Pemeriksaan Kesehatan Siswa Kelas 3 dan Evaluasi Fasilitas UKS Sebagai Langkah Menuju Sekolah Sehat

  • Rezza Azis Dwi Ardiansyah(1*)
    Universitas PGRI Adibuana Surabaya
  • Fathir Abdil Rizal(2)
    Universitas PGRI Adibuana Surabaya
  • Raka Satrya Dewanatara(3)
    Universitas PGRI Adibuana Surabaya
  • Indra Saputra(4)
    Universitas PGRI Adibuana Surabaya
  • Elias Bani Masan(5)
    Universitas PGRI Adibuana Surabaya
  • Hilarius Bombang(6)
    Universitas PGRI Adibuana Surabaya
  • Mashur Robbani(7)
    SDN Tanah Kali Kedidinding
  • Rara Hamukti Kesit(8)
    SDN Tanah Kali Kedidinding V Surabaya
  • (*) Corresponding Author
Kata Kunci: Health checks for students; evaluation of school health facilities; healthy school; visual impairment; child nutritional status

Abstrak

Pemeriksaan kesehatan siswa secara rutin dan evaluasi fasilitas Unit Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan bagian penting dalam mewujudkan sekolah sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pemeriksaan kesehatan siswa kelas 3 serta mengevaluasi kondisi fasilitas UKS di SDN Tanah Kali Kedinding V Surabaya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun fasilitas UKS tergolong memadai, pelaksanaannya belum optimal. Sebanyak 30% siswa mengalami gangguan penglihatan dan 30% lainnya memiliki masalah gizi. Penyebab utama adalah kurangnya keaktifan petugas UKS dan belum adanya jadwal pemeriksaan yang terintegrasi. Disarankan agar sekolah mengaktifkan kembali fungsi UKS, melatih dokter kecil, dan menjalin kerja sama dengan puskesmas guna mendukung program pemeriksaan berkala serta edukasi kesehatan yang berkelanjutan. Dengan demikian, UKS dapat berperan maksimal dalam mendukung tumbuh kembang siswa secara sehat dan holistik

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Anuntaseree, W., et al. (2011). Allergic rhinitis and its impact on sleep quality and school performance in children. Asian Pacific Journal of Allergy and Immunology, 29(2), 131-137.
Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice Hall.
Becker, M. H. (1974). The health belief model and personal health behavior. Health Education Monographs, 2(4), 324-473.
Depdiknas & Depkes RI. (2005). Pedoman pelaksanaan usaha kesehatan sekolah (UKS). Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Johana, E. P. (2012). Psikologi terapan melintas batas disiplin ilmu. Jakarta: Erlangga.
Kementerian Kesehatan RI. (2020). Pedoman pemantauan status gizi anak usia sekolah. Jakarta: Direktorat Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan RI. (2021). Laporan nasional konsumsi makanan dan minuman anak sekolah dasar di perkotaan. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan RI. (2023). Profil kesehatan Indonesia 2022. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Lee, R. M., & Gortmaker, S. L. (2022). School-based health interventions: A 3-year longitudinal study of obesity prevention. American Journal of Public Health, 112(3), 445-453.
Lestari, S., & Wijayanti, D. (2022). Gambaran kebersihan telinga pada anak sekolah dasar di wilayah perkotaan Surabaya. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 14(2), 112-120.
McLeroy, K. R., Bibeau, D., Steckler, A., & Glanz, K. (1988). An ecological perspective on health promotion programs. Health Education Quarterly, 15(4), 351-377.
Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Petersen, P. E. (2003). The World Oral Health Report 2003: Continuous improvement of oral health in the 21st century – the approach of the WHO Global Oral Health Programme. Community Dentistry and Oral Epidemiology, 31(Suppl 1), 3-24.
Popkin, B. M., Corvalan, C., & Grummer-Strawn, L. M. (2020). Dynamics of the double burden of malnutrition and the changing nutrition reality. The Lancet, 395(10217), 65-74.
Powell, C., et al. (2016). Vision screening for correctable visual acuity deficits in school-age children and adolescents. Cochrane Database of Systematic Reviews, 2, CD005023.
Puspitasari, D., dkk. (2020). Pengaruh permainan edukatif terhadap pengetahuan kebersihan diri anak sekolah dasar. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 15(2), 89-97.
Rahmawati, A. (2021). Pelatihan guru sebagai agen kesehatan sekolah: Evaluasi program UKS di Surabaya. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 10(1), 23-34.
Riskesdas. (2018). Laporan nasional riset kesehatan dasar 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Scrimshaw, N. S. (2003). Historical concepts of interactions, synergism and antagonism between nutrition and infection. The Journal of Nutrition, 133(1), 316S-321S.
Sitorus, R. S., dkk. (2020). Prevalensi gangguan penglihatan pada anak sekolah dasar di Jakarta. Majalah Kedokteran Indonesia, 70(4), 221-228.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Wahyuni, D., dkk. (2019). Pengaruh serumen terhadap ambang pendengaran pada anak usia sekolah. Jurnal Kesehatan Andalas, 8(3), 145-152.
WHO. (2006). WHO child growth standards: Length/height-for-age, weight-for-age, weight-for-length, weight-for-height and body mass index-for-age. Geneva: World Health Organization.
WHO. (2021). Guidelines on school health services. Geneva: World Health Organization.

PlumX Metrics

Diterbitkan
2026-06-15