KESENJANGAN PROGRAM LITERASI SEKOLAH DAN PRAKTIK DI KELAS

  • Devista Claudia DjaraTari(1*)
    Pendidikan Guru Sekolah Dasar
  • Maria Grasiana Rere(2)
  • Helena keneka Belitin(3)
  • Sarah Zefanya Hale(4)
  • Debi Koro Djami(5)
  • (*) Corresponding Author
Keywords: Gerakan Literasi Sekolah, kesenjangan, literasi, sekolah dasar, studi kepustakaan.

Abstract

Kesenjangan antara program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dan praktik pelaksanaannya di kelas menjadi fokus utama kajian ini. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif berdasarkan studi kepustakaan, sejumlah artikel ilmiah yang relevan ditelaah untuk memotret kondisi implementasi GLS di sekolah dasar. Secara umum, GLS telah diwujudkan melalui kegiatan membaca 15 menit, penyediaan pojok, pemanfaatan perpustakaan, dan pembiasaan membaca literasi di kelas — namun belum menyentuh inti pembelajaran secara menyeluruh dan masih terjebak pada pola rutinitas formal. Faktor-faktor seperti keterbatasan sarana, kurangnya pemahaman guru tentang literasi, sempitnya waktu, dan lemahnya budaya literasi sekolah menjadi penyebab utama kesenjangan tersebut. Di tengah tantangan itu, GLS tetap mencatatkan dampak positif pada minat membaca, motivasi belajar, dan budaya literasi peserta didik. Untuk itu, kompetensi guru, ketersediaan sumber belajar, dukungan orang tua, dan pengelolaan pembelajaran yang terstruktur menjadi kunci agar GLS berkembang menjadi budaya belajar yang autentik di sekolah dasar.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Helena keneka Belitin

PlumX Metrics

Published
2026-07-02
Section
Articles