Alex Djawa(1*)
  • Markus Sampe(2)
  • (*) Corresponding Author

Abstract

Dauku jauli nga‟a kana‟a ole Saya tidak pernah lelah makan daging orang” pada masyarakat loli di Kabupaten
Sumba Barat” merupakan suatu tuturan yang sifatnya menghina dan merendahkan martabat seseorang yang menjadi
tujuan penghinaan itu. Penghinaan itu biasanya dilakukan di sebuah pesta adat yang dihadiri ribuan orang sebagai
tamu undangan. Saat itulah pemilik dan penyelenggara pesta adat mengungkan kata-kata sindiran dan penghinaan itu
kepada orang lain yang dibenci dan dimusuhinya. Ungkanpan “Dauku jauli nga‟a kana‟a ole “saya tidak pernah lelah
makan daging orang” sesungguhnya ditujukannya kepada seseorang yang, setiap pesta pasti hadir, makan dan
membawa pulang daging ke rumahnya, tetapi orang itu tidak pernah pesta untuk member makan pada tamu yang
diundangnya, apalagi untuk membagi daging pada undangannya. Karena itu, melalui pesta adat yang
diselenggarakannya, ia mengungkapkan kata-kata itu sebagai penghinaan dan ia juga mau menunjukkan kepada
seluruh tamu undangan bahwa ia mampu menyelenggarakan pesta adat dan member makan dan membagikan daging
untuk dibawa pulang oleh setiap tamu yang diundangnya. Melalui pesta adat yang diselenggrakannya secara implisit
ia juga menunjukkan kehebatan dan kesombongannya.

Downloads

Download data is not yet available.

PlumX Metrics

Published
2022-10-24
Section
Articles