https://ejurnal.undana.ac.id/index/index.php/JIKOM/issue/feedJurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi2026-07-29T03:38:26+00:00Felisianus Efrem Jelahut, M.I.Komfelisianus.efrem.jelahut@staf.undana.ac.idOpen Journal Systems<p>Jurnal Communio is an open-access journal published by Universitas Nusa Cendana, Kupang, East Nusa Tenggara Province-Indonesia with ISSN 2252-4592 (printed) and 2745-5769 (online). Jurnal Communio has been accredited at rank SINTA 3 by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology according to Decree (SK) No. 152/E/KPT/2023 on 25 September 2023, starting from Volume 12 no. 1 of 2023 until Volume 16 no. 2 of 2027. </p> <p>The Journal aims to develop and publish various scientific perspectives on communication based on the results of studies (field research) including mass communication, public relations, intercultural communication, tourism communication, and other topics that are similar or relevant to the field of communication. The Jurnal Communio provides free access to articles online and reimbursement for the printed edition.</p>https://ejurnal.undana.ac.id/index/index.php/JIKOM/article/view/10191Examining Peer Communication and it’s influence on HIV/AIDS Awareness, Attitudes, and Behaviours among Youth in Malaysia2026-07-29T03:38:21+00:00Yusha Irdina Shareeman2023415586@student.uitm.edu.myNajmi Nafis Khairul Azli2023627256@student.uitm.edu.myMohamad Hafifi Jamrihafifijamri@uum.edu.myAbdul Rauf Ridzuanabdulrauf@uitm.edu.myMohd Khairie Ahmadkhairie@uum.edu.myNurzali Ismailnurzali@usm.my<p>This study examines the influence of peer groups on HIV/AIDS awareness, attitudes, and behaviors among youth. Adolescents aged 10 to 24 are highly vulnerable to peer influence, which can shape both positive and risky behaviors related to HIV/AIDS. Despite ongoing awareness campaigns, many young people continue to engage in unsafe practices such as unprotected sex and substance abuse, increasing their risk of HIV infection. Therefore, this study aims to assess the level of HIV/AIDS awareness among youth, examine the influence of peer groups on attitudes and behaviors, and evaluate the effectiveness of positive peer influence in HIV/AIDS prevention. A quantitative research design was used, involving 108 respondents from various educational and community settings in Malaysia. Data were collected through structured questionnaires distributed online and offline and analyzed using SPSS version 27. The findings revealed that respondents generally had a high level of HIV/AIDS awareness, particularly regarding transmission through unprotected sex and needle sharing. Peer influence was also found to significantly affect attitudes and behaviors, with many respondents reporting that peers encouraged positive health practices such as condom use and health awareness. The study concludes that peer-led and youth-centered strategies are essential for strengthening HIV/AIDS prevention efforts among youth.</p>2026-07-23T04:54:12+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejurnal.undana.ac.id/index/index.php/JIKOM/article/view/10185Communication as Structural Intervention2026-07-29T03:38:21+00:00Yohanes Damaiko Uduyohanesd@asu.eduFalentina Bengan Olafalentin@asu.eduFransiskus Nala Kartijo Udufrans2183@gmail.com<p>Human trafficking in East Nusa Tenggara (NTT), Indonesia, remains a critical human rights issue shaped by both criminal practices and structural inequalities. This study examines anti-trafficking advocacy through communication practices and develops a context-sensitive framework for more effective interventions. Based on a qualitative single-case study conducted between May to November 2025, drawing on interviews with grassroots activists, participant observation, and insights from trafficking survivors, the findings reveal that anti-trafficking communication is deeply embedded in local cultural contexts – utilizing Indigenous languages, customary authorities, and community trust networks. However, these efforts remain constrained by limited communication infrastructure, resource shortages, and fragmented institutional coordination. Although storytelling is effective in raising awareness, its impact is limited without structural support. The study concludes that communication should be seen as a structural intervention linked to broader socio-economic reforms, and recommends culturally grounded, participatory, and multi-channel strategies alongside improved infrastructure and institutional coordination.</p>2026-07-23T05:14:20+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejurnal.undana.ac.id/index/index.php/JIKOM/article/view/10097Konstruksi Desain Pesan Visual dalam Kampanye Kesetaraan Gender di Instagram2026-07-29T03:38:22+00:00Meylisa Yuliastuti Sahanmeylisasahan@unwira.ac.idMaria Florencia Yunita Bellomeylisasahan@unwira.ac.idAplonia Nelci Ke Lomimeylisasahan@unwira.ac.id<p>Kesetaraan gender masih menjadi tantangan di Nusa Tenggara Timur (NTT) sehingga media sosial dimanfaatkan sebagai salah satu ruang kampanye untuk membangun kesadaran publik melalui komunikasi visual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana desain pesan visual pada akun Instagram @tenggarantt dikonstruksi serta bagaimana pesan kesetaraan gender direpresentasikan dalam konteks sosial-budaya NTT. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis visual berbasis Visual Grammar dari Kress dan van Leeuwen serta teori representasi Stuart Hall. Data penelitian berupa lima unggahan visual Instagram yang dipilih secara purposif berdasarkan relevansinya dengan isu gender, feminisme, dan kritik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun @tenggarantt secara konsisten memanfaatkan elemen visual seperti ilustrasi, warna, simbol, dan komposisi untuk membangun narasi kesetaraan gender yang kritis dan kontekstual. Perempuan direpresentasikan sebagai subjek berdaya dan agen perubahan sosial, sementara relasi gender ditampilkan secara inklusif dan kolaboratif. Visual kampanye tidak bersifat netral, melainkan berfungsi sebagai praktik representasi yang mengonstruksi makna dan menantang nilai-nilai patriarkal yang dominan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial, khususnya Instagram, dapat berfungsi sebagai ruang edukasi digital yang aman dan efektif untuk meningkatkan literasi gender, terutama bagi remaja dan generasi muda di wilayah 3T.</p>2026-07-23T05:22:58+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejurnal.undana.ac.id/index/index.php/JIKOM/article/view/10108Pengalaman Culture Shock dalam Proses Adaptasi Budaya Perempuan Pekerja Migran2026-07-29T03:38:22+00:00Sherly Hindra Negorosherly.hindra@uajy.ac.idNobertus Ribut Santosonobertus.ribut@uajy.ac.idR.A Vita Noor Prima Astutira.vita@uajy.ac.idBrahma Putra Pratamabrahma.pratama@uajy.ac.idSekhar Chandra Pawanasekhar.chandra@uajy.ac.id<p>Kondisi ekonomi keluarga mendorong orang Indonesia untuk bekerja ke luar negeri, terutama pekerja perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman culture shock dalam proses adaptasi budaya perempuan pekerja migran. Diperlukan adaptasi budaya dalam menghadapi budaya yang berbeda karena berbeda negara. Pengalaman adaptasi budaya perempuan pekerja migran mulai digali dari saat memutuskan bekerja di luar negeri hingga saat memutuskan untuk menghentikan kontrak kerja. Metode penelitian ini adalah fenomenologi dengan menggali pengalaman subjektif perempuan pekerja migran di Desa Resapombo, Blitar, Jawa Timur. Penelitian ini dianalisis menggunakan konsep kurva W oleh Oberg. Hasil penelitian menunjukkan adanya culture shock dan hambatan komunikasi ketika di luar negeri dan ketika kembali ke Indonesia. Adaptasi budaya dilakukan untuk menjembatani hambatan komunikasi. Siklus adaptasi mengalami pengulangan pada saat bekerja di luar negeri maupun pada saat kembali. Filosofi budaya Jawa “nrimo ing pandum” menjadi salah satu strategi untuk bertahan di tengah menghadapi budaya yang berbeda.</p>2026-07-23T05:30:13+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejurnal.undana.ac.id/index/index.php/JIKOM/article/view/10126Mega-Chan di Negeri Konoha2026-07-29T03:38:23+00:00Putra Aditya Lapaleloputra.aditya@ukwms.ac.idChristopher Chandrachristopher.chandra@ymail.comNanang Krisdinantonangkris@ukwms.ac.id<p>Penelitian ini mencurigai popularitas internet meme politik “Mega-Chan”, sebagai dampak dari subordinasi partisipasi perempuan dalam politik tanah air. Diskursus politik masyarakat yang masih meletakkan kekuasaan di tangan laki-laki, serta faktor budaya Indonesia yang patriarkal menjadi landasan kecurigaan ketimpangan gender dalam popularitas meme Mega-Chan. Penelitian ini menggunakan jenis dan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif, dengan model analisis semiotika yang dikembangkan oleh Hackley, model semiotika ini mengedepankan pemaknaan dari dua perspektif, subjektif, dan sosial (others) sehingga bisa menghindari iterpretasi bias sekaligus bisa menjelaskan proses subjektif dan sosial dalam sisi produksi tanda Mega chan. Dengan model semiotika ini penelitian dilakukan dengan tujuan menggali sekaligus menjawab kecurigaan/pertanyaan penelitian, bagaimana gambaran partisipasi perempuan dalam politik Indonesia, yang dihadirkan melalui meme Mega-chan dan apakah Megawati adalah salah satu korban ketimpangan gender dalam partisipasi politik ?. hasilnya. Meme Mega-chan sebagai tanda tidak hanya dimaknai sebagai satire politik kepada Megawati Soekarnoputri, namun memuat makna sudut pandang stereotype Gen Z terhadap partisipasi politik perempuan, meskipun secara regulasi telah diijinkan oleh negara Indonesia. Stereotipe itu membatasi perempuan melalui ciri feminine yang mereka miliki: emosional, sensitif, dan kurang dalam berpikir rasional.</p>2026-07-23T05:38:55+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejurnal.undana.ac.id/index/index.php/JIKOM/article/view/10137The Relationship between Public Communication of Tepuk Sakinah and Public Perception of Moral Messages2026-07-29T03:38:23+00:00Suhendra Saputra Jayasuhendrasaptra@gmail.comAris Subagiosuhendrasaptra@gmail.com<p>This study was conducted to examine and analyze public perception of the moral message contained in Tepuk Sakinah as a form of public communication created by the Office of Religious Affairs (KUA). This study aims to determine the relationship between public communication practices and public perception. This study used a quantitative correlational method involving 40 respondents selected through purposive sampling based on their level of familiarity with Tepuk Sakinah. Data were obtained through a structured questionnaire that had been distributed with measurements of public communication dimensions and perceptions of the ABC Attitude Model (cognitive, affective, and conative). Then, the results were analyzed using Spearman's rho correlation. The findings showed that Tepuk Sakinah was considered to have a positive influence on all dimensions. As a result, the cognitive aspect received the highest average score. These findings indicate that the public's understanding of moral values in family life is strong. The analysis also revealed a strong positive relationship between public communication and public perception (r = 0.753, p < 0.001). Meanwhile, the affective dimension had the strongest correlation, indicating that emotional involvement in shaping audience responses is paramount.</p>2026-07-23T05:45:19+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejurnal.undana.ac.id/index/index.php/JIKOM/article/view/10157Human Touch vs Artificial Intelligence dalam Komunikasi Organisasi2026-07-29T03:38:23+00:00Barra P. Pradjabarrapradja@gmail.comFitri Susiswani Isbandibarrapradja@gmail.com<p>Perkembangan artificial intelligence (AI) telah mengubah praktik komunikasi organisasi melalui otomatisasi pesan, integrasi kanal digital, dan peningkatan efisiensi layanan. Di sisi lain, organisasi tetap dituntut mempertahankan human touch berupa empati, kedekatan, dan kepedulian dalam relasi dengan pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana perusahaan membangun narasi mengenai hubungan antara manusia dan AI dalam komunikasi organisasi di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode dokumentasi digital terhadap 30 unit data narasi yang bersumber dari situs web resmi perusahaan, laporan tahunan, media sosial, halaman produk, dan materi komunikasi korporat daring. Data dianalisis melalui thematic analysis dengan tahapan open coding, kategorisasi tema, dan interpretasi makna. Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama, yaitu efficiency & automation, human-centered AI, organizational identity, serta trust & care. Narasi perusahaan didominasi orientasi efisiensi dan produktivitas, tetapi tetap menampilkan bahasa kebersamaan, keamanan, dan dukungan untuk menjaga legitimasi sosial. AI lebih sering dibingkai sebagai alat bantu (enabler) daripada pengganti manusia. Temuan ini menegaskan munculnya identitas organisasi hibrida: maju secara teknologi namun tetap berorientasi manusia.</p>2026-07-23T05:51:37+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejurnal.undana.ac.id/index/index.php/JIKOM/article/view/10169Framing BPJS Kesehatan Crisis Narratives on Tiktok2026-07-29T03:38:24+00:00Sekar Arum Nuswantaris.arumnuswantari@ub.ac.idNoveria Anggraeni Fiajinovafiaji@ub.ac.id<p>This study examines how the Indonesian Social Security Agency for Health, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) and selected online media posts framed public trust-related controversies on TikTok. A qualitative method and a framing analysis approach used to examine BPJS Kesehatan posts‚ as well as selected online news media posts that frame conflicts regarding public trust on TikTok․ The selected posts are thirteen TikTok posts published from 1 January 2022 to 31 May 2025‚ consisting of seven posts by the BPJS Kesehatan account and six from online news media accounts․ The captions, spoken transcriptions, and on-screen texts were coded using Entman’s four framing functions and subsequently interpreted through Hallahan’s framing framework and Situational Crisis Communication Theory (SCCT). The analysis results show that BPJS Kesehatan's framing strategy is relatively consistent in the clarification-and-reassurance dimension‚ through correction of misinformation‚ explaining the procedure‚ the justification‚ and reassurance of the institution․ The content of the media posts that were selected was more mixed‚ with some reproducing institutional clarification‚ providing explanations of policy changes‚ describing governance gaps from within claims‚ criticizing reporting by the government‚ and representing fraudulent actions by healthcare services․ Framing alignment and framing divergence were also obvious․ Attributing blame to different actors‚ BPJS reacted more strongly to misinformation- and procedure-related frames than to governance‚ accountability and provider malfeasance frames.</p>2026-07-23T05:58:31+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejurnal.undana.ac.id/index/index.php/JIKOM/article/view/10030Fenomena Kedekatan Instan dalam Komunikasi Hyperpersonal pada Pengguna Fitur People Nearby di LINE2026-07-29T03:38:24+00:00Fadhilah Jeliskaelvarona80@gmail.comElva Ronaning Roemelvarona80@gmail.comDiego Diegodiego@soc.unand.ac.idWinda Vanisyawindavanisya@fisip.unsri.ac.idMas'amah Mas'amahmasamah@staf.undana.ac.id<p>Perkembangan aplikasi pesan instan menghadirkan ruang baru bagi individu untuk bertemu dan membangun relasi interpersonal, salah satunya melalui fitur People Nearby pada aplikasi LINE. Fitur ini memungkinkan pengguna menemukan orang lain berdasarkan kedekatan geografis, sehingga membuka peluang terjadinya interaksi yang berlangsung cepat, intens, dan berpotensi berkembang secara personal meskipun hubungan belum diawali melalui pertemuan langsung. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana proses komunikasi hiperpersonal dimaknai dalam pengalaman terbentuknya kedekatan instan pada tahap awal interaksi pengguna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis melalui wawancara mendalam dengan pengguna yang memiliki pengalaman berkomunikasi melalui fitur tersebut. Analisis difokuskan pada cara pengguna menghadirkan diri dalam percakapan, menyusun pesan, serta menafsirkan kesan interpersonal yang muncul selama interaksi berlangsung. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa keterbatasan isyarat nonverbal dalam komunikasi berbasis teks membuka ruang bagi pengguna untuk membangun interpretasi yang lebih personal terhadap lawan bicara, sehingga percakapan dapat dirasakan lebih hangat dan akrab dalam waktu yang relatif singkat. Karakteristik platform yang sederhana dan responsif juga menghadirkan suasana komunikasi yang terasa lancar, sementara pengguna cenderung menata pesan secara selektif untuk menghadirkan citra diri yang diharapkan dalam relasi yang sedang berkembang. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kedekatan instan dalam komunikasi digital dipahami sebagai hasil pemaknaan bersama yang terbentuk melalui dinamika interaksi, proses menghadirkan diri, serta cara pengguna menafsirkan keterhubungan emosional dalam ruang percakapan berbasis teks.</p>2026-07-23T06:08:01+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejurnal.undana.ac.id/index/index.php/JIKOM/article/view/10032Komunikasi Peer-to-Peer Berbasis Komunitas dalam Penanggulangan HIV/AIDS pada Kelompok Berisiko Tinggi2026-07-29T03:38:24+00:00Rumyeni Rumyenirumyeni@lecturer.unri.ac.idNoor Efninoor.efni.salam@lecturer.unri.ac.idRinggo Eldapi Yozaniringgo.eldapi@lecturer.unri.ac.idArina Himatul Husnaarinahusna@lecturer.unri.ac.idDenisa Nurmaliadenisa.nurmalia@lecturer.unri.ac.id<p>HIV/AIDS masih menjadi tantangan kesehatan global dimana Indonesia menempati peringkat ke-14 dunia dalam jumlah Orang Dengan HIV (ODHIV). Pendekatan komunikasi kesehatan konvensional yang bersifat top-down terbukti kurang efektif menjangkau kelompok berisiko tinggi seperti Pekerja Seks Perempuan (PSP) dan Lelaki Seks Lelaki (LSL). Komunikasi peer-to-peer merupakan strategi penting dalam penanggulangan HIV/AIDS pada kelompok berisiko tinggi dimana terdapat kedekatan emosional dan kepercayaan di antara sesama anggota komunitas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jaringan komunikasi, pengalaman komunikasi, serta kebutuhan dan preferensi komunikasi peer-to-peer pada kelompok berisiko tinggi di Kota Pekanbaru. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Community-Based Participatory Research (CBPR). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 4 orang informan dari kelompok berisiko tinggi, dan 5 orang stakeholder melalui FGD. Penelitian dilakukan di Kota Pekanbaru selama bulan Agustus-Oktober 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan komunikasi pada PSP bersifat personal-individual dengan struktur berpusat pada mami atau mucikari, sementara LSL membentuk jaringan berbasis virtual-komunal dengan figur "ayam" sebagai koordinator. Pengalaman komunikasi peer-to-peer menciptakan hubungan non-judgmental, meskipun terdapat tantangan privasi dan conflict of interest. Kebutuhan komunikasi mencakup pendekatan bertahap, sensitivitas konteks, dan dukungan berkelanjutan.</p>2026-07-23T06:13:56+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejurnal.undana.ac.id/index/index.php/JIKOM/article/view/10194Maskulinitas Hibrida2026-07-29T03:38:25+00:00Uliviana Restu HandaningtiasUliviana.restu@untirta.ac.idAndi Mirza RondaUliviana.restu@untirta.ac.idMikhael DuaUliviana.restu@untirta.ac.id<p>Konstruksi maskulinitas yang terjadi dalam masyarakat digital kontemporer tidak lagi dipahami sebagai realitas biologis yang statis, melainkan sebagai sebuah performativitas visual dan sosial yang terus menerus di intrepretasi ulang dan dinegosiasikan. Penelitian ini bertujuan untuk membongkar elemen identifikasi maskulinitas di produksi dan di reproduksi melalui ruang-ruang simbolik media sosial instagram. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan metode analisis retorika visual oleh Cara A. Fannigan dan teori Identifikasi Kenneth Burke. Sumber data merupakan unggahan dari akun instagram Jefri Nichol dan BTS. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa figur publik Jefri Nichol dan BTS menggunakan inkomgruitas visual secara terstruktur untuk menciptakan kosubstansialitas dengan audience yang terfragmentasi. Tubuh laki-laki bergeser dari sekedar wujud dominasi fisik menjadi panggung performa estetik dan objek komodifikasi digital. Hasil penelitian juga membongkar tiga tipologi utama maskulinitas di era digital, yaitu: soft masculinity, yang berani mendobrak batas biner gender, Hard masculinity, yang muncul sebagai reaksi pertahanan hegemonik masyarakat dengan kultur tradisional yang kuat, dan Hybrid-religius maskulinitas, yaitu konstruk unik yang lahir dari negosiasi gaya hidup subkultur urban dengan kesalehan religius. Simpulan penelitian menegaskan bahwa media sosial tidak hanya memproduksi, tetapi juga mereproduksi maskulinitas sebagai identitas hibrida yang cair, dengan meminjam atribut feminitas tubuh laki-laki untuk memperluas definisi maskulinitas tanpa melepaskan privilese patriartki kultural yang telah ada.<br>Kata-kata Kunci: Identitas Gender; Instagram; Maskulinitas; Retorika Visual; Tubuh laki-laki.</p>2026-07-23T06:24:20+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejurnal.undana.ac.id/index/index.php/JIKOM/article/view/10143Imaji Keilahian dalam Corak Antropomorfik pada Tenun Atoin Meto2026-07-29T03:38:25+00:00Yohanes K. Nula Liliweriyopyliliweri@staf.undana.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan mengungkap representasi imaji keilahian dalam motif antropomorfik pada tenun tradisional masyarakat Atoin Meto di Amanuban dan Amanatun, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa TenggaraTimur. Guna membedah sistem budaya ini, penelitian menggunakan paradigma interpretatif dengan jenis penelitian kualitatif berpendekatan etnografi. Subjek penelitian terdiri atas penenun tradisional dan pemangku adat, sementara objeknya adalah makna filosofis imaji keilahian pada motif tenun. Informan kunci ditentukan lewat teknik purposive sampling berdasarkan otoritas adat dan keterlibatan aktif dalam ritus tenun. Data dihimpun melalui observasi partisipan, dokumentasi, serta wawancara refleksif demi menangkap perspektif emik (emic view). Selanjutnya, analisis data menerapkan metode taksonomi, komponensial, dan tema budaya untuk menghasilkan deskripsi mendalam (thick description). Keabsahan data diuji melalui perpanjangan pengamatan serta triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa imaji keilahian dalam motif antropomorfik tersebut direpresentasikan melalui stilisasi figur manusia yang disakralkan sebagai simbol leluhur dan entitas spiritual penjelmaan kekuatan ilahi. Representasi ini tidak sebatas visual, melainkan hidup dalam pengalaman keseharian, sistem pantangan (pemali), serta ritus adat yang merefleksikan keterhubungan integral antara manusia, leluhur, dan pencipta. Berdasarkan temuan ini, disarankan bagi pemerintah daerah dan komunitas adat untuk mengintegrasikan pengetahuan motif tenun ini ke dalam kurikulum pendidikan muatan lokal serta mempercepat digitalisasi dokumentasi adat demi mencegah kepunahan memori kolektif antargenerasi.</p>2026-07-23T06:28:41+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejurnal.undana.ac.id/index/index.php/JIKOM/article/view/10290Social Media Marketing, Consumer Engagement, and Organizational Equity in Indonesia’s Furniture Industry2026-07-29T03:38:26+00:00Agustinus Purna Irawanagustinus.irawan@prasetiyamulya.ac.idSinta Paramitaagustinus.irawan@prasetiyamulya.ac.idMoehammad Gafar Yoedtadiagustinus.irawan@prasetiyamulya.ac.idWulan Purnama Sariagustinus.irawan@prasetiyamulya.ac.idEunice Mareth Querol Areolaagustinus.irawan@prasetiyamulya.ac.id<p>Social media has become an essential element of digital transformation, encouraging organizations to use social media as a strategic communication instrument to build relationships with stakeholders. Although previous studies have widely examined the effectiveness of social media marketing in commercial companies, research on its use in industrial association organizations remains limited. This study aims to analyze the influence of social media marketing on consumer engagement and organizational equity in the Indonesian furniture industry association context. This research employed a quantitative approach with an explanatory survey design. Data were collected through questionnaires distributed to followers of ASMINDO’s official Instagram account who met the research criteria. The research instrument was measured using a six-point Likert scale and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The findings indicate that social media marketing has a positive and significant effect on consumer engagement and organizational equity. These results suggest that digital communication activities through Instagram not only enhance audience engagement but also strengthen positive perceptions of the organization as a representation of the Indonesian furniture industry. This study extends the application of social media marketing concepts to industrial association organizations and highlights organizational equity as a strategic outcome of organizational digital communication.</p>2026-07-29T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##