THE RELATIONSHIP OF PHYSICAL ACTIVITY, BMI, AND OSTEOPOROSIS RISK IN POSTAMENOPAUSE WOMEN IN NUSAWANGKAL VILLAGE, CILACAP REGENCY IN 2020
Abstrak
Osteoporosis merupakan salah satu penyakit degeneratif. Penelitian terbaru dari International Osteoporosis Foundation (IOF) mengungkapkan bahwa 1 dari 4 perempuan di Indonesia dengan rentang usia 50-80 tahun memiliki resiko terkena osteoporosis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan aktivitas fisik dengan resiko osteoporosis pada wanita pascamenopause di Desa Nusawangkal Kabupaten Cilacap tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif non eksperimental, dengan menggunakan metode pendekatan rancangan Cross sectional. Dengan populasi masyarakat desa Nusawangkal sebanyak 3122 jiwa pengambilan sampel menggunakan teknik Sampling Purposive yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Sampel yang diambil menggunakan teknik sampling purposive sebanyak 25 orang. Data diambil menggunakan angket yang telah dibagikan kepada responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisi data deskriptif (Analisis Unvariate) yang bertujuan untuk menjelaskan karakteristik setiap variabel penelitian. Hasil uji chi square terdapat nilai Asymp. Sig sebesar 0,016 (< 0,05). Sesuai dengan dasar pengambilan keputusan uji chi square maka, dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara indeks masa tubuh dengan resiko terjadinya osteoporosis pada wanita pasca menopause. Simpulan penelitian ini ada hubungan yang signifikan antara indeks masa tubuh dengan resiko terjadinya osteoporosis pada wanita pascamenopause di Desa Nusawangkal Kabupaten Cilacap