Jurnal Aquatik https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/jaqu <p>&nbsp;<strong data-start="112" data-end="130">Jurnal Aquatik </strong>merupakan media publikasi ilmiah yang memfasilitasi diseminasi hasil penelitian di bidang kelautan dan perikanan. Jurnal ini terbit dua kali setahun, yaitu pada bulan Maret dan Oktober, dengan jumlah minimal 20 artikel baru setiap tahunnya</p> <p><strong data-start="112" data-end="130">Jurnal Aquatik </strong>is a scientific publication that facilitates the dissemination of research findings in the fields of marine and fisheries sciences. The journal is published twice a year, in March and October, with a minimum of 20 new articles each year. Jurnal Aquatik may also publish special editions on specific topics or in response to the needs of scientific development&nbsp; &nbsp; &nbsp;</p> Nusa Cendana University en-US Jurnal Aquatik 2301-5381 Pengaruh Perbedaan Sumber Bibit terhadap Pertumbuhan dan Produksi Rumput Laut Kappaphycus alvarezii di Perairan Oenaek, Kabupaten Kupang, Indonesia https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/jaqu/article/view/30789 <p>Studi ini bertujuan membandingkan respons pertumbuhan, hasil produksi, dan kadar karagenan rumput laut <em>Kappaphycus alvarezii</em> dari tiga sumber bibit berbeda seperti bibit petani, stek vegetatif, serta kultur jaringan. Pemeliharaan dilakukan di perairan Oenaek, Kupang Barat, selama 45 hari (Juli–Agustus 2025) menggunakan metode <em>longline</em> berbasis Rancangan Acak Kelompok (RAK) 3 perlakuan dan 3 ulangan. Pengujian statistik ANOVA (α = 0,05) pada data pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik (SGR), produksi, kadar karagenan dan kualitas air membuktikan bahwa jenis bibit berpengaruh nyata (P&lt;0,05) terhadap pertumbuhan mutlak, SGR, serta produksi total. Bibit dari stek vegetatif menunjukkan performa tertinggi (pertumbuhan mutlak 208 g; SGR 2,44% hari⁻¹; produksi 217,87 g), bibit kultur jaringan (135 g; 1,77% hari⁻¹; 147,27 g) dan bibit petani (107 g; 1,43% hari⁻¹; 136 g). Kadar karagenan relatif sepadan antarperlakuan (P&gt;0,05), meski stek vegetatif tetap mencatatkan angka tertinggi sebesar 47,63%. Dapat disimpulkan bahwa bibit stek vegetatif merupakan pilihan paling efisien untuk mendongkrak produktivitas dan kualitas <em>K. alvarezii</em> pada kondisi perairan setempat.</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Kata kunci: </strong><em>Kappaphycus alvarezii,</em> stek vegetatif, kultur jaringan, karagenan, pertumbuhan, produksi.</p> John Agusthinus Wetang Marcelien Djublina Ratoe Oedjoe Agnette Tjendanawangi ##submission.copyrightStatement## undana.ac.id 2026-10-20 2026-10-20 9 2 1 9 Pengaruh Perendaman Pupuk NPK Terhadap Kualitas dan Kandungan Karaginan pada Budidaya Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii) https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/jaqu/article/view/30790 <p>Rumput laut <em>Kappaphycus alvarezii</em> sebagai komoditas bernilai ekonomi tinggi sebagai penghasil karaginan, namun produktivitasnya sering menurun akibat serangan penyakit <em>ice-ice</em> akibat stres lingkungan dan rendahnya ketersediaan unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman pupuk NPK terhadap pertumbuhan, kandungan karaginan, dan kemunculan penyakit <em>ice-ice</em> pada <em>Kappaphycus alvarezi</em><em>i</em>. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P2 menghasilkan pertumbuhan mutlak tertinggi sebesar 228,00 g, laju pertumbuhan spesifik tertinggi sebesar 6,90 g/hari, serta kandungan karaginan tertinggi sebesar 31,398%. Meskipun demikian, hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa perendaman pupuk NPK tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan mutlak maupun laju pertumbuhan spesifik (<em>P</em> &gt; 0,05). Selama penelitian tidak ditemukan serangan penyakit <em>ice-ice</em> (prevalensi 0%). Dosis terbaik dengan perendaman pupuk NPK dengan dosis 75 g/150 L selama 6 jam dapat meningkatkan kualitas rumput laut, terutama kandungan karaginan, meskipun belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan secara statistik.</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Kata kunci<em>:</em></strong> <em>Kappaphycus alvarezii, pupuk NPK, pertumbuhan, karaginan, penyakit ice-ice</em></p> Megi Agustina Messakh Yuliana Salosso Sunadji Sunadji ##submission.copyrightStatement## undana.ac.id 2026-10-20 2026-10-20 9 2 10 19 Respon Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Larva Tiram Mutiara (Pinctada maxima) pada Pemberian Pakan Chaetoceros sp., Pavlova lutheri, dan Isochrysis galbana https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/jaqu/article/view/30792 <p>Kerang mutiara (<em>Pinctada maxima</em>) salah satu komoditas perikanan budidaya yang ekonomis dan berkontribusi terhadap peningkatan devisa negara. Keberhasilan budidaya tiram mutiara sangat dipengaruhi oleh keberhasilan fase larva, yang merupakan tahapan paling kritis dalam siklus hidupnya. Mikroalga seperti <em>Chaetoceros sp.,</em> <em>Pavlova lutheri</em>, dan <em>Isochrysis galbana</em> merupakan pakan alami yang umum digunakan dalam pembenihan tiram mutiara &nbsp;Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh pemberian pakan alami <em>Chaetoceros sp.,</em> <em>Pavlova lutheri</em>, <em>Isochrysis galbana</em>, dan kombinasi ketiga jenis mikroalga tersebut terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva tiram mutiara (<em>Pinctada maxima</em>). Parameter yang diamati meliputi panjang cangkang, laju pertumbuhan spesifik (<em>Specific Growth Rate</em>/SGR), tingkat kelangsungan hidup (<em>Survival Rate</em>/SR), serta kualitas air yang terdiri atas suhu, salinitas, pH, dan oksigen terlarut. Perlakuan kombinasi mikroalga (P4) memberikan capaian tertinggi dibandingkan pemberian pakan tunggal, dengan rata-rata panjang cangkang 165,47 µm, laju pertumbuhan spesifik 4,16% per hari, dan kelangsungan hidup 69,17%.</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Kata kunci</strong>: <em>Isochrysis galbana</em>; Kelangsungan Hidup; Pakan Alami; Pertumbuhan; Tiram Mutiara</p> Maria Adriana Nizo Agnette Tjendanawangi Yulianus Linggi ##submission.copyrightStatement## undana.ac.id 2026-10-20 2026-10-20 9 2 20 27 Identifikasi Rumput Laut yang di Budidaya di Perairan Sulamu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/jaqu/article/view/30793 <p>Perairan Pesisir Sulamu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur memiliki potensi besar dalam pengembangan budidaya rumput laut, namun kepastian taksonomi dan karakterisasi morfologinya masih perlu diperjelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies rumput laut yang dibudidayakan, mendeskripsikan karakteristik morfologinya, serta menganalisis kondisi parameter fisik-kimia perairan di lokasi budidaya. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode <em>purposive sampling</em> pada titik budidaya aktif di Perairan Sulamu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumput laut yang dibudidayakan terdiri dari dua spesies utama dari Divisi <em>Rhodophyta</em>, yaitu <em>Kappaphycus alvarezii</em> <em>(Cottonii)</em> dan <em>Eucheuma denticulatum</em> (<em>Spinosum</em>). <em>K. alvarezii</em> memiliki karakteristik thallus silindris berdaging, permukaannya licin dengan percabangan irreguler tanpa duri tajam, serta warna yang bervariasi dari hijau hingga cokelat kemerahan sebagai bentuk adaptasi cahaya. Sementara itu, <em>E. denticulatum</em> memiliki thallus berukuran lebih kecil dengan ciri khas duri (<em>spine</em>) yang tumbuh melingkar (<em>whorl</em>) di sepanjang percabangan. Pengukuran parameter kualitas air menunjukkan suhu 27,5–29,8 °C, salinitas 32–34 ppt, pH 7,8–8,1, dan kecepatan arus 22–35 cm/s. Seluruh parameter lingkungan tersebut berada pada kisaran optimal untuk mendukung pertumbuhan dan produktivitas rumput laut. Penelitian ini menegaskan bahwa Perairan Sulamu sangat potensial untuk pengembangan budidaya rumput laut berbasis kepastian spesies.</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Kata kunci:</strong> <em>Eucheuma denticulatum</em>, Identifikasi, <em>Kappaphycus alvarezii</em>, Morfologi,, Sulamu</p> Annisa Nurfadilah Marcelien Djublina Ratoe Oedjoe Agnette Tjendanawangi ##submission.copyrightStatement## undana.ac.id 2026-10-20 2026-10-20 9 2 28 36 Potensi Spesies Teripang (Hollothuroidea) di Pantai Otan dan Uiasa, Pulau Semau https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/jaqu/article/view/30795 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies teripang (<em>Holothuroidea</em>), menganalisis kondisi habitat, serta mengevaluasi potensi pengembangan budidaya teripang di Pantai Otan dan Pantai Uiasa, Pulau Semau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Pengambilan data dilakukan melalui metode transek-kuadran pada enam stasiun pengamatan dengan total 60 kuadran berukuran 1 × 1 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan dua spesies teripang, yaitu <em>Holothuria atra</em>&nbsp; dan <em>Holothuria scabra</em>. Pantai Otan didominasi oleh substrat pasir, pasir berkarang, serta makroalga <em>Sargassum</em>, sedangkan Pantai Uiasa didominasi oleh substrat pasir berlumpur dan padang lamun. Berdasarkan kondisi habitat, kualitas perairan, keberadaan lamun, dan dominasi Holothuria scabra yang bernilai ekonomis tinggi, Pantai Uiasa memiliki potensi yang lebih baik untuk pengembangan budidaya teripang dibandingkan Pantai Otan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar ilmiah dalam pengelolaan dan pengembangan budidaya teripang yang berkelanjutan di Pulau Semau.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata</strong> <strong>kunci:</strong> budidaya teripang, Holothuria atra, Holothuria scabra, habitat perairan, Pantai Uiasa, Pulau Semau</p> Jireh Maleakhi Batukh Nicodemus Dahoklory Yulianus Linggi ##submission.copyrightStatement## undana.ac.id 2026-10-20 2026-10-20 9 2 37 46 Pengaplikasian Cincangan Rumput Laut Sargassum sp. terhadap Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan Teripang Pasir (Holothuria Scabra Jaeger) dengan Metode Kurungan Tancap Di Perairan Hansisi, Pulau Semau https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/jaqu/article/view/30797 <p>Penurunan populasi teripang pasir (<em>Holothuria scabra</em>) akibat eksploitasi berlebihan mendorong upaya budidaya berkelanjutan. Pakan merupakan salah satu penyangga penting dalam proses budidaya yang sesuai dan ekonomis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan dan pengaruh pemberian cincangan rumput laut <em>Sargassum sp. </em>terhadap tingkat pertumbuhan dan kelangsungan hidup teripang pasir di perairan Hansisi, Pulau Semau. Penelitian dilakukan selama dua bulan menggunakan metode eksperimen dengan empat perlakuan: A (tanpa pemberian <em>Sargassum</em>), B (Pemberian <em>Sargassum </em>sebanyak 100 g/minggu), C (Pemberian <em>Sargassum </em>sebanyak 150 g/minggu), dan D (Pemberian <em>Sargassum </em>sebanyak 250 g/minggu), dengan tiga ulangan. Pengamatan meliputi pertumbuhan berat dan panjang mutlak, serta persentase kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian <em>Sargassum sp. </em>berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan berat teripang pasir sebesar 61,03 gr dan pertumbuhan panjang mencapai 16,9 cm dan kelangsungan hidup teripang pasir yang mencapai 100%. Perlakuan D (Pemberian <em>Sargassum </em>sebanyak 250 g/minggu) memberikan hasil terbaik dengan pertumbuhan dan kelangsungan hidup tertinggi. Dengan demikian, pakan tambahan yang potensial dalam budidaya teripang pasir adalah <em>Sargassum sp. </em>Kelangsungan hidup teripang pasir dipengaruhi pula oleh faktor biotik dan abiotik seperti kualitas air, predator dan pakan. Hasil pengamatan lainnya menunjukkan bahwa suhu, salinitas, pH, dan oksigen terlarut (kualitas air) di perairan Hansisi berada dalam kisaran optimal, diantaranya suhu berkisar 27-30°C, pH dikisaran 8,1-8,4 salinitas berada pada 33-35 ppt dan oksigen terlarut dikisaran4,2-6,6 mg/L serta kecepatan arus 6,5-42,2 m/dtk, sehingga sangat cocok untuk mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup teripang pasir selama pemeliharaan.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata kunci: </strong>Budidaya Laut, Kelangsungan Hidup, Pertumbuhan, <em>Sargassum sp.</em>, Teripang Pasir</p> Yolanta Meirita Virani Soge Franchy Ch Liufeto Asriati Djonu ##submission.copyrightStatement## undana.ac.id 2026-10-20 2026-10-20 9 2 47 57 PENGARUH BIBIT KULTUR JARINGAN DAN BIBIT STEK VEGETATIF RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) TERHADAP METABOLIT PRIMER DAN METABOLIT SEKUNDER DI PERAIRAN OENAEK, KUPANG BARAT https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/jaqu/article/view/30798 <p><em>Kappaphycus alvarezii</em> merupakan komoditas rumput laut bernilai ekonomis tinggi sebagai penghasil kappa-karagenan. Kualitas bibit menjadi salah satu faktor penting yang menentukan pertumbuhan dan karakteristik fisiologis rumput laut selama budidaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan bibit hasil kultur jaringan, seleksi stek vegetatif, dan bibit pembudidaya konvensional terhadap pertumbuhan serta kandungan metabolit primer dan sekunder <em>K. alvarezii</em> di Perairan Oenaek, Kupang Barat. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen lapangan selama 45 hari dengan tiga perlakuan sumber bibit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bibit stek vegetatif menghasilkan pertumbuhan mutlak tertinggi sebesar 208,33 g dengan laju pertumbuhan spesifik (SGR) sebesar 2,44% per hari, diikuti bibit kultur jaringan sebesar 135,00 g dan 1,77% per hari, serta bibit konvensional sebesar 107,67 g dan 1,43% per hari. Kandungan karbohidrat tertinggi ditemukan pada bibit kultur jaringan sebesar 41,70%, sedangkan stek vegetatif sebesar 39,33%. Kandungan protein kasar juga lebih tinggi pada bibit kultur jaringan (5,90%) dibandingkan stek vegetatif (4,69%). Hasil penapisan fitokimia menunjukkan keberadaan senyawa golongan fenol pada seluruh sampel, dengan intensitas positif tertinggi pada bibit kultur jaringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber bibit memengaruhi performa pertumbuhan dan karakteristik metabolit <em>K. alvarezii</em>. Bibit stek vegetatif menunjukkan performa pertumbuhan terbaik, sedangkan bibit kultur jaringan menunjukkan kandungan metabolit primer dan intensitas senyawa fenolik yang lebih tinggi.</p> <p><strong>Kata kunci</strong> : Budidaya, fenol, metabolit, &nbsp;primer<em>Kappaphycus alvarezii, </em>kultur jaringan, stek vegetatif</p> Laura Aurelia Bria Marcelien Djublina Ratoe Oedjoe Ade Yulita Hesti Lukas ##submission.copyrightStatement## undana.ac.id 2026-10-20 2026-10-20 9 2 58 74