KAJIAN LITERATUR CANINE DISTEMPER VIRUS PADA ANJING

  • Tekla Dawari Lanasakti(1)
    Universitas Nusa Cendana
  • Yustina Petronela(2*)
    Universitas Nusa Cendana
  • Yohanes TRMR Simarmata(3)
    Universitas Nusa Cendana
  • (*) Corresponding Author
Keywords: distemper, canine, terapi

Abstract

Anjing merupakan hewan kesayangan yang tergolong pet animal banyak dipelihara oleh manusia. Anjing banyak memberikan manfaat pada manusia salah satunya biasa menjadi teman, penjaga rumah dan ternak, pemburu, penyelamat, dan sebagai anjing pelacak di kepolisisan.Namun hewan kesayangan juga rentan terhadap penyakit yang dapat menyerang. Penyakit tersebut dapat berupa penyakit infeksius dan non infeksius. Penyakit pada anjing biasa didapat dari faktor keturunan (herediter) maupun penyakit infeksius diperoleh dari luar, misalnya penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri, dan jamur. Penyakit non infeksius yang sering menyerang anjing seperti penyakit degeneratif, tumor, hernia maupun akibat traumatic. Canine distemper merupakan salah satu penyakit infeksius akibat virus yang bersifat multisitemik karena menyerang sistem pencernaan, respirasi dan sistem syaraf. Gejala klinis yang ditimbulkan bervariasi berdasarkan sistem organ target. Diagnosa berdasarkan gejala klinis dan dilakukan terapi supportif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Apple MJG, Yates RA, Foley GL, Bernstein JJ, Santinelli S, Spelman LH et al. 1994. Canine distemper Epizootic in lions, tigers, and leopards in North America. J Vet. Diagn. Invest, 6: 277-288.
Beineke A, Puff C, Seehusen F, Baumgärtner W. 2009. Pathogenesis and immunopathology of systemic and nervous canine distemper. Vet Immunol Immunopathol, 127: 1–18.
Buragohain M, Goswami S, Kalita DJ. 2017. Clinicopathological findings of Canine Distemper Virus Infections in Dogs. Journal of Entomology and Zoology Studies, 5(6): 1817-1819.
Cheville, N.F. (1999). Introduction to Veterinary Pathology. Iowa, USA, Iowa State University Press
Coffin, D.L. and Liu, C. (2004). Studies on caninedistemper infection by means of fluorescein-labeled antibody II. The pathology and diagnosis of the naturally occurring disease in dogs and the antigenic nature of the inclusion body. Boston, USA.
Erawan GMK, Suartha IN, Emy SB, Diana M, Batan IW. 2008. Analisis Faktor Risiko Pennenyakit Distemper pada Anjing di Denpasar. Jurnal Veteriner 10(3): 173-177.
Gershwin, L. J., Krakowka, S., Olsen, R.G. (1995). Immunology and Immunopathology of Domestic Animals. Missouri, Mosby-Year Book Inc.
Gurning SDS, Widyastuti SK, Soma IG. 2019. Studi Kasus: Paralisis pada Anjing Shih-tzu yang Diduga Terinfeksi Virus Distemper Anjing. Indonesia Medicus Veterinus, 8(1): 34-44.
Kardena, I.M., Winaya, I.B.O., Berata, I.K. (2011). Gambaran Patologi Paru-paru Anjing Lokal Bali yang Terinfeksi Penyakit Distemper. Bulletin Veteriner Udayana Februari 2011. Vol.3 No.1:17-24.
Koutinas AF, Polizopoulou ZS, Baumgaertner W, Lekkas S. 2002. Relation of Clinical Signs to Pathological Changes in 19 Cases of Canine Distemper Encephalomyelitis. Faculty of Veterinary Medicine, Aristotle University of Thessaloniki.
Koutinas AF, Baumgartner W, Tontis D, Polizopoulou Z, Saridomichelakis MN. 2004. Histopathology and immunohistochemistry of canine distemper virus-induced footpad hyperkeratosis (hard pad disease) in dogs with natural canine distemper. Vet Pathol 41: 2-9.
Machida, N., Kiryu, K., Oh-ishi, K., Kanda, E., Izumisawa, N., Nakamura, T.(2008). Pathology and epidemiology of caninedistemper in raccoon dogs (Nyctereutes procyonoides). Wildlife Research Center, Hinode-machi, Nishi- Tama, Tokyo 190-01, Japan.
Ressang, A.A. (1984). Patologi Khusus Veteriner. Edisi Kedua Team Leader IFAD Project: Bali Cattle Disease Investigation Unit, Denpasar, Bali.
Siegmund OH, Fraser CM. 2008. The Merck Veterinary Manual. A handbook of diagnosis and therapy for the veterinarian. Rahway, New York: Merck & Co., Inc.
Sitepu YV, Kardena IM, Berata IK. 2013. Gambaran Histopatologi Penyakit Distemper pada Anjing Umur 2 sampai 12 Bulan. Indonesia Medicus Veterinus, 2(5): 528-537.
Sellon RK. 2005. Canine viral disease. In Ettinger SJ, Feldman EC (Ed) Textbook of veterinary internal medicine, disease of dog and cat. 6th ed. St. Louis, Missouri: Sounder Elsevier.
Spenser J, Borroughs R. 1992. Antibody response to canine distemper vaccine in African wild dogs. J Wildlife Dis 28: 443-444.
Suartha IN, Mahardika I GNK, Dewi I ASC, Nursanty NKD, Kote YLS, Handayani AD, Suartini IGAA. 2008. Penerapan teknik Reverse Transcriptase-Polymerase Chain Reaction untuk peneguhan diagnosis penyakit distemper pada anjing. Jurnal Veteriner 9: 25-32.
Suartha IN. 2010. Terapi Cairan pada Anjing dan Kucing (Fluid Therapy in Dog and Cat). Buletin Veteriner Udayana, 2(2): 69-83.
Subronto (2006). Penyakit Infeksi Parasit dan Mikroba pada Anjing dan Kucing. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.
Tilley LP, Smith FWK. 1997. The 5 Minute Veterinary Consult, Canine and Feline. Baltimore : Williams & Wilkins.

PlumX Metrics

Published
2021-12-18
How to Cite
Lanasakti, T., Petronela, Y., & Simarmata, Y. (2021). KAJIAN LITERATUR CANINE DISTEMPER VIRUS PADA ANJING. Jurnal Veteriner Nusantara, 4(Supl. 2), 3. https://doi.org/10.35508/jvn.v4iSupl. 2.6008

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.