Strategi Peningkatan Pendapatan Peternak Babi di Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang
Strategy to Increase Pig Farmers' Income in Sulamu District, Kupang Regency
Abstract
This research aim to Foranalyze the amount of income of farmers, know the factors that influence it and know the strategies to increase income. The method used is a case study survey with data collection techniques, namely observation, interviews and documentation to obtain primary and secondary data.The sampling method is carried out in two stages. The first stage of determining the sample village is done purposively, the second stage of determining respondents is done using a sampling technique by randomly taking 30 people from each village. Thus, the total number of representative respondents is 60 people.The analysis used is SWOT analysis. The results of the analysis show thatPig farming business in Sulamu District has provided an average income of Rp.21,720,708.33/year consists of cash income of Rp7,807,748.61 (36.26%) and non-cash income of Rp13,720,708.33 (63.73%). Factors that significantly affect the income of farmers are the number of pigs owned, the number of pigs sold and the selling price of pigs, while the production cost factor has no significant effect on income. The development of pig farming businesses in Sulamu District is based on an aggressive strategy, the recommended aggressive strategy to increase the income of pig farmers in Sulamu District is a strategy to increase production capacity, a strategy to expand marketing networks, a strategy to utilize livestock waste, a strategy to increase access to information and technology, a strategy to increase the application of biosecurity to suppress disease and a strategy,cooperate with the government to procure infrastructure, improve business management by paying attention to maintenance and health aspects to increase sales value.
Penelitian bertujuan untuk menganalisis besarnya pendapatan peternak, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi dan mengetahui strategi meningkatkan pendapatan. Metode yang digunakan survei studi kasus dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi untuk memperoleh data primer dan sekunder. Metode pengambilan contoh dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertama penentuan desa contoh dilakukan secara purposive, tahap kedua menentukan respondendilakukan dengan menggunakan teknikpengambilan sampel dengan cara acak diambil sebanyak 30 orang dari setiap desa. Dengan demikian total keseluruhan responden yang representatif sebanyak 60 orang. Analisis yang digunakan adalah analisis SWOT. Hasil analisis menunjukkan bahwausaha ternak babi di Kecamatan Sulamu telah memberikan rata-rata pendapatan sebesar Rp21.720.708,33/tahun terdiri atas pendapatan tunai sebesar Rp7.807.748,61 (36,26%) dan pendapatan non tunai sebesar Rp13.720.708,33 (63,73%). Faktor yang berpengaruh nyata terhadap pendapatan peternak adalah jumlah kepemilikan ternak babi, jumlah ternak dijual dan harga jual ternak babi, sedangkan faktor biaya produksi berpengaruh tidak nyata terhadap pendapatan. Pengembangan usaha ternak babi di Kecamatan Sulamu berada pada strategi agresif, strategi agresif yang direkomendasikan untuk meningkatkan pendapatan peternak babi di Kecamatan Sulamu adalah strategi meningkatkan kapasitas produksi, strategi memperluas jaringan pemasaran, strategi memanfaatkan limbah peternakan, strategi meningkatkan akses informasi dan teknologi, strategi meningkatkan penerapan biosecurity untuk menekan penyakit dan strategi, bekerja sama dengan pemerinta untuk pengadaan sarana prasarana, meningkatkan manajemen usaha dengan memperhatikan aspek pemeliharaan dan kesehatan untuk meningkatkan nilai jual.
Hengki Andelson Blegur(1*)











