PENGANTAR DEWAN REDAKSI Buletin Ilmiah IMPAS Volume: 21, Nomor: 2, Edisi: Juni 2020 masih tetap memberikan fokus yang sama seperti edisi sebelumnya yakni, pada kegiatan usahatani, industri pengolahan hasil pertanian dan manajemen pedesaan. Usaha pertanian tanaman pangan masih merupakan tumpuan dari ekonomi rumah tangga petani. Sumber pendapatan petani yang terbesar adalah berasal dari hasil penjualan komoditi pertanian yang dihasilkan. Dengan demikian pemilihan jenis tanaman akan menentukan besarnya pendapatan usahatani. Respon petani terhadap perubahan-perubahan pada teknik budidaya merupakan titik kritis dalam keberhasilan suatu usahatani. Dan patut disadari bahwa respon petani terhadap teknologi usahatani adalah sesuatu yang sarat dengan budaya dan kebiasaan lokal yang mapan. Di sisi lain yang tidak kalah pentingnya yang menentukan penerimaan petani adalah tataniaga hasil pertanian. Suatu kenyataan yang lumrah bahwa posisi petani dlam tataniaga pertanaian masih sebagai “penerima harga” bukan penentu harga. Posisi petani yang lemah ini disebabkan karena minimnya pengetahuan petani tentang informasi pasar teruatama mengenai kualitas komoditi yang bagaimana yang dibutuhkan oleh pasar. Minimnya perlakuan pengolahan pasca panen merupakan salah satu sebab rendahnya kualitas komoditi pertanian yang dipasarkan . Peningkatan kualitas produk pertanian dapat ditempuh dengan cara menggairahkan industri rumah tangga. Dewasa ini industri rumah tangga yang bergerak dalam pengolahan hasil-hasil pertanian bertumbuh cepat. Namun pengelolaan usahanya masih sangat konvensional terutama dari aspek pembukuan. Diharapkan artikel-artikel yang dimuat dalam edisi ini dapat mampu memberikan pencerahan untuk meningkatkan kegiatan usahatani melalui insentif ekonomi yang diterima oleh petani melalui produk/komoditi yang dihasilkannya. Juni , 2020 Dewan Redaksi
Diterbitkan: 2020-09-19