Haumeni Journal of Education https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/haumeni <p style="text-align: justify;">Haumeni Journal of Education adalah jurnal ilmiah dalam bidang pendidikan yang dikelola dan diterbitkan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Nusa Cendana, Kupang, NTT. Ruang lingkup jurnal ini adalah penelitian pendidikan yakni inovasi pembelajaran, pengembangan kurikulum, evaluasi pembelajaran, pengembangan profesionalisme guru, studi kasus, studi teoritik, review artikel bidang pendidikan serta topik pendidikan lainnya dari berbagai jenis penelitian seperti survei, penelitian dan pengembangan, penelitian eksperimen, penelitian tindakan kelas, penelitian kualitatif dll. Haumeni Journal of Education akan terbit dua kali setahun pada bulan <strong>Juni dan Desember</strong>.&nbsp;</p> <p style="text-align: justify;">Berdasarkan Surat Keputusan Nomor: 0173/C3/DT.05.00/2025, Haumeni Journal of Education telah terkreditasi dan terindeks SINTA 5 terhitung mulai Volume 2 Nomor 1 Tahun 2022 sampai Volume 6 Nomor 2 Tahun 2026. Kami mengajak para akademisi, mahasiswa dan khalayak umum yang tertarik mempublikasikan hasil penelitian maupun hasil pemikiran di Haumeni Journal of Education.</p> Universitas Nusa Cendana en-US Haumeni Journal of Education 2798-1991 Pemanfaatan Analisis Kompleks Berbasis Software Matematis bagi Mahasiswa Pendidikan Matematika https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/haumeni/article/view/26841 <p>Analisis kompleks merupakan mata kuliah yang memiliki tingkat abstraksi tinggi sehingga sering menimbulkan kesulitan pemahaman konsep bagi mahasiswa pendidikan matematika. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memanfaatkan perangkat lunak matematis dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi penggunaan software matematis dalam pembelajaran analisis kompleks, menganalisis pengaruhnya terhadap pemahaman konsep mahasiswa, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan kendala dalam penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek mahasiswa Pendidikan Matematika yang menempuh mata kuliah Analisis Kompleks. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket persepsi mahasiswa. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan software matematis, seperti GeoGebra dan MATLAB, memberikan kontribusi positif terhadap pemahaman konsep mahasiswa, terutama dalam visualisasi pemetaan fungsi kompleks. Mahasiswa menilai software membantu mengaitkan konsep abstrak dengan representasi visual. Namun demikian, masih ditemukan kendala teknis dan kecenderungan ketergantungan pada visualisasi tanpa verifikasi analitis. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan dosen dan perencanaan pembelajaran yang terintegrasi agar pemanfaatan software matematis lebih optimal.</p> Kofifatun Amila Indah Lestari Meylani Vita Lestari Nurul Husnah Mustika Sari ##submission.copyrightStatement## 2026-05-31 2026-05-31 6 1 1 10 10.35508/haumeni.v6i1.26841 Strategi Guru dalam Mengembangkan Nilai-Nilai Agama Islam pada Anak Usia Dini di TK Islam Al-Azhar Cairo Banda Aceh https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/haumeni/article/view/27157 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru dalam mengembangkan nilai-nilai agama Islam pada anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi terhadap dua guru kelas B di TK Islam Al-Azhar Cairo Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam mengembangkan nilai-nilai agama Islam pada anak usia dini meliputi pengenalan agama melalui metode tanya jawab, nyanyian, penggunaan media gambar, serta praktik langsung dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu, guru juga menerapkan pembiasaan ibadah melalui kegiatan shalat, hafalan surat-surat pendek, doa, dan hadis sebagai upaya menanamkan nilai keimanan sejak dini. Penanaman akhlak dilakukan melalui keteladanan guru, pembiasaan perilaku positif, pemberian motivasi, serta penyampaian kisah-kisah teladan Rasulullah SAW. Di samping itu, guru membiasakan perilaku hidup bersih sebagai bagian dari pembentukan karakter dan nilai religius anak dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan secara konsisten dan terintegrasi efektif dalam mengembangkan nilai-nilai agama Islam pada anak usia dini.</p> Fiza Tursina Siti Nayla Fauzia Rosmiati Rosmiati ##submission.copyrightStatement## 2026-05-31 2026-05-31 6 1 11 18 10.35508/haumeni.v6i1.27157 Strategi Guru dalam Penerapan Nilai Disiplin pada Anak Usia Dini di TK Kartika XIV-11 Banda Aceh https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/haumeni/article/view/27159 <p>penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru dalam penerapan nilai disiplin pada anak usia dini di TK Kartika XIV-11 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Observasi dilakukan secara langsung terhadap proses pembelajaran dan kegiatan pembiasaan yang diterapkan guru di kelas, sedangkan wawancara dilakukan kepada kepala sekolah serta dua orang guru kelas, yaitu guru kelas A dan guru kelas B. Sampel penelitian berjumlah tiga orang, sedangkan objek penelitian adalah strategi guru dalam penerapan nilai disiplin pada anak usia dini di TK Kartika XIV-11 Banda Aceh. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa strategi guru yang diterapkan melalui tiga indikator utama yaitu nilai disiplin belajar, disiplin sikap, dan disiplin waktu pada anak usia dini. Penerapan strategi tersebut tidak hanya berdampak pada keteraturan selama kegiatan belajar di sekolah, tetapi juga membentuk kebiasaan disiplin anak dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat menjadi bekal positif bagi perkembangan karakter anak di masa mendatang. Secara umum, strategi yang digunakan guru dalam penerapan nilai nilai disiplin di TK Kartika XIV-11 bersifat komprehensif dan kolaboratif, melibatkan pembiasaan, keteladanan, penguatan positif, serta partisipasi orang tua.</p> Jauza Jilan Tuffahati Yuhasriati Yuhasriati Siti Naila Fauzia ##submission.copyrightStatement## 2026-06-01 2026-06-01 6 1 19 25 10.35508/haumeni.v6i1.27159 Desain Model Sekolah Pra Nikah Perspektif Islam Berbasis Kebutuhan Generasi Z https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/haumeni/article/view/27530 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kompleksitas persoalan pernikahan pada Generasi Z yang dipengaruhi oleh perubahan sosial, budaya digital, serta rendahnya kesiapan emosional dan spiritual dalam membangun keluarga. Program pra nikah yang ada cenderung bersifat normatif dan belum sepenuhnya adaptif terhadap karakteristik generasi muda muslim. Penelitian ini bertujuan untuk merancang model Sekolah Pra Nikah perspektif Islam yang berbasis pada kebutuhan Generasi Z. Metode yang digunakan adalah studi literatur dipadukan dengan analisis kebutuhan melalui kajian dokumen, observasi konseptual, dan telaah penelitian terdahulu. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan teknik reduksi data, kategorisasi tema, dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan perlunya model pembelajaran integratif yang memadukan nilai maqashid syariah, pendidikan karakter, literasi digital, kesiapan psikologis, dan perencanaan ekonomi keluarga. Model yang dirancang menekankan pendekatan partisipatif, kontekstual, dan aplikatif sesuai karakter digital native Generasi Z. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kurikulum pra nikah yang sistematis dan kolaboratif antara lembaga pendidikan, komunitas dakwah, dan instansi keagamaan.</p> Anugrah Setiawan M Rifai Harahap Sitti Subaedah Michael Yudha Pratama Nurhudayah Muharayu ##submission.copyrightStatement## 2026-06-01 2026-06-01 6 1 26 34 10.35508/haumeni.v6i1.27530 Meningkatkan Civic Engagement Siswa Melalui Pelibatan Aktif Dalam Program Sosial-Kultural Desa Semangat Dalam https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/haumeni/article/view/27540 <p><em>Education plays a strategic role in fostering civic engagement among students as a form of awareness and active involvement in social and community life. However, learning in schools still tends to focus on academic aspects, so that students' social experiences have not developed optimally. This study aims to describe efforts to increase student civic engagement through active involvement in socio-cultural programs in Semangat Dalam Village. The study uses a qualitative approach with a descriptive qualitative method to gain an in-depth understanding of the processes, experiences, and interactions of students in the village's socio-cultural activities. Data collection techniques were carried out through observation, direct participation, and documentation of activities. The results show that student involvement in socio-cultural activities, particularly participatory environmental and waste management programs, can increase students' social awareness, environmental concern, and responsibility towards their community. Students showed enthusiasm and active participation in activities, which was reflected in behavioral changes in maintaining environmental cleanliness and involvement in social activities. In addition, direct interaction with the village community provided contextual experiences that strengthened their understanding of the values of citizenship, cooperation, and mutual assistance. These findings indicate that village socio-cultural programs can be an effective vehicle for contextual learning in building sustainable civic engagement among students.</em></p> Sigit Triyono Said M. Ragil Al Bahasyim Nurul Hidayahe Rahmawati Rahmawati Rezky Anisa Riska Aulia Nor Aida Nor Andini Rahmawati Rahmawati Erischa Marsela Muhammad Azriel Akbar ##submission.copyrightStatement## 2026-06-01 2026-06-01 6 1 35 43 10.35508/haumeni.v6i1.27540 Pelatihan Literasi Finansial Cilik: Belajar Mengelola Uang dengan Bijak Sejak Dini di SDN Sungai Lakum Kabupaten Banjar https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/haumeni/article/view/27681 <p><span dir="auto">Pelatihan Literasi Finansial Cilik merupakan program edukatif yang dilaksanakan di SDN Sungai Lakum 1, Kabupaten Banjar, dengan tujuan menanamkan pemahaman dasar mengenai pengelolaan keuangan sejak usia dini. Kegiatan ini difokuskan pada pengenalan konsep sederhana tentang uang, kebiasaan menabung, serta perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Metode pelaksanaannya meliputi penyampaian materi secara interaktif, diskusi, serta simulasi sederhana yang disesuaikan dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap pentingnya mengelola uang secara bijak, ditandai dengan antusiasme peserta dan kemampuan mereka menjelaskan kembali materi yang telah diberikan. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membentuk sikap bertanggung jawab terhadap keuangan sejak dini serta mendukung penguatan literasi finansial di lingkungan sekolah dasar Kabupaten Banjar.</span></p> Raihanah Sari Nova Asri Fitriani Muhammad Aufar Athala Muhammad Ramadhan Nazwa Amira Praja Ridhoni Muhammad Muhammad Rendra Yuda Pratama Muhammad Samsul Ma’Arif Nadilla Nurcahyati Naisya Al Zahra Nur Fitrian Rahimi M Iqbal Qushoyyi ##submission.copyrightStatement## 2026-06-01 2026-06-01 6 1 44 53 10.35508/haumeni.v6i1.27681 Sense of Belonging : Ikatan Emosional dan Budaya Masyarakat Bali Perantauan di Desa Lakawali https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/haumeni/article/view/27684 <p>Fenomena migrasi masyarakat Bali ke berbagai pelosok Indonesia, termasuk ke Desa Lakawali, menciptakan tantangan adaptasi identitas dan kebutuhan akan rasa memiliki (<em>sense of belonging</em>) di tengah lingkungan budaya yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana ikatan emosional dan praktik budaya masyarakat Bali perantauan dikonstruksi sebagai mekanisme adaptasi di Desa Lakawali. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk mendapatkan pemahaman mendalam mengenai pengalaman subjektif para perantau. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>sense of belonging</em> masyarakat Bali terbentuk melalui “identitas hibrida”, di mana ritual keagamaan kolektif dan pelestarian adat berfungsi sebagai jangkar emosional sekaligus media komunikasi lintas budaya yang harmonis dengan masyarakat lokal. Integrasi ini terbukti mampu meminimalisir gegar budaya dan mendorong partisipasi aktif perantau dalam kehidupan sosial desa. Sebagai rekomendasi, penelitian ini menyarankan perlunya upaya keberlanjutan dialog antarbudaya yang lebih intensif untuk memperkuat kohesi sosial, serta bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi pergeseran makna rasa memiliki pada generasi muda perantau yang mengalami tantangan asimilasi yang lebih kompleks</p> Nurlela Nurlela ##submission.copyrightStatement## 2026-06-01 2026-06-01 6 1 54 65 10.35508/haumeni.v6i1.27684 Model Hubungan Manajemen Pembinaan dan Lingkungan Pendidikan Terhadap Karakter Kepemimpinan Kadet Unhan RI https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/haumeni/article/view/27736 <p class="E-JOURNALAbstractBodyEnglish" style="text-indent: 0cm; margin: 3.0pt 0cm 3.0pt 0cm;"><span lang="IN" style="font-size: 10.0pt;">This study aims to analyze the relationship between mentoring management and the educational environment on the leadership character of cadets in the Ship Machinery Study Program at the Indonesian National Defense University. The study employs a quantitative approach with an associative design. The study population consisted of 75 cadets, all of whom were included in the sample using total sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire that had been tested for validity and reliability, and then analyzed using multiple linear regression. The results indicate that both training management and the educational environment, both partially and simultaneously, have a positive and significant effect on cadet leadership characteristics. Training management is the most dominant variable in influencing leadership. Simultaneously, the two variables contribute 46.4% to leadership character. These findings indicate that the development of cadet leadership character requires integration between structured training and a conducive educational environment. This study recommends improving the quality of training management as well as strengthening academic culture and discipline as strategic efforts to develop excellent and integrity-driven cadet leadership</span></p> Ansori Zaini Damianus Manesi Imanuel A. Tnunay Raymundus P. Situmorang Yosy Gustasya ##submission.copyrightStatement## 2026-06-01 2026-06-01 6 1 66 76 10.35508/haumeni.v6i1.27736 Keanekaragaman Gastropoda di Taman Wisata Alam Laut Teluk Kupang Kelurahan Pasir Panjang Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/haumeni/article/view/27885 <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini dilatarbelakangi oleh potensi besar zona intertidal Pantai Pasir Panjang sebagai laboratorium alami dengan keanekaragaman biota laut yang tinggi, khususnya Gastropoda, namun rentan terhadap perubahan lingkungan akibat aktivitas manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis Gastropoda, menganalisis tingkat keanekaragamannya, serta mengetahui kondisi lingkungan yang mempengaruhi keberadaan biota tersebut di zona pasang surut Pantai Pasir Panjang, Kota Kupang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode transek dan plot (transek kuadrat) yang ditempatkan secara </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">purposive sampling</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> pada dua stasiun pengamatan. Data dianalisis secara kuantitatif menggunakan Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener, Indeks Kemerataan, Indeks Kekayaan Jenis, dan Indeks Dominansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 8 spesies Gastropoda yang tergolong dalam 6 famili, dengan spesies yang paling banyak ditemukan adalah </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Conus parvulus</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> . Kondisi lingkungan perairan di lokasi penelitian secara umum mendukung keberlangsungan hidup Gastropoda, meskipun dipengaruhi oleh jenis substrat berpasir dan berpasir. Direkomendasikan adanya upaya pelestarian lingkungan pantai dari aktivitas manusia yang berlebihan guna menjaga keseimbangan ekosistem dan populasi Gastropoda di kawasan tersebut.</span></span></p> Jemrisman Nome Nardi Matias Leo Eka Citra Gayatri Kerihi ##submission.copyrightStatement## 2026-06-01 2026-06-01 6 1 77 86 10.35508/haumeni.v6i1.27885 Cinta dan Kuasa: Dinamika Relasi Kekuasaan dalam Hubungan Pacaran Remaja di Kecamatan Bulagi, Kabupaten Banggai Kepulauan https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/haumeni/article/view/28053 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk-bentuk relasi kuasa yang bersifat simbolik dan emosional dalam hubungan pacaran remaja di Kecamatan Bulagi, Kabupaten Banggai Kepulauan, serta bagaimana kondisi sosial dan kultural lokal memengaruhi mekanisme kekuasaan tersebut. Data yang diperoleh dalam penelitian ini kemudian di analisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. hasil penelitian dari penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk-bentuk relasi kuasa bersifat simbolik yang terjadi dalam hubungan berpacaran pasangan remaja ada beberapa antaralain 1). dominasi emosional, 2). Kontrol social, 3). <em>Gaslighting</em>, 4). Pengawasan dan Kepemilikan, 5). Penciptaan Ketergantungan. Selain itu factor yang menyebabkan terjadinya relasi kuasa 1). ketakutan ditinggalkan, 2). Terbuai janji setia yang tidak ditepati, 3). rasa sayang berlebihan yang memicu pengorbanan tanpa batas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi kuasa dalam hubungan pacaran tidak selalu terlihat secara eksplisit, tetapi terbentuk melalui pengendalian emosional dan norma sosial yang membatasi kebebasan individu. Temuan ini menegaskan pentingnya pemahaman terhadap dimensi kuasa yang tersembunyi dalam hubungan pacaran untuk mendukung pembentukan hubungan yang sehat dan berdaya bagi remaja di konteks lokal.</p> Parham Taufik ##submission.copyrightStatement## 2026-06-01 2026-06-01 6 1 87 96 10.35508/haumeni.v6i1.28053 Mitigasi Kekerasan Seksual melalui Transformasi Literasi Hukum: Analisis Sosio-Legal pada Lingkungan Sekolah di Kota Kupang https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/haumeni/article/view/28257 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan yang kontras dengan rendahnya efektivitas mitigasi hukum di Kota Kupang<span data-path-to-node="2,3">. </span><span data-path-to-node="2,4">Masalah utama terletak pada paradigma literasi hukum yang masih bersifat tekstual-formalistik sehingga gagal menembus hambatan kultural seperti budaya bungkam (<em data-path-to-node="2,5" data-index-in-node="160">culture of silence</em>) dan normalisasi pelecehan</span><span data-path-to-node="2,7">. </span><span data-path-to-node="2,8">Penelitian ini bertujuan merumuskan model mitigasi kekerasan seksual melalui transformasi literasi hukum yang kontekstual bagi SMA di Kota Kupang</span><span data-path-to-node="2,11">. </span><span data-path-to-node="2,12">Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sosio-legal, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, <em data-path-to-node="2,13" data-index-in-node="106">Focus Group Discussion</em> (FGD), dan studi dokumen di tiga SMA di Kota Kupang</span><span data-path-to-node="2,15">. </span><span data-path-to-node="2,16">Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi UU TPKS di sekolah terhambat oleh struktur institusi yang rapuh dan budaya hukum patriarkis yang melanggengkan <em data-path-to-node="2,17" data-index-in-node="159">victim-blaming</em></span><span data-path-to-node="2,19">. </span><span data-path-to-node="2,20">Literasi hukum yang ada saat ini cenderung searah dan tidak menyentuh relasi kuasa serta otonomi tubuh</span><span data-path-to-node="2,23">. </span><span data-path-to-node="2,24">Sebagai rekonstruksi solusi, penelitian ini menawarkan "Model Partisipatif Terintegrasi Berbasis Nilai Lokal"</span><span data-path-to-node="2,27">. </span><span data-path-to-node="2,28">Model ini mengintegrasikan literasi substantif ke dalam kurikulum tersembunyi, pemberdayaan agen sebaya, serta mekanisme pelaporan yang berpusat pada korban dengan mereinterpretasi nilai kekerabatan lokal</span><span data-path-to-node="2,31">. </span><span data-path-to-node="2,32">Rekomendasinya, sekolah harus melakukan dekonstruksi budaya hukum secara fundamental untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang benar-benar aman dan transformatif</span><span data-path-to-node="2,35">.</span></p> Raditya Maharani Fadil Mas'ud Yosep Copertino Apaut Irham Wibowo ##submission.copyrightStatement## 2026-06-01 2026-06-01 6 1 97 114 10.35508/haumeni.v6i1.28257 Peran Kecerdasan Buatan (AI) dalam Pembelajaran di Era 5.0 https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/haumeni/article/view/28127 <p>Penelitian ini mengkaji peran kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran di Era 5.0, di mana teknologi dan manusia berkolaborasi untuk menciptakan pengalaman pendidikan yang lebih efektif dan personal. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, data diperoleh melalui wawancara dan survei yang melibatkan guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI memiliki potensi besar untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan membantu guru dalam melaksanakan pembelajaran. Meskipun banyak manfaat yang diidentifikasi, penelitian ini juga menemukan tantangan, termasuk kurangnya pemahaman teknologi di kalangan guru dan infrastruktur yang belum memadai. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan yang lebih baik bagi guru dan pengembangan kurikulum yang mengintegrasikan AI secara efektif. Dengan demikian, AI tidak hanya dapat memperbaiki proses pembelajaran saat ini, tetapi juga mempersiapkan siswa untuk menghadapi tuntutan masa depan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi institusi pendidikan dalam merumuskan strategi implementasi AI yang lebih baik dan berkelanjutan.</p> Elisa Pitria Ningsih Dita Afianti ##submission.copyrightStatement## 2026-06-01 2026-06-01 6 1 115 128 10.35508/haumeni.v6i1.28127 Analisis Kemampuan Computational Thinking Siswa Kelas X SMAN 1 Sukoharjo dalam Pembelajaran Biologi https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/haumeni/article/view/28129 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan <em>computational thinking</em> (CT) dalam pembelajaran biologi pada era Society 5.0, karena kemampuan tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan pola pikir logis, sistematis, dan kreatif siswa. Namun, kemampuan <em>computational thinking</em> siswa dalam pembelajaran biologi masih perlu mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan <em>computational thinking</em> siswa kelas X SMAN 1 Sukoharjo dalam pembelajaran biologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMAN 1 Sukoharjo, Pringsewu, Lampung, Indonesia, dengan sampel siswa kelas X4 berjumlah 30 siswa yang dipilih menggunakan teknik <em>cluster random sampling</em>. Data kuantitatif diperoleh melalui tes kemampuan <em>computational thinking</em>, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara guru dan siswa. Analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan hasil tes dan wawancara untuk memberikan gambaran kemampuan CT siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan <em>computational thinking</em> siswa masih tergolong sangat rendah, terutama pada aspek pengenalan pola dan abstraksi. Hasil wawancara juga menunjukkan bahwa pembelajaran masih didominasi metode ceramah dan diskusi, dengan keterbatasan pembelajaran berbasis proyek serta belum adanya pengukuran CT secara khusus. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya inovasi pembelajaran, khususnya penerapan pembelajaran berbasis proyek dan integrasi <em>computational thinking</em> secara sistematis untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis, sistematis, dan kreatif siswa.</p> Median Agus Priadi Dina Maulina Panggih Priyambodo Septin Restiana ##submission.copyrightStatement## 2026-06-01 2026-06-01 6 1 129 141 10.35508/haumeni.v6i1.28129 Integrasi Kearifan Lokal Pela Gandong Masyarakat Maluku dalam Pembelajaran IPS di Sekolah Menengah Pertama https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/haumeni/article/view/28080 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis integrasi kearifan lokal Pela Gandong masyarakat Maluku dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pela Gandong merupakan sistem persaudaraan adat yang mengandung nilai toleransi, solidaritas, dan gotong royong yang sejalan dengan tujuan pembelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian adalah guru IPS, kepala sekolah, siswa, dan tokoh adat di Kota Ambon. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) nilai-nilai Pela Gandong seperti persaudaraan, toleransi, masohi (gotong royong), solidaritas, dan resolusi konflik sangat relevan dengan kompetensi dasar IPS di SMP; (2) guru mengintegrasikan Pela Gandong melalui tiga pola utama, yaitu pendekatan kontekstual, pembelajaran berbasis proyek, dan kunjungan lapangan, namun implementasinya masih bersifat sporadis; (3) siswa SMP menunjukkan respons positif dan peningkatan pemahaman sosial ketika materi IPS dikaitkan dengan pengalaman budaya Pela Gandong yang mereka kenal; (4) faktor pendukung berupa kedekatan kultural siswa dan dukungan tokoh adat, serta faktor penghambat berupa minimnya sumber belajar lokal dan belum adanya panduan kurikulum terstruktur. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan modul IPS berbasis Pela Gandong dan penguatan kebijakan kurikulum muatan lokal tingkat SMP.</p> Nurbaeti Nurbaeti Henri Henri ##submission.copyrightStatement## 2026-06-01 2026-06-01 6 1 142 154 10.35508/haumeni.v6i1.28080 Gambaran Kecemasan Siswa dan Kesulitan Materi Fisika pada Asesemen Sumatif Semester Ganjil https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/haumeni/article/view/28368 <p><em>This study aimed to describe students’ anxiety levels and their perceptions of difficulties in physics materials when facing the odd semester summative assessment. The study employed a descriptive quantitative approach involving&nbsp;</em><em>24 students as research subjects. Data were collected through anxiety questionnaires and identification of physics topics perceived as difficult by students. The results showed that most students were in the moderate anxiety category, with 21 students classified as moderate anxiety and 3 students classified as high anxiety, while no students were found in the low anxiety category. The physics topics most commonly perceived as difficult were free- fall motion and circular motion in kinematics. Students reported that these difficulties were mainly caused by limited formula mastery and difficulties in interpreting problems. Overall, the findings indicate that most students experienced a moderate level of anxiety in facing physics assessments, accompanied by perceptions of difficulty in several kinematics topics</em></p> Lisa Sutami Suharlan ##submission.copyrightStatement## 2026-06-01 2026-06-01 6 1 155 163 10.35508/haumeni.v6i1.28368 Challenges and Benefits of Learning Business English: A Learner-Centered Case Study at Madyathika Polytechnic https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/haumeni/article/view/28549 <p><em>This research explores the challenges and benefits of learning Business English from a learner-centered perspective, specifically at Madyathika Polytechnic. In today’s global environment, English is vital in the workplace, particularly in business, elevating its importance in higher education, especially vocational schools. Despite gaining valuable skills, students face significant challenges such as limited business vocabulary, lack of speaking confidence, insufficient real-world material exposure, and varying English proficiency levels. The research involved the second semester students of the Madyathika Polytechnic as the participants. This research uses a qualitative case study method to understand students’ experiences. The data were collected through interviews, classroom observations, and document analysis involving selected students. However, the findings indicate that learning business English has significant advantages for pupils. They enhance their communication skills, boost confidence in professional English settings, and feel better prepared for future jobs. Engaging in discussions, role-plays, and real-world simulations fosters student motivation and engagement.</em></p> <p>&nbsp;</p> Artika Wina Fitriani Actinis Muqsitha Paradista ##submission.copyrightStatement## 2026-06-01 2026-06-01 6 1 164 173 10.35508/haumeni.v6i1.28549 Pembelajaran Sosiologi Berbasis Design Thinking untuk Merespons Isu Sosial Kontemporer: Studi Kasus Praktik Guru SMA dalam Perspektif Filsafat Pedagogi Kritis https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/haumeni/article/view/28531 <p>Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi pembelajaran sosiologi berbasis design thinking dalam merespons isu sosial kontemporer di SMA, serta menganalisisnya melalui perspektif filsafat pendidikan kritis. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini melibatkan tiga guru sosiologi dan lima siswa dari tiga jenjang kelas (X, XI, dan XII) di SMAN 1 Cipeundeuy. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa design thinking memfasilitasi proses belajar yang empatik, kritis, dan kontekstual yang mana siswa tidak hanya mempelajari teori sosiologi, tetapi juga terlibat aktif dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan merespons masalah sosial nyata seperti perundungan, ketimpangan pendidikan, konflik antarkelompok, dan tekanan sosial menjelang kelulusan. Dari perspektif pedagogi kritis, pendekatan ini mendorong transformasi relasi guru-siswa menjadi lebih dialogis, memupuk kesadaran kritis terhadap ketidakadilan struktural, dan menempatkan siswa sebagai subjek perubahan sosial. Tantangan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu, kesenjangan kemampuan analisis siswa, dan budaya sekolah yang masih berorientasi pada hasil ujian. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model pembelajaran sosiologi berbasis isu sosial lokal yang terintegrasi dengan Kurikulum Merdeka.</p> Ni Nyoman Putri Nursanti Sangputri Sidik Siti Fathimah ##submission.copyrightStatement## 2026-06-01 2026-06-01 6 1 174 187 10.35508/haumeni.v6i1.28531 Kebutuhan Pengembangan Bahan Ajar IPA Terpadu Berbasis Lingkungan Sekitar pada Pembelajaran IPA SMPN 8 Kaur https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/haumeni/article/view/28380 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan siswa dan guru terhadap bahan ajar secara terpadu pada mata pelajaran IPA berbasis lingkungan sekitar. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan responden 32 siswa dan 1 guru IPA di SMP Negeri 8 Kaur. Data dikumpulkan melalui angket dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dan guru membutuhkan bahan ajar yang mengintegrasikan konsep IPA dengan lingkungan sekitar, menggunakan tampilan menarik, dan mendukung pembelajaran mandiri. Penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan bahan ajar IPA terpadu berbasis lingkungan sekitar.</p> Noni Noviana ##submission.copyrightStatement## 2026-06-01 2026-06-01 6 1 188 196 10.35508/haumeni.v6i1.28380 Pengaruh Variasi Konsentrasi Ragi (Saccharomyces cerevisiae) terhadap Kualitas Hasil Fermentasi Roti pada Praktikum Bioteknologi https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/haumeni/article/view/28746 Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemahaman mahasiswa mengenai hubungan antara jumlah mikroorganisme dan hasil fermentasi roti pada kegiatan praktikum bioteknologi. Pelaksanaan praktikum selama ini cenderung berorientasi pada penyelesaian prosedur kerja sehingga mahasiswa kurang memahami pengaruh biologis konsentrasi ragi terhadap kualitas hasil fermentasi. Penelitian mengenai fermentasi roti umumnya lebih berfokus pada kualitas produk pangan, sedangkan kajian variasi konsentrasi ragi dalam konteks praktikum bioteknologi mahasiswa Pendidikan Biologi masih relatif terbatas. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan variasi konsentrasi ragi Saccharomyces cerevisiae dalam praktikum bioteknologi sebagai upaya mendukung pemahaman konsep fermentasi secara kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi ragi Saccharomyces cerevisiae terhadap kualitas hasil fermentasi roti. Penelitian menggunakan metode eksperimen yang dilaksanakan pada mata kuliah Bioteknologi di Universitas Lampung. Perlakuan dilakukan pada empat kelompok praktikum menggunakan tiga variasi konsentrasi ragi, yaitu 10 gram ragi, 5 gram ragi, dan tanpa ragi pada setiap 600 gram tepung terigu. Data penelitian diperoleh melalui uji organoleptik meliputi tekstur, rasa, aroma, dan warna roti yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ragi sesuai takaran menghasilkan kualitas roti terbaik dengan tekstur lebih lembut dan mengembang, aroma khas fermentasi, rasa lebih gurih, serta warna kuning hingga cokelat keemasan. Hasil penelitian ini mendukung pembelajaran bioteknologi berbasis eksperimen dalam memahami proses fermentasi roti. Liska Handayani Afifah Nurul Ramadanti Khilmia Mufarida Sumardi Sumardi Berti Yolida Nadya Meriza Median Agus Priadi ##submission.copyrightStatement## 2026-06-09 2026-06-09 6 1 197 207 10.35508/haumeni.v6i1.28746