Motilitas dan Viabilitas Spermatozoa Babi dalam Pengencer Air Kelapa-Kuning Telur Ayam Kampung
PDF

Keywords

sperm
motility
viability
ayam kampung
yolk
babi

How to Cite

Butta, C., Gaina, C., & Foeh, N. (2021). Motilitas dan Viabilitas Spermatozoa Babi dalam Pengencer Air Kelapa-Kuning Telur Ayam Kampung. Jurnal Veteriner Nusantara, 4(1), 3. Retrieved from http://ejurnal.undana.ac.id/index.php/jvn/article/view/6033

Abstract

The aims of this study is to determine the effect and the best combination of coconut water (CW) and native chicken egg yolk (NCEY) as extender with water jacket and non-water jacket method in preserving of boar semen.  Semen was collected from sexualy mature boar 2-4 years of age. A good sample of semen will have motility above 70%, abnormality below 20% and spermatozoa consentration above 200 x 106 sel/mL. This study was designed with completly randomized design and faktorial patern with 2 controled group, 6 treated group, and 4 repitition. Controled group consist of fresh semen without extender. K0 was preserved with non-water jacket method, and K1 was preserved with water jacket method. Treated group were P1 (75% CW + 25% NCEY), P2 (85% CW + 15% NCEY), P3 (95% CW + 5% NCEY) that preserved with non-water jacket method, and P4 (75% CW + 25% NCEY), P5 (85% CW + 15% NCEY), P6 (95% CW + 5% NCEY) preserved with water jacket method. Motility and viability of spermatozoa were evaluated every 2 hours until motility value has reached 40%. The result shows that P3 and P5 is the best combination for preserving semen (32 hours). Water jacket method is the better option for preserving boar semen. P3 is the least in preserving boar semen.

PDF

References

Aboagla, E.M. and Terada, T. 2004. Effects of Egg Yolk During The Freezing Step of Crypreservation on The Viability of Goat Spermatozoa. Theriogenology. 62: 1160-1172.
Afiati, F., Yulnawati., Riyadi, M. dan Arifiantini, R.I. 2015. Abnormalitas Spermatozoa Domba dengan Frekuensi Penampungan Berbeda. Prosseding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia. 1(4): 930-934
Arifiantini, R.I. 2012. Teknik Koleksi dan Evaluasi Semen pada Hewan. IPB Press. Bogor.
Audia, R.P., Salim, M.A., Isnaini, N. Dan Susulawati, T. 2017. Pengaruh Perbedaan Kematangan Air Kelapa Hijau sebagai Bahan Pengencer yang Ditambah 10% Kuning Telur terhadap Kualitas Semen Cair Kambing Boer. Jurnal Ternak Tropika. 18(1): 58-68
Ax, R.L., Dally, M., Didion, B.A., Lenz, R.W., Love, C.C., Varner, D.D., Hafez, B. and Bellin, M.E. 2000. Semen Evaluation. In: Hafez ESE, Hafez B, editor. Reproduction in farm Animals.7th Ed. USA: Williams & Wilkins.
Bohlooli, S., Cedden, F., PishJang, J., Razzaghzadeh, S., Bozoðlu, S. 2012. The Effect of Different Extenders on Post-Thaw Sperm Viability, Motility and Membrane Integrity in Cryopreserved Semen of Zandiram. Journal Basic Application Science Respiratory. 2(2):1120-1123
Briand-Amirat, L., Tainturier, D. and Antor, M. 2007. Use of Egg Coumpounds for Cryoprotection of Spermatozoa. In Bioactive Coumpounds. Houpalahti, R., Lopez-Fandino, R., Anton, M. and Schade, R (Eds.). Springer, New York
Colenbrander, B., Fazeli, A.R., Van Buiten, A., Parlevliet, J. and Gadella, B.M. 1992. Assesment of Sperm Cell Membran Integrity in the Horse. Acta Veterinaria Scandinavica Journal. 88:49-58.
Dapawole, R.R. 2014. Preservasi dan Kriopreservasi Semen Babi dalam Pengencer BTS dan MIII yang Disuplementasi dengan dan Tanpa Trehalosa. Tesis. IPB Bogor
Djanuar, R. 1985. Fisiologi Reproduksi dan Inseminasi Buatan pada Sapi. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Dwatmaji, Siwitri, K., Edi, S. Dan Yanti, F. 2007. Pengaruh Pengencer Kuning Telur dengan Air Kelapa dan Lama Penyimpanan Terhadap Kualitas Semen Kambing Nubian. Jurnal Sain Peternakan Indonesia. 2(2): 65-71
Evans, G. and Maxwel, W.M.C. 1987. Salamon’s Artificial Insemination of Sheep and Goat. Butterworths, Sydney.
Foeh, N.D.F.K. 2015. Kualitas Semen Beku Babi dalam Pengencer BTS Dan MIII Menggunakan Krioprotektan Dimethylacetamide dan Gliserol dengan Sodium Dedocyl Sulphate. Thesis. IPB. Bogor
Foeh, N.D.F.K. dan Gaina, C.D. 2017. Sari Buah Lontar sebagai Pengencer Alami dalam Mempertahankan Kualitas Spermatozoa Babi. Jurnal Kajian Veteriner. 5(1): 52-58.
Gadea, J. 2003. Semen Extenders Used in The Artificial Insemination of Swine. Spanish Journal of Agricultural Research 1(2): 17-27.
Garner, D.L. and Hafez, E.S.E. 2000. Spermatozoa and Seminal Plasma. In: Hafez B. Hafez ESE, editor. Reproduction in Farm Animals. 7th Ed. Philadelphia (US): Lippincott Williams and Wilkins.
Gundongan, M., Yeni, M., Avdatek, F. and Fidan, A.F. 2010. Influence of Sperm Concentration on the Motility, Morphology, Menmbrane and DNA Integrity Along with Oxidative Stress Parameters of Ram Sperms During Liquid Storage. Animal Reproduction Science.122: 200-207
Indriani, Susilawati, T. dan Wahyuningsih, H. 2013. Daya Hidup Spermatozoa Sapi Limousin yang Dipreservasi dengan Metode Water Jacket dan Free Water Jacket. Jurnal Veteriner. 14(3) :379-386
Johnson, L.A., Weitze, K.F., Fiser, P., and Maxwell, W.M.C. 2000. Storage of boar semen. Journal Animals Reproduction Science.62: 143-172.
Kartasudjana, R. 2001. Teknik Inseminasi Buatan pada Ternak. Jakarta.
Kewilaa, A.I., Ondho, Y.S., Setiantin, E,T. 2013, Pengaruh Berbagai Jenis Pengencer Air Kelapa Muda dengan Penambahan Kuning Telur yang Berdeda terhadap Kualitas Sprematozoa Semen Cair Domba Ekor Tipis (DET). Jurnal Agrinimal. 3(1):1-9
Knox, R.V. 2006. Semen Processing, Extending and Storage for Artificial Insemination in Swine. Departmen of Animal Science University of Illinois
Kostama, T. dan Sutama, I.K. 2006. Studi Motilitas dan Daya Hidup Spermatozoa Kambing Boer pada Pengencer Tris Sitrat-Fruktosa, Jurnal Sain Vet. 24(1): 58-64
Mata Hine T. 1991. Pengaruh Penambahan Beberapa Pengencer Terhadap Motilitas dan Daya Tahan Hidup Spermatozoa Sapi Bali. Kupang. Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana.
Mata Hine, T., Burhanuddin dan Marawali, A. 2014. Efektivitas Air Buah Lontar dalam Mempertahankan Motilitas, Viabilitas dan Daya Tahan Hidup Spermatozoa Sapi Bali. Jurnal Veteriner.15(2):263-273
Mere, C.Y.L. 2016. Air Kelapa dan Air Buah Lontar sebagai Modifikasi Pengencer Alternatif pada Semen Babi Landrace. Skripsi. Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Nusa Cendana.
Neno, M.E.W. 2016. Pengaruh Pengencer Komersial dengan Metode Water Jacket dan Non Water Jacket terhadap Kualitas Semen Babi Landrace. Skripsi. Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Nusa Cendana, Kupang.
Pamungkas, F.A., Mahmilia, F. dan Elieser, S. 2008. Perbandingan Karakteristik Semen Kambing Boer dengan Kacang. Prosiding. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner
Paulenz, H., Kommisrud, E. and Hofmof, P.O. 2000. Effect of Long-Term Storage at Different Temperatures on The Quality of Liquid Boar Semen. Animals Reproduction Domestic. 35: 83-85.
Rizal, M. dan Thahir, M. 2016. Daya Hidup Spermatozoa Kambing Peranakan Etawa yang Dipreservasi dengan Berbagai Jenis Pengencer. JITRO. 3(3) : 81-89
Setyaningsih, N. I. 2012. Pengaruh Penambahan Vitamin C dalam Pengencer Tris Kuning Telur terhadap Motilitas dan Viabilitas Spermatozoa Domba Merino Post Thawing. Fakultas Kedokteran Hewan. Universitas Airlangga. Surabaya.
Solihati, N. 2008. Stidi Terhadap Kualitas dan Daya Tahan Hidup Spermatozoa Cauda Epididimis Domba Garut Menggunakan Berbagai Jenis Pengencer. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 2008. 401-408
Sulabda, I.N dan Puja, I.K. 2010. Pengaruh Subsitusi Air Kelapa Muda dengan Pengencer Sitrat Kuning Telur terhadap Motilitas dan Presentase Hidup Spermatozoa Anjing. Buletin Veteriner Udayana, 2(2):109-117.
Sumardani, N.L.G., Tuty, L.Y., dan Siagian, P.H. 2008, Viabilitas Spermatozoa Babi dalam Pengencer Beltsville Thawing Solution (BTS) yang Dimodifikasi pada Penyimpanan Berbeda. Media Peternakan. 31(2): 81-86.
Susilawati, T., Wahyudi, F.E., Anggraeni, I., Isnaini, N. dan Ihsan, M.N.. 2016. Penggantian Bovine Serum Albumin pada Pengencer CEP-2 dengan Serum Darah Sapi dan Putih Telur terhadap Kualitas Semen Cair Sapi Limousin selama Pendinginan. Jurnal Kedokteran Hewan. 10(2): 98-102.
Tamoes, J.A., Nalley, W.M dan Mata Hine, T. 2014, Fertilitas Spermatozoa Babi Landrace dalam Pengencer Modifikasi Zorlesco dengan Susu Kacang Kedelai. Jurnal Sains Peternakan, 20(1):20-30.
Toelihere, M.R. 1993. Inseminasi Buatan pada Ternak Cetakan II. Angkasa. Bandung.
Vishwanath, R. and P. Shannon. 2000. Storage Bovine Semen in Liquid Frozen State. Animals Reproduction Science. 62: 23-53.
Werdhany, W.I. 1999. Efektifitas Penambahan Alfa Tokoferol di Dalam Pengencer Tris dan Susu Skim Terhadap Kualitas Semen Beku Kambing Peranakan Etawa. Tesis. Program Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
White, I.G. 1993. Lipid and Calcium Uptake of Sperm in Relation to Cold Shock and Preservation : A Review. Reproduction Fertility and Development 5: 639-658.
Wilson, M.E., Rozeboom, K.J. and Crenchaw, T.D. 2004, Boar Nutrition for Optimum Sperm Production, Advances in Pork Production, 15:295-306.
Yusuf, T.L., Arifiantini, R.I. dan Rahmiwati, N. 2005. Daya Tahan Semen Cair Kambing Peranakan Etawah dalam Pengencer Kuning Telur dengan Kemasan dan Konsentrasi Spermatozoa yang Berbeda. Journal Indonesian Tropical Animals Agriland 30(4): 219-22.