PERANAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PENGEMBANGAN PERTANIAN KONSERVASI DI KELURAHAN MORU KECAMATAN ALOR BARAT DAYA KABUPATEN ALOR

Role Of Agricultural Extension Worker In Conservation Agriculture Development In Moru Sub-Urban, Alor Barat Daya Sub-Districk

  • Serli Hinaweni Universitas Nusa Cendana
  • Leta R. Levis Universitas Nusa Cendana
  • Fidelis Klau Universitas Nusa Cendana

Abstrak

ABSTRACT

This study aims to:, 1) To find out how the role of extension agents in the development of conservation agriculture in Kelurahan Moru. 2) To find out the obstacles faced by AEW in implementing conservation agriculture. Data collect by using survey method, observation and literature review. The 38 respondents were chosen by using simple random sampling technique.  The results showed that:  The role of extension agents in the development of conservation agriculture in Moru sub-urban was categorized as expected with an average score of 3.81 or 76.28%. The constraints faced by farmers in the research location were the lack of supporting facilities in the field. Suggestions are the government should support farmers in running conservation agriculture by providing with training farmers about bokashi facilities and also other facilities

 

 

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk ; 1) Mengetahui bagaimana peranan penyuluh  dalam pengembangan pertanian konservasi di Kelurahan Moru. 2) Untuk mengetahui kendala-kendala apa saja yang dihadapi penyuluh dalam melaksanakan pertanian konservasi.  Pengumpulan data dilakukan dengan metode survey dan observasi serta studi kepustakaan. Penentuan sampel menggunakan metode acak sederhana (simple random sampling) sebanyak 38 responden. Untuk menjawab tujuan pertama dilakukan analisis secara deskriptif kuantitatif dan untuk menjawab tujuan kedua digunakan metode analisis secara kuantitatif dengan cara meberikan narasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa:  peranan penyuluh dalam pengembangan pertanian konservasi di Kelurahan Moru, dikategorikan sudah sesuai harapan degan rata-rata skor yang 3,81 atau 76,2%. Kendala-kendala yang dihadapi oleh penyuluh di lokasi penelitian yaitu kurangnya fasilitas bahan-bahan praktek dilapangan yang menunjang. Disarankan kepada pemerintah dan pihak terkait, agar terus mengembangkan pertanian konservasi serta membantu petani dalam pembuatan bubuk bokashi dan menambah fasilitas lainnya dilapangan agar pertanian konservasi ini terus terus berkembang.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

##submission.authorBiographies##

##submission.authorWithAffiliation##

Fakultas PertanianUniversitas Nusa Cendana, Kupang, Indonesia

##submission.authorWithAffiliation##

Fakultas PertanianUniversitas Nusa Cendana, Kupang, Indonesia

##submission.authorWithAffiliation##

Fakultas PertanianUniversitas Nusa Cendana, Kupang, Indonesia

Diterbitkan
2019-04-30
Bagian
Articles