Analisis Pendidikan Kesehatan Sekolah
indonesia
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan pendidikan kesehatan sekolah serta mendeskripsikan status kesehatan siswa SD Negeri Jemur Wonosari 1, meliputi aspek antropometri, kesehatan indra, kebersihan diri, dan fungsi neurologis dasar. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Subjek penelitian berjumlah 16 siswa yang dipilih secara purposive sampling. Pemeriksaan dilaksanakan pada tanggal 12 Juni 2025 menggunakan alat-alat Unit Kesehatan Sekolah (UKS) seperti microtoise, timbangan, kartu Snellen, kartu Ishihara, otoskop sederhana, spatel lidah, senter, serta lembar observasi. Prosedur meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT), pemeriksaan mata, hidung, telinga, gigi, dan tes tremor. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata IMT siswa sebesar 17,4 kg/m². Status gizi normal ditemukan pada 43,75% siswa, kurus hingga sangat kurus 37,5%, serta gemuk hingga obesitas 18,75%. Kebersihan telinga dalam kategori kotor mencapai 56,25%, karies gigi 25%, masalah hidung (sekret berlebih dan bendungan lendir) 18,75%, sementara ketajaman mata normal pada 93,75% siswa dan seluruh siswa (100%) negatif tremor. Simpulan penelitian ini adalah bahwa secara umum kesehatan siswa SD Negeri Jemur Wonosari 1 tergolong cukup baik pada aspek mata dan fungsi neurologis, namun ditemukan masalah prioritas yang memerlukan intervensi segera, yaitu kebersihan telinga yang buruk, status gizi ganda (kurus dan gemuk), karies gigi, serta gangguan hidung. Diperlukan penguatan program UKS melalui penyuluhan kebersihan diri yang berkelanjutan, pemantauan status gizi rutin, kerja sama dengan puskesmas untuk rujukan medis, serta kolaborasi aktif antara sekolah, orang tua, dan masyarakat guna menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan mendukung tumbuh kembang optimal siswa.
Downloads
References
Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice Hall.
Becker, M. H. (1974). The health belief model and personal health behavior. Health Education Monographs, 2(4), 324-473.
Depdiknas & Depkes RI. (2005). Pedoman pelaksanaan usaha kesehatan sekolah (UKS). Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Johana, E. P. (2012). Psikologi terapan melintas batas disiplin ilmu. Jakarta: Erlangga.
Kementerian Kesehatan RI. (2020). Pedoman pemantauan status gizi anak usia sekolah. Jakarta: Direktorat Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan RI. (2021). Laporan nasional konsumsi makanan dan minuman anak sekolah dasar di perkotaan. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan RI. (2023). Profil kesehatan Indonesia 2022. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Lee, R. M., & Gortmaker, S. L. (2022). School-based health interventions: A 3-year longitudinal study of obesity prevention. American Journal of Public Health, 112(3), 445-453.
Lestari, S., & Wijayanti, D. (2022). Gambaran kebersihan telinga pada anak sekolah dasar di wilayah perkotaan Surabaya. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 14(2), 112-120.
McLeroy, K. R., Bibeau, D., Steckler, A., & Glanz, K. (1988). An ecological perspective on health promotion programs. Health Education Quarterly, 15(4), 351-377.
Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Petersen, P. E. (2003). The World Oral Health Report 2003: Continuous improvement of oral health in the 21st century – the approach of the WHO Global Oral Health Programme. Community Dentistry and Oral Epidemiology, 31(Suppl 1), 3-24.
Popkin, B. M., Corvalan, C., & Grummer-Strawn, L. M. (2020). Dynamics of the double burden of malnutrition and the changing nutrition reality. The Lancet, 395(10217), 65-74.
Powell, C., et al. (2016). Vision screening for correctable visual acuity deficits in school-age children and adolescents. Cochrane Database of Systematic Reviews, 2, CD005023.
Puspitasari, D., dkk. (2020). Pengaruh permainan edukatif terhadap pengetahuan kebersihan diri anak sekolah dasar. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 15(2), 89-97.
Rahmawati, A. (2021). Pelatihan guru sebagai agen kesehatan sekolah: Evaluasi program UKS di Surabaya. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 10(1), 23-34.
Riskesdas. (2018). Laporan nasional riset kesehatan dasar 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Scrimshaw, N. S. (2003). Historical concepts of interactions, synergism and antagonism between nutrition and infection. The Journal of Nutrition, 133(1), 316S-321S.
Sitorus, R. S., dkk. (2020). Prevalensi gangguan penglihatan pada anak sekolah dasar di Jakarta. Majalah Kedokteran Indonesia, 70(4), 221-228.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Wahyuni, D., dkk. (2019). Pengaruh serumen terhadap ambang pendengaran pada anak usia sekolah. Jurnal Kesehatan Andalas, 8(3), 145-152.
WHO. (2006). WHO child growth standards: Length/height-for-age, weight-for-age, weight-for-length, weight-for-height and body mass index-for-age. Geneva: World Health Organization.
WHO. (2021). Guidelines on school health services. Geneva: World Health Organization.
Juan Claudio Non(1*)












