https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/jaqu/issue/feed Jurnal Aquatik 2026-10-01T04:44:18+00:00 Ade Yulita Hesti Lukas ade.yulita@staf.undana.ac.id Open Journal Systems <p>&nbsp;<strong data-start="112" data-end="130">Jurnal Aquatik </strong>merupakan media publikasi ilmiah yang memfasilitasi diseminasi hasil penelitian di bidang kelautan dan perikanan. Jurnal ini terbit dua kali setahun, yaitu pada bulan Maret dan Oktober, dengan jumlah minimal 20 artikel baru setiap tahunnya</p> <p><strong data-start="112" data-end="130">Jurnal Aquatik </strong>is a scientific publication that facilitates the dissemination of research findings in the fields of marine and fisheries sciences. The journal is published twice a year, in March and October, with a minimum of 20 new articles each year. Jurnal Aquatik may also publish special editions on specific topics or in response to the needs of scientific development&nbsp; &nbsp; &nbsp;</p> https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/jaqu/article/view/30528 Pengaruh Perbedaan Sumber Bibit terhadap Pertumbuhan dan Produksi Rumput Laut Kappaphycus alvarezii di Perairan Oenaek, Kabupaten Kupang, Indonesia 2026-10-01T04:12:37+00:00 John Agusthinus Wetang adypura57@gmail.com Marcelien Djublina Ratoe Oedjoe lien@staf.undana.ac.id Agnette Tjendanawangi agnettetj@staf.undana.ac.id <p>Studi ini bertujuan membandingkan respons pertumbuhan, hasil produksi, dan kadar karagenan rumput laut <em>Kappaphycus alvarezii</em> dari tiga sumber bibit berbeda seperti bibit petani, stek vegetatif, serta kultur jaringan. Pemeliharaan dilakukan di perairan Oenaek, Kupang Barat, selama 45 hari (Juli–Agustus 2025) menggunakan metode <em>longline</em> berbasis Rancangan Acak Kelompok (RAK) 3 perlakuan dan 3 ulangan. Pengujian statistik ANOVA (α = 0,05) pada data pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik (SGR), produksi, kadar karagenan dan kualitas air membuktikan bahwa jenis bibit berpengaruh nyata (P&lt;0,05) terhadap pertumbuhan mutlak, SGR, serta produksi total. Bibit dari stek vegetatif menunjukkan performa tertinggi (pertumbuhan mutlak 208 g; SGR 2,44% hari⁻¹; produksi 217,87 g), bibit kultur jaringan (135 g; 1,77% hari⁻¹; 147,27 g) dan bibit petani (107 g; 1,43% hari⁻¹; 136 g). Kadar karagenan relatif sepadan antarperlakuan (P&gt;0,05), meski stek vegetatif tetap mencatatkan angka tertinggi sebesar 47,63%. Dapat disimpulkan bahwa bibit stek vegetatif merupakan pilihan paling efisien untuk mendongkrak produktivitas dan kualitas <em>K. alvarezii</em> pada kondisi perairan setempat.</p> <p><strong>Kata kunci: </strong><em>Kappaphycus alvarezii,</em> stek vegetatif, kultur jaringan, karagenan, pertumbuhan, produksi.</p> 2026-10-01T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/jaqu/article/view/30530 Pengaruh Perendaman Pupuk NPK Terhadap Kualitas dan Kandungan Karaginan pada Budidaya Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii) 2026-10-01T04:44:18+00:00 Megi Agustina Messakh mmegiagustin@gmail.com Yuliana Salosso yulisalosso@staf.undana.ac.id Sunadji Sunadji sunadji@staf.undana.ac.id <p>Rumput laut <em>Kappaphycus alvarezii</em> sebagai komoditas bernilai ekonomi tinggi sebagai penghasil karaginan, namun produktivitasnya sering menurun akibat serangan penyakit <em>ice-ice</em> akibat stres lingkungan dan rendahnya ketersediaan unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman pupuk NPK terhadap pertumbuhan, kandungan karaginan, dan kemunculan penyakit <em>ice-ice</em> pada <em>Kappaphycus alvarezi</em><em>i</em>. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P2 menghasilkan pertumbuhan mutlak tertinggi sebesar 228,00 g, laju pertumbuhan spesifik tertinggi sebesar 6,90 g/hari, serta kandungan karaginan tertinggi sebesar 31,398%. Meskipun demikian, hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa perendaman pupuk NPK tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan mutlak maupun laju pertumbuhan spesifik (<em>P</em> &gt; 0,05). Selama penelitian tidak ditemukan serangan penyakit <em>ice-ice</em> (prevalensi 0%). Dosis terbaik dengan perendaman pupuk NPK dengan dosis 75 g/150 L selama 6 jam dapat meningkatkan kualitas rumput laut, terutama kandungan karaginan, meskipun belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan secara statistik.</p> <p><strong>Kata kunci<em>:</em></strong> <em>Kappaphycus alvarezii, pupuk NPK, pertumbuhan, karaginan, penyakit ice-ice</em></p> 2026-10-01T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement##