Perancangan Sentra Industri Tahu Terpadu di Kota Kupang dengan Pendekatan Arsitektur Hijau
Isi Artikel Utama
Abstrak
Kota Kupang merupakan salah satu daerah dengan peminat olahan kedelai yaitu tahu yang tinggi. Hal tersebut membuat produsen tahu di Kota Kupang banyak bermunculan dari tingkat industri kecil dan rumah tangga yang sebagian besar hanya merupakan tempat produksi dan transaksi jual beli tahu dengan fasilitas yang kurang aman dan nyaman bagi pengunjung serta pekerja pabrik. Dalam perancangan ini, bangunan mengambil dasar bentukan yang terinspirasi dari bangunan tradisional China yaitu “Siheyuan”, yang memiliki halaman yang dikelilingi ruangan di keempat sisinya. Perancangan juga menerapkan prinsip arsitektur hijau menurut Brenda dan Robert Vale (Green Architecture Design of Sustainable Future). Tujuan yang akan dicapai adalah merancang bangunan yang dapat mewadahi berbagai aktifitas yang berkaitan dengan tahu, mulai dari sistem produksi dari awal hingga penanganan limbah tahu yang dapat menjadi wadah edukasi bagi pengunjung, dengan penerapan prinsip arsitektur hijau, yakni: Conserving Energy (alat photovoltaic pada atap, atap dengan model gergaji sebagai salah satu pencahayaan alami, menggunakan sunshading, penggunaan solarglass sebagai skylight, dan penggunaan roster sebagai salah satu penghawaan alami), Working with Climate (massa memanjang barat-timur, vegetasi/barrier, cross ventilation, penggunaan paving/grass block, dan terdapat courtyard), Respect for Site (pemanfaatan kontur lokasi), Respect for User (tersedianya pedestrian, parkiran kendaraan dan penanganan limbah tahu), Limitting New Resources (menggunakan material ramah lingkungan), dan Holistik (penerpan segala prinsip kedalam perancangan).
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Rincian Artikel
Lisensi ini memungkinkan pengguna ulang untuk mendistribusikan, mencampur, mengadaptasi, dan mengembangkan materi dalam media atau format apa pun, selama atribusi diberikan kepada pencipta. Lisensi ini mengizinkan penggunaan komersial