Jurnal Beta Kimia https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/jbk <p><strong>Jurnal Beta Kimia (JBK)</strong> dengan <a href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/20210908050762025"><strong>e-ISSN: 2807-7938 </strong></a><strong><a href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/20210908050762025">(online)</a>&nbsp;</strong>dan <a href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/20210908181665318"><strong>p-ISSN: 2807-7962 (print)</strong></a>&nbsp;adalah Jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Nusa Cendana. Jurnal ini dengan frekuensi terbitan 2 (dua) kali setahun yaitu pada bulan <strong>Mei</strong> dan <strong>November</strong>. Jurnal ini berfokus pada bidang Pendidikan dan Sains Kimia. Naskah artikel yang diterbitkan dalam Jurnal ini adalah <em>Original Article, Short Communication</em> dan <em>review article</em> yang bertujuan untuk memberikan kontribusi dalam diskusi penelitian, pengalaman, pengembangan, pengajaran dan diseminasi terkait bidang pendidikan kimia dan sains kimia.</p> <p>&nbsp;</p> Universitas Nusa Cendana en-US Jurnal Beta Kimia 2807-7962 Identifikasi Pemahaman Materi Stoikiometri pada Mahasiswa Baru Pendidikan Kimia FKIP Undana https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/jbk/article/view/5127 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase pemahaman materi stoikiometri pada mahasiswa baru Pendidikan Kimia FKIP Undana tahun akademik 2019/2020. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Baru Pendidikan Kimia FKIP Undana Tahun Akademik 2019/2020 sekaligus sebagai sampel penelitian. Instrumen penelitian berupa soal tes pilihan ganda yang terdiri dari 25 butir soal dan soal tes uraian yang terdiri dari 15 butir soal. Sebelum digunakan untuk mengambil data, dilakukan validasi terlebih dahulu. Analisis data menggunakan statistika deskriptif dengan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase pemahaman materi stoikiometri pada: (1) konsep mol sebesar 17,87%, (2) penentuan rumus empiris dan rumus molekul sebesar 3,92%, (3) penentuan rumus senyawa hidrat sebesar 22,92%, (4) penentuan komposisi atom sebesar 8,17%, (5) perhitungan kimia tepat habis sebesar 10,03%, dan (6) penentuan pereaksi pembatas sebesar 16,88%. Secara keseluruhan pemahaman mahasiswa baru tahun akademik 2019/2020 pada materi stoikiometri sangat rendah. Hasil ini mengindikasikan bahwa diperlukan uji kemampuan prasyarat, pendalaman materi dan latihan soal untuk melatih kemampuan berhitung sebelum stoikiometri diajarkan pada mahasiswa baru.</p> Sudirman Sudirman ##submission.copyrightStatement## 2021-05-31 2021-05-31 1 1 1 6 10.201185/jbk.v1i1.5127 Pengembangan Bahan Ajar Kimia Berbasis Lectora Inspire pada Materi Pokok Kimia Unsur Terintegrasi Etnosains untuk Siswa Kelas XII SMA/MA https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/jbk/article/view/5128 <p>Artikel ini membahas hasil pengembangan bahan ajar kimia berbasis <em>Lectora Inspire</em> (LI) pada materi pokok kimia unsur terintegrasi etnosains. Pengembangan bahan ajar kimia berbasis LI pada materi pokok kimia unsur terintegrasi etnosains digunakan langkah-langkah dengan model rancangan dari Borg and Gall dengan 4 tahapan yaitu studi pendahuluan, pengembangan, uji lapangan, dan diseminasi produk akhir. Uji ahli yang dinilai oleh tiga ahli yaitu ahli instrumen, ahli materi dan ahli media serta uji lapangan terhadap produk bahan ajar kimia yang terdiri dari uji kelompok kecil yang terdiri atas 9 mahasiswa dan kelompok besar 20 mahasiswa semester 3 pendidikan kimia Undana. Hasil penilaian ahli instrumen terhadap angket butir-butir indikator penilaian pada angket tersebut sangat baik dengan persentase keidealan 94,28% sedangkan penilaian ahli materi dengan persentase keidealan 86,09% dan ahli media 86,92% dengan kategori masing-masing sangat baik. Uji coba kelompok kecil 97,25% dan kelompok besar 98,75%. Hasil penilaian uji ahli dan uji lapangan terhadap bahan ajar kimia berbasis <em>Lectora Inspire</em> pada materi pokok kimia unsur terintegrasi etnosains ini sangat layak digunakan.</p> Eny C.R.K Atandau Arvinda C. Lalang Dewi Lestarani Johnson Naat ##submission.copyrightStatement## 2021-05-31 2021-05-31 1 1 7 14 10.201185/jbk.v1i1.5128 Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Lingkungan Pada Materi Asam dan Basa Siswa Kelas XI IPA 1 SMAK St. Familia Wae-Nakeng https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/jbk/article/view/5129 <h1>Bahan ajar merupakan segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru atau instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. buku pelajaran yang digunakan adalah buku paket. Buku paket yang digunakan sangat terbatas sebagai sumber belajar siswa sehingga kurang mendorong siswa untuk aktif mengembangkan keterampilan berupa proses ilmiah. Secara keseluruhan buku-buku tersebut memiliki beberapa kekurangan dari segi tampilan, isi materi yang dikemas secara sederhana, bacaan yang terlalu panjang. Hal ini menyebabkan peserta didik merasa jenuh ketika membaca buku-buku tersebut. Selain itu minat membaca siswa masih sangat minim dikarenakan buku paket yang digunakan kurang menarik. Hal ini berdampak pada hasil belajar siswa. Selain itu, guru tidak pernah mengembangkan perangkat pembelajaran berupa bahan ajar yang menunjang proses pembelajaran di kelas. Tujuan penelitian ini adalah&nbsp; mengetahui&nbsp; validitas bahan ajar berbasis lingkungan pada materi&nbsp; asam dan basa siswa kelas XI IPA 1 SMAK St. Familia Wae-Nakeng dan mengetahui respon peserta didik siswa kelas XI IPA 1 SMAK St. Familia Wae-Nakeng &nbsp;terhadap bahan ajar&nbsp; berbasis lingkungan. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research &amp; Development). Hasil validasi ahli materi yang diperoleh berkategori layak dengan persentase 75,83%, hasil validasi ahli media yang diperoleh berkategori sangat layak dengan persentase 97,69%, dan hasil persentase respon siswa diperoleh persentase 86,73%.</h1> Agnes S. Murni Maria B. Tukan Erly G. Boelan ##submission.copyrightStatement## 2021-09-07 2021-09-07 1 1 15 21 10.201185/jbk.v1i1.5129 Pengembangan Video Pembelajaran Berbasis Praktikum Dalam Pembelajaran Daring Materi Titrasi Asam Basa Kelas XI SMAN 5 Pocoranaka https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/jbk/article/view/5130 <p>Media video pembelajaran&nbsp; merupakan media yang cocok untuk berbagai macam pembelajaran baik di kelas maupun di luar kelas.&nbsp; Dengan penggunaan&nbsp; media video pembelajaran berbasis praktikum&nbsp; ini peserta didik akan dipermudah dalam memahami materi, karena video pembelajaran ini dapat diputar berulang-ulang sesuai dengan keinginan siswa.&nbsp; Tujuan penelitian ini adalah&nbsp; untuk (1) Mengetahui validitas media video pembelajaran berbasis praktikum materi Titrasi Asam Basa dalam pembelajaran daring kelas XI SMAN 5 Pocoranaka (2)&nbsp; Mengetahui perolehan hasil belajar siswa kelas XI SMAN 5 Pocoranaka dalam pembelajaran daring materi Titrasi Asam Basa dengan menggunakan media video pembelajaran berbasis praktikum (3) Mengetahui respon siswa kelas XI SMAN 5 Pocoranaka dalam pembelajaran daring yang menggunakan media video pembelajaran berbasis praktikum&nbsp; materi Titrasi Asam Basa. &nbsp;Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (<em>research and development</em>).&nbsp; Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE (<em>Analysis, Design, Development, Implentation, and Evaluation</em>). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi media video pembelajaran, lembar tes hasil belajar, dan lembar angket respon siswa. Teknik&nbsp; analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Dari analisis data diperoleh (1) Media video pembelajaran berbasis praktikum yang dikembangkan oleh peneliti dinyatakan sangat layak/sangat valid&nbsp; (2) Hasil belajar siswa dinyatakan tuntas dengan perolehan nilai rata-rata sebesar 81,77 (3) Respon siswa dalam pembelajaran yang menggunakan media video pembelajaran berbasis praktikum tergolong dalam kategori sangat baik dengan persentase sebesar 94,75%.</p> Kanisius Ardiman Maria B. Tukan Anselmus Boy Baunsele ##submission.copyrightStatement## 2021-05-31 2021-05-31 1 1 22 28 10.201185/jbk.v1i1.5130 Integrasi Level Makroskopik, Sub Mikroskopik, dan Simbolik Melalui Pengembangan Video Pembelajaran pada Materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan (KSP) https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/jbk/article/view/5131 <p>Penelitian dan pengembangan ini dilatarbelakangi dengan masalah dimana buku dan LKS kurang memberikan pemahaman mengenai&nbsp; konsep kelarutan dan hasil kali kelarutan (Ksp) yang membutuhkan penjelasan level makroskopik dan sub mikroskopik. Pemahaman tiga level representasi kimia merupakan dasar untuk memahami kimia. Untuk itulah tiga level representasi kimia perlu diwujudkan&nbsp; dalam&nbsp; media&nbsp; pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui validitas video pembelajaran yang mengintegrasikan level makroskopik, sub mikrsokopik, dan simbolik&nbsp; pada&nbsp; materi kelarutan dan hasil kalli kelarutan (Ksp) yang dikembangkan, (2)Mengetahui respon peserta didik terhadap video pembelajaran yang mengintegrasikan level makroskopik, sub mikroskopik, dan simbolik pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan (Ksp). Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (R &amp; D) dengan model pengembangan 4-D yang dikembangkan oleh Thiagarajan, dkk (1974) yang dimodifikasi menjadi 3-D&nbsp; yaitu tahap define, design dan develop. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Validitas video pembelajaran dari aspek media tergolong kategori sangat valid dengan persentase rata-rata sebesar 91,94% dan validitas video pembelajaran dari aspek materi tergolong kategori sangat valid dengan persentase rata-rata sebesar 92,533%, (2) Respon peserta didik terhadap video pembelajaran yang yang mengintegrasikan level makoskopik, sub mikroskopik dan simbolik tergolong kategori sangat baik dengan persentase rata-rata sebesar 92,533%.</p> Marianus Jefri Agang Hironimus C. Tangi Faderina Komisia ##submission.copyrightStatement## 2021-05-31 2021-05-31 1 1 29 36 10.201185/jbk.v1i1.5131 Skrining Fitokimia Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Kombinasi Kulit Batang Kelor (Moringa oleifera) dan Rimpang Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza) Asal Nusa Tenggara Timur https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/jbk/article/view/5168 <p>Kelor (<em>Moringa oleifera</em>) dan Temulawak (<em>Curcuma xanthorrhiza</em>) merupakan jenis tumbuhan herbal yang dapat tumbuh pada iklim tropis seperti di Indonesia khususnya Nusa Tenggara Timur. Kelor dan rimpang temulawak sudah secara luas digunakan oleh masyarakat karena memiliki aktivitas farmakologi. Aktivitas yang dimiliki oleh kedua jenis tanaman ini disebabkan oleh kandungan kimia yang terdapat dalam masing-masing tanaman. Eksplorasi terhadap khasiat berbagai jenis tanaman terus dilakukan salah satunya adalah dengan mengkombinasikan ekstrak setiap tanaman. Pada peneltian ini dilakukan skrining fitokimia terhadap ekstrak kombinasi kulit batang kelor dan rimpang temulawak hasil maserasi menggunakan pelarut methanol. Perbandingan kombinasi ekstrak kombinasi adalah 1:1 dan perbandingan ekstrak dan pelarut adalah 1:6. Hasil uji menunjukkan bahwa ekstrak kombinasi kulit batang kelor dan rimpang temulawak positif mengandung kelompok senyawa alkaloid dan triterpenoid/steroid dan negated terhadao uji flavonoid, tanin dan saponin. Oleh karena itu pengujian lebih lanjut untuj menganalisis senyawa yang terkandung dan biaktivitas ekstrak kombinasi kulit batang kelor dan rimpang temulawak perlu dilakukan.</p> Rio Fernando Goa Aloisius Masan Kopon Erly Grizca Boelan ##submission.copyrightStatement## 2021-08-13 2021-08-13 1 1 37 41 10.201185/jbk.v1i1.5168