Education For All : Jurnal Prodi Pendidikan Masyarakat/Pendidikan Luar Sekolah/Pendidikan Non Formal https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/jpm <p>Terbit dua kali dalam setahun pada bulan April dan Oktober. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian di bidang Pendidikan Masyarakat/Pendidikan Luar Sekolah/ Pendidikan Nonformal. Artikel telah dimuat atas undangan.</p> en-US nirwaningmakleat@staf.undana.ac.id (Nirwaning Makleat) samrid.neonufa@staf.undana.ac.id (Samrid Neonufa) Fri, 31 Oct 2025 00:00:00 +0000 OJS 3.1.1.2 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Strategi Penguatan Wawasan Kebangsaan bagi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nusa Cendana https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/jpm/article/view/24719 <p><em>The lack of understanding of national insight among the younger generation, amid the rapid pace of globalisation and developments in information technology, poses a major challenge to the continued integrity of the nation and state. The strategy to strengthen national awareness among students of the Pancasila and Citizenship Education Study Programme (PPKn) at the Faculty of Teacher Training and Education (FKIP) of Nusa Cendana University (Undana) is a concrete step in shaping national character and increasing students' awareness of nationhood and statehood. The purpose of this study is to analyse the strategy for strengthening of national awareness among students of the PPKn programme at FKIP Undana. The method used in writing this article is descriptive qualitative, with an emphasis on library research. Library research is a method of data collection by reviewing and analysing various relevant written sources, such as books, journals, and documents, in order to gain a general understanding and theoretical basis of the topic being studied. The results of the study show that the strategy for strengthening the national awareness of students in the PPKn FKIP Undana study programme is carried out through various activities such as integration into the curriculum, extracurricular activities and student organisations, active involvement in community service activities, and the use of technology and social media. Through these various activities, students not only understand national values theoretically, but are also able to apply them and become agents of change who can implement national values in social and educational life.</em></p> Anjulin Yonathan Kamlasi, Tri Utami ##submission.copyrightStatement## https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/jpm/article/view/24719 Fri, 31 Oct 2025 00:00:00 +0000 Gaya Kepemimpinan Pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bintang Flobamora Kota Kupang https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/jpm/article/view/24104 <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Tujuan penelitian ini adalah : Untuk mengetahui gaya kepemimpinan pengelola PKBM dalam mengembangkan PKBM Bintang Flobamora Kota Kupang. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan untuk penelitian ini dengan 6 orang menjadi subjek penelitian. Wawancara, studi dokumentasi dan metode observasi digunakan untuk mengumpulkan data. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan pembuatan kesimpulan. Triangulasi sumber dan triangulasi teknik adalah dua jenis triangulasi yang digunakan untuk menjamin keakuratan data. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pada (1) gaya kepemimpianan demokratis responden sering memberikan kesempatan kepada staf untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, pemecahan masalah bersama, bekerja sama dengan bawahan serta kemampuan manajer dalam berkomunikasi. (2) gaya kepemimpinan kharsimatik responden menggunakan daya tarik dengan pesan yang disampaikan untuk menarik perhatian para staf ketika sedang melangsungkan pertemuan bersama serta memberikan kata-kata motivasi. (3) gaya kepemimpinan otoriter, responden tidak mengambil keputusan sendiri kecuali dalam keadaan yang mendesak dan harus mengambil keputusan pada waktu yang cepat maka responden akan mengambil keputusan sendiri. Selanjutnya dalam (4) gaya kepemimpinan moralis, responden cukup tanggap terhadap keluhan yang dialami staf sehingga staf merasa bersyukur ketika berada dilingkungan kantor.</span></span></span></span></span></span></span></span></p> Norince Patriana Maukari, Samrid Neonufa, Stofiani Susana Lima ##submission.copyrightStatement## https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/jpm/article/view/24104 Fri, 31 Oct 2025 00:00:00 +0000 Dimensi Penerimaan Diri Remaja Dari Pasangan Yang Berpisah Melalui Konsep Psychological Well-Being https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/jpm/article/view/18181 <p><br>Perpisahan tidak hanya berdampak pada suami-istri melainkan juga kepada anak, khususnya anak remaja. Masa remaja merupakan periode penting yang mana terjadi perkembangan fisik dan perkembangan mental.Remaja berada pada masa kritis karena sedang berhadapan dan memenuhi tugas perkembangannya. Setelah orangtua berpisah remaja harus melalui tahapan yang berat antara lain proses penerimaan diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dimensi penerimaan diri remaja dari pasangan yang berpisah melalui konsep Psychological Well-Being. Metode penelitian kualitatif fenomenologi, dilakukan terhadap remaja berusia 16-19 tahun dengan keadaan keluarga yang tidak utuh atau kedua orangtua sudah berpisah dan tidak tinggal bersama. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara, dan dianalisis melalui reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Triangulasi yang dilakukan untuk menjelaskan keabsahan data yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik. <br> Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan diri meliputi, tahapan yaitu: 1) Penyangkalan (denial), remaja bingung dengan apa yang terjadi di dalam keluarganya. 2). Marah (anger), terhadap diri sendiri dan keadaan keluarga. 3). Tawar-menawar (bergainning), mulai menerima keadaan keluarga yang tidak utuh dan menentukan tujuan hidup. 4). Depresi (depression), menutup diri dari orang lain. 5). Penerimaan (acceptance), menerima keadaan keluarga yang tidak utuh serta fokus pada masa depan. Selanjutnya aspek penerimaan diri terdiri dari: 1). Kelebihan/kekuatan, dukungan dari keluarga besar serta dapat membuka diri pada orang lain. 2). Kekurangan/kelemahan, belum bisa menerima keadaan keluarga yang tidak utuh. 3). Perilaku positif, lebih banyak meluangkan waktu di rumah serta mengembangkan hobi. 4). Perilaku negatif, malas ke sekolah, tidak bertanggung jawab atas tugas-tugas yang diberikan, bertengkar dengan teman sebaya.</p> Elisabeth Miranda Wayong, Erni Raster Klau, Frans Kristian Selly ##submission.copyrightStatement## https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/jpm/article/view/18181 Fri, 31 Oct 2025 00:00:00 +0000 Pemberdayaan Masyarakat Melalui Budidaya Rumput Laut Di Desa Oelolot Kecamatan Rote Barat Kabupaten Rote Ndao Nusa Tenggara Timur https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/jpm/article/view/23871 <p>Sebagai salah satu kegiatan utama dalam membangun kelautan dan perikanan yang <br>menghasilkan ekspor, budidaya rumput laut harus dilakukan dengan sungguh<br>sungguh dan tekun agar dapat menghasilkan produk yang bermutu tinggi. Masyarakat <br>melakukan eksploitasi terhadap lingkungan hidup, khususnya biota laut tersebut, tanpa <br>mempertimbangkan atau mengurangi kerugian lingkungan hidup yang diakibatkan <br>oleh perbuatannya. Hal ini dilakukan oleh masyarakat umum karena kurangnya <br>pengetahuan yang mereka punya sehingga mereka dapat memanfaatkan biota-biota <br>laut dengan berlebihan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana <br>masyarakat memperoleh manfaat dari Budidaya Rumput Laut di Desa Oelolot, <br>Kecamatan Rote Barat, serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat proses <br>tersebut. Salah satu jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah <br>penelitian deskriptif kualitatif. Tahap penyadaran dan pembentukan perillaku, Tahap <br>Proses Transformasi Kemampuan Berrupa Pengetahuan dan Kecakapan Ketrampilan, <br>dan Tahap Peningkatan Kemampuan Intelektual dan Ketrampilan Untuk tertutup <br>Kemandirian merupakan tiga tahapan yang didasarkan pada hasil pemberdayaan <br>masyarakat melalui rumput laut di Desa Oelolot. Hasil kajian perubahan masyarakat <br>meliputi pengembangan pengetahuan tentang bagaimana masyarakat berperilaku <br>dan kepribadiannya sehingga dapat mengidentifikasi potensi, pertumbuhan, dan <br>kecakapan, serta kajian budidaya kelautan yang berkontribusi terhadap <br>perekonomian masyarakat.</p> Shela Mandala, Stofiani Susana Lima, Samrid Neonufa ##submission.copyrightStatement## https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/jpm/article/view/23871 Fri, 31 Oct 2025 00:00:00 +0000 Pemberdayaan Perempuan Dalam Meningkatkan Pendapatan Keluarga Melalui Kelompok Tenun Mawar Di Desa Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/jpm/article/view/24053 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p>Program pemberdayaan perempuan di lingkungan &nbsp;keluarga menjadi salah satu Langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan rumah tangga, seiring dengan tuntutan ekonomi, perempuan kini memiliki peran penting dalam menopang ketahanan kehidupan keluarga. Hal ini mendorong keterlibatan perempuan bekerja dalam kegiatan produktif seperti halnya program pemberdayaan perempuan melalui kelompok tenun sebagai bagian dari Pembangunan desa dan membawa perubahan bagi kaum perempuan dalam mengubah kehidupan keluarga. penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana peran kelompon tenun mawar dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga perempuan di Desa Tanah Merah. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah&nbsp; metode kualitatif dengan Analisis Longwe penelitian ini mengkaji 5 dimensi pemberdayaan yaitu (1) Dimensi kesejahteraan (2) Dimensi Akses (3) Dimensi penyadaran kritis (4) Dimensi partispasi (5) Dimensi control. Hasil penelitian menunjukan bahwa keterlibatan kaum perempuan anggota kelompok tenun memberikan dampak positif terhadap pendapatan keluarga. karena melalui kelompok tenun perempuan mampu menghasilkan pendapatan tambahan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan didalam rumah tangga dan tidak bergantung pada suami.</p> Apriliana Hoar Seran, Gallex Simbolon, Ambara Saraswati Mardani ##submission.copyrightStatement## https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/jpm/article/view/24053 Fri, 31 Oct 2025 00:00:00 +0000 Strategi Rumah Literasi Thomas Edison Dalam Meningkatkan Minat Baca Masyarakat Di Desa Lilo, Kecamatan Amanatun Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/jpm/article/view/22530 <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini dilatarbelakangi dengan permasalahan rendahnya minat membaca masyarakat di wilayah pedesaan khususnya di Desa Lilo, Kecamatan Amanatun Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Rumah Literasi Thomas Edison hadir sebagai salah satu alternatif solusi dengan menerapkan berbagai strategi untuk meningkatkan minat baca masyarakat Metodepenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan lokasi penelitian di Rumah Literasi Thomas Edison, Desa Lilo. Subjek dalam penelitian ini adalah direktur Rumah Literasi Thomas Edison, Masyarakat umum yang tidak ikut berpartisipasi dalam kegiatan Di Rumah Literasi Thomas Edison dan Peserta kegiatan di Rumah Literasi Thomas Edison. Teknik pengumpulan data meliputi observasi langsung, wawancara dan dokumetasi. Data yang diperoleh dijelaskan dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan guna memperoleh gambaran yang menyeluruh mengenai efektivitas strategi yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan oleh Rumah Literasi Thomas Edison adalah (1) Strategi sosialisasi aktif yang dilakukan melaluikegiatan di sekolah dan digereja dengan tujuan memperluas jangkauan informasi serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi, (2) penyediaan bahan bacaan yang berkualitas dan sesuai dengan minat anak-anak, dilengkapi dengan pendampingan khusus bagi mereka yang belum bisa membaca, (3) Pelaksanaan kegiatan rutin setiap dua bulan sepeti lomba membaca, baca cepat, serta cipta dan baca puisi, terbbukti efektif dalam membangun kreativitas, kepercayaaan diri, dan meningkatkan ketrampilan anak-anak, (4) Program yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan serta budya lokal sehingga dekat dan relevan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.</span></span></p> Kiki Susi Anugrah Tefbana, Frans Kristian Selly, Rongky Y Famdale ##submission.copyrightStatement## https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/jpm/article/view/22530 Fri, 31 Oct 2025 00:00:00 +0000 Pengaruh Media Sosial Terhadap Pembentukan Identitas Diri Remaja kelurahan Kelapa Lima RT 36/ RW16 Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/jpm/article/view/21503 <p>ABSTRAK<br>Media sosial saat ini menjadi platform yang banyak digunakan oleh remaja,<br>termasuk dalam pembentukan identitas diri. Media sosial tidak hanya menjadi sarana<br>komunikasi, tetapi juga ruang ekspresi dimana remaja dapat menciptakan, mengeksplorasi,<br>dan memperkuat citra diri. Dalam proses ini, media sosial memungkinkan remaja untuk<br>memanfaatkan berbagai fitur seperti unggahan foto, video, dan status yang mencerminkan<br>kepribadiannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media<br>sosial terhadap pembentukan identitas diri remaja di Kelurahan RT 36 /RW 16 Kecamatan<br>Kelapa, menggunakan pendekatan kualitatif naratif. Subjek penelitian terdiri atas remaja<br>berusia 18-19 tahun.<br>Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki pengaruh positif dan<br>negatif terhadap pembentukan identitas diri remaja. Dari sisi positif, media sosial<br>memungkinkan remaja untuk memperluas jaringan pertemanan dan mendapatkan<br>dukungan emosional dari komunitas, seperti teman sebaya, yang memberikan komentar<br>positif. Hal ini membantu meningkatkan rasa percaya diri dan kepuasan diri. Namun, sisi<br>negatifnya, penggunaan media sosial yang tidak terkontrol dapat memunculkan<br>perbandingan sosial yang berlebihan, meningkatkan kecemasan, dan mengganggu<br>konsistensi identitas diri. Temuan ini juga menegaskan pentingnya peran keluarga dan<br>lingkungan sosial dalam mengelola pengaruh negatif media sosial pada remaja, serta<br>memberikan panduan untuk memanfaatkan media sosial secara bijak.</p> Yovita Ndueng, Mariana Ikun RD Pareira, Nirwaning Makleat ##submission.copyrightStatement## https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/jpm/article/view/21503 Fri, 31 Oct 2025 00:00:00 +0000 Peran Orangtua Dalam Menumbuhkan Kemampuan Sosial Anak (Studi Pada Kelompok Umat Basis St. Norbertus Wilayah X Gereja Katolik Paroki Santo Yosep Pekerja-Penfui) https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/jpm/article/view/19438 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Perkembangan teknologi digital, khususnya penggunaan gadget seperti smartphone dan tablet, memberikan dampak signifikan pada anak-anak. Meskipun menawarkan kemudahan, penggunaan gadget berlebihan dapat mengganggu perkembangan sosial mereka. Anak-anak lebih tertarik pada dunia digital, seperti video game dan konten YouTube, daripada berinteraksi dengan teman atau keluarga. Penelitian menunjukkan bahwa hal ini menyebabkan ketergantungan pada gadget dan mengurangi kemampuan komunikasi, empati, dan kerjasama, sehingga anak-anak menjadi lebih individualis dan sulit bersosialisasi di lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran orangtua dalam menumbuhkan kemampuan sosial anak. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif (deskriptif) dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan wawancara, teknik analisis data dilakukan dengan langkah-langkah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. hasil penelitian menunjukan bahwa, peran orang tua sangat penting dalam membentuk kemampuan sosial anak. Sebagai teladan, orang tua memberikan contoh perilaku positif. Sebagai pembimbing, mereka bantu anak kembangkan kemampuan komunikasi, empati, dan kerja sama. Sebagai pengawas, orang tua pastikan keamanan anak, bimbing keputusan tepat, dan awasi perilaku. Sebagai fasilitator, mereka sediakan sumber daya dan dukungan untuk interaksi sosial anak. Semua peran ini berkontribusi pada pembelajaran sosial anak, memungkinkan mereka untuk berkembang dan membangun hubungan positif.</p> Melania Flaviana S. Tafuli, Abdul Syukur, Yosephina K Sogen, Reschi Van Christo Ardi Sinlae ##submission.copyrightStatement## https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/jpm/article/view/19438 Fri, 31 Oct 2025 00:00:00 +0000