Pengaruh Ritual Adat Terhadap Tata Ruang Permukiman Tradisional Suku Matabesi Di Kabupaten Belu

Isi Artikel Utama

Debri A. Amabi
Thomas K. Dima

Abstrak

Permukiman tradisional Suku Matabesi di Kabupaten Belu merupakan permukiman dengan masyarakat yang masih menjaga serta menjalankan budaya leluhur sejak beberapa generasi hingga saat sekarang ini. Wujud dari budaya masyarakat Suku Matabesi adalah budaya ritual yang terdapat pada upacara adat seperti pernikahan, kelahiran, kematian, pertanian. Tujuan utama dari studi ini adalah untuk mengetahui pengaruh ritual terhadap tata ruang permukiman tradisional Suku Matabesi. Kajian yang dilaksanakan menggunakan metode penelitian kualitatif rasionalistik dengan studi deskriptif yang didasarkan pada rasionalisme. Wujud tata ruang akibat pengaruh ritual yang dikaji yaitu terdiri dari dua jenis ruang antara lain ruang dalam dengan wujud bangunan dan ruang luar dengan wujud pelataran terbuka. Terbentuknya tata ruang tersebut merupakan upaya masyarakat dalam mewadahi kegiatan budaya ritual yang bersifat sakral dan profan. Seluruh pertimbangan mengenai tata ruang permukiman tradisonal yang dihasilkan merupakan upaya masyarakat Suku Matabesi dalam menyeimbangkan kehidupan masyarakat terhadap alam serta penghormatan kepada penguasa alam semesta lewat tradisi ritual.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Rincian Artikel

Bagian
Artikel
##submission.authorBiographies##

##submission.authorWithAffiliation##

Program Studi Arsitektur, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana

##submission.authorWithAffiliation##

Program Studi Arsitektur, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana