SISTEM PEMELIHARAAN TERNAK BABI DI DESA TAPENPAH
PDF

Keywords

babi
ekstensif
peternakan

How to Cite

Hurek, D., Hurek, D., Rihi, D., Kale, na, & Simarmata, Y. (2021). SISTEM PEMELIHARAAN TERNAK BABI DI DESA TAPENPAH. Jurnal Veteriner Nusantara, 4(Supl. 2), 9. Retrieved from http://ejurnal.undana.ac.id/index.php/jvn/article/view/6015

Abstract

Tenak babi yang dikembangkan oleh masyarakat di desa Tapenpah sebagai suatu usaha yang menunjang perekonomian peternak. Tujuan dilakukannya kegiatan ini untuk mengobservasi dan menganalisis sistem pemeliharaan ternak babi di desa Tapenpah. Hasil observasi peternakan babi di desa Tapenpah memiliki populasi ternak babi berjumlah 195 ekor dengan sistem perkandangan secara intensif, pemberian pakan dilakukan dua kali sehari yaitu pagi dan sore hari dengan jenis pakan yang diberikan berupa campuran dedak padi, jagung halus, konsentrat dan probiotik, adanya penerapan biosecurity dan sanitasi serta dilakukan pengobatan pada ternak yang sakit, manajemen reproduksi dilakukan dengan cara kawin alam dan inseminasi buatan (IB). Kesimpulannya manajemen perkandangan telah memenuhi standar perkandangan yang baik, manajemen pakan yang diterapkan dapat memenuhi kebutuhan zat nutrisi, manajemen kesehatan berupa biosekuriti yang diterapkan sudah baik, dan manajemen reproduksi yang diterapkan telah memenuhi standar yang baik.

PDF

References

Abraham J. 2020. Swine Production and Management. South Asia: CRC Press.
Ax RL, Dally M, Didion BA, Lenz RW, Love CC, Varner DD, Hafez B, Bellin ME. 2000. Semen Evaluation. In: Hafez ESE, Hafez B. Reproduction in farm Animals. Ed ke-7.Philadelphia (USA): Lippincott Williams & Wilkins.
Baliarti E, Ngadiono N, Basuki P, Panjono. 1999. Hand out “Managemen Ternak Potong”. Fakultas Peternakan UGM.
Collins MD, Gibson GR. 1999. Probiotics, prebiotics, and synbiotics: Approaches for modulating the microbial ecology of the gut. Am. J. Clin. Nutr, 69: 1052S – 1057S.
Crittenden, R.G. 1999. Prebiotics In: Probiotics: A Critical Review. Horizon Scientific Press, Wymondham pp. 141 – 156.
Cromwell GL. 2015. Feeding Levels and Practices in Pigs. Merck Manual Veterinary Manual. Diakses tanggal 4 Maret 2021.
Dewi GAMK. 2017. Materi Ilmu Ternak Babi. Fakultas Peternakan, Universitas Udayana. Denpasar.
Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. 2016. Pedoman Pelaksanaan Pengembangan Budidaya Babi. Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak.
Ernawati. 2016. Motilitas dan Viabilitas Spermatozoa semen Cair Babi Landrace Dalam Pengenceran Belville Thawing Solution (BTS) dan MIII. [Skripsi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
FAO. 2009. Farmer’s Hand Book on Pig Production(For the small holders at village level). GCP/NEP/065/EC.
R. 1989. Probiotic In Man and Animals. J. Appl. Bacteriol, 66:365-378.
Garner, D.L. and E.S.S. Hafez. 2000. Spermatozoa and Seminal Plasma. In: Hafez ESE, and B. Hafez, editor. Reproduction in farm Animals.7th Ed. USA: Williams dan Wilkins.
Haryati T. 2011. Probiotik dan Prebiotik sebagai Pakan Imbuhan Nonruminansia. Wartazoa, 21 (3) : 125-132.
Hines E. 2020. Swine Reproduction Herd Management. PennState Extension. Diakses tanggal 4 Maret 2021.
Houpt KA.2012. Domestic Animal Behavior for Veterinarian and Animal Scientist. 5th edition. Wiley Blackwell.
Jacela JY, DeRouchey JM, Tokach MD, Goodband RD, Nelssen JL, Renter DG, Dritz SS.2009. Feed Additives for Swine: Fact sheets – acidifierss and antibiotics. Journal of Swine Health and Production, 17(5):270-275.
Jackson PGG. 2004. Handbook of Veterinary Obstetrics, Second Edition. Singapore:Elsevier.
Jehemat A. 2020. Agribisnis Ternak Babi dari Konsep hingga Aplikasi.Yogyakarta: ANDI.
Johnson LA, Weitze KF, Fiser P, Maxwell WMC. 2000. Storage of boar semen. J Anim Sci. 62: 143-172.
Kartasudjana R. 2001.Teknik Inseminasi Buatan pada Sapi. Tim Program Keahlian Budidaya Ternak. Jakarta: Depertemen Pendidikan Nasional.
Lammers MS, Stender DR, Honeyman MS. 2007. Feedstuffs for Pigs. Niche Pork Production. IPIC NPP320 2007.
Masyitoh H, Suprayogi TW, Praja RN, Srianto P, Madyawati P, Saputro AL et al. 2018. Presentase Motilitas dan Viabilitas Spermatozoa Kambing Sapera dalam Pengencer Tris Kuning Telur dan Susu Skim Kuning Telur Before Freezing. Jurnal Medik Veteriner, 1(3) : 105-112.
Murwani et al., 2002
Pasaribu TM, Silalahi D, Aritonang D, Manihuruk K. 1996. Pengaruh Pemberian Konsentrat Selama Pra Partum dan Menyusui Terhadap Kinerja Anak Babi di Peternakan Rakyat. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner, 1(3).
Riady M. 2006. Petunjuk Teknis Pengawasan Mutu Semen Beku Sapid an Kerbau. Depertemen Pertanian Direktorat Jendral Peternakan.
Robert VK. 2006. Semen Processing, Extending & Storage for Artificial Insemination in Swine.Dep. of Animal Science University of Illinois.
Susilawati T. 2011. Spermatologi. Universitas Brawijaya: UB Press.
Simon O. 2005. Micro-Organisms as Feed Additives – Probiotics. Advances in Pork Production, (16):161.
Toelihere, M. R 1993. Inseminasi Buatan pada Ternak. Bandung: Angkasa.
Wea R. 2015. Karakteristik Peternak dan Manajemen Pemeliharaan Babi Lokal di Kecamatan Alak Kota Kupang. Jurnal Partner, (2):178-184 _____. 2016. Performans Produksi dan Reproduksi Ternak Babi Lokal di Kodya Kupang. Jurnal Partner, 16 (1): 21.