Kontribusi Usaha Ternak Babi dan Usaha Tani Padi Sawah terhadap Pendapatan Usahatani Di Kecamatan Detusoko Kabupaten Ende
Contribution of Pig Farming and Paddy Farming to Farming Income in Detusoko District, Ende Regency
Abstract
A research was conducted located in Detusoko Sub-district, Ende Regency. This research objectives were to evaluate level of income, financial feasibility, and contribution of pig’s farm and wet-land rice field farm on farms’ income in the research site. The research method used was a survey, in which primary data were obtained through observation and direct interview using a pre-prepared questionnaire. Four sample villages were selected purposively based on the largest pig’s population, wet-land rice farm area, and number of farmers. 100 sample farmers were selected through non-proportional random sampling, with each village represented by 25 farmers. Methods of data analysis applied were income analysis, financial feasibility based on R/C, B/C, production Break-Even Point (BEP) and monetary BEP, include contribution analysis on income of each farm . The results showed that the average income of the farmers gained from the pig’s farm was IDR9,036,248.83, and from the wet-land rice farm was IDR3,117,626.44. The financial feasibility of the pig’s farm was indicated by an R/C of 1.91, B/C of
0.91, production BEP of 0.50, and monetary BEP of IDR4,744,675, with a contribution of 74%. Then, the wet-land rice farm had an R/C of 3.23, B/C of 2.23, production BEP of 1.6, and monetary BEP of IDR1,265,911, with a contribution of 26%. In conclusion, the pig’s farm and wet-land rice farm in Detusoko Sub-district can provide farmers’ income and were both financially feasible, although the pig’s farm contributes higher income on the farms’ income than the wet-land rice farm.
Suatu kajian dilaksanakan di Kecamatan Detusoko Kabupaten Ende. Kajian ini ditujukan untuk memahami tingkat pendapatan, kelayakan finansial, serta kontribusi usaha ternak babi dan usaha tani padi sawah terhadap pendapatan usahatani pada Kecamatan Detusoko Kabupaten Ende. Metode yang digunakan adalah survei, dimana Informasi primer dikumpulkan melalui pengamatan serta wawancara tatap muka dengan pedoman pertanyaan yang telah disusun terlebih dahulu. Penentuan empat desa contoh dilakukan secara purposif berdasarkan populasi ternak babi terbesar, luas lahan sawah, dan jumlah petani terbanyak. Responden penelitian adalah 100 petani peternak yang dipilih secara acak non-proporsional, dengan masing-masing desa diwakili oleh 25 orang. Analisis data meliputi analisis pendapatan, kelayakan finansial berdasarkan R/C, B/C, BEP Produksi, dan BEP Rupiah, serta kontribusi peranan masing-masing usaha. Hasil penelitian menyatakan bahwa rata-rata penghasilan petani peternak dari produksi ternak babi sebesar Rp9.036.248,83/tahun dan dari usaha tani padi sawah sebesar Rp3,117,626.44/tahun. Kelayakan finansial usaha ternak babi ditunjukkan oleh R/C 1,91, B/C 0,91, BEP Produksi 0,50, dan BEP Rupiah Rp4.744.675 dengan kontribusi sebesar 74%. Usaha tani padi sawah memiliki R/C 3,23, B/C 2,23, BEP Produksi 1,6, dan BEP Rupiah Rp1.265.911 dengan kontribusi sebesar 26 %. Kesimpulannya, usaha ternak babi dan usaha tani padi sawah di Kecamatan Detusoko mampu memberikan pendapatan bagi petani peternak dan kedua usaha tani tersebut layak secara finansial, meskipun kontribusi usaha ternak babi terhadap pendapatan usaha tani lebih besar dibandingkan usaha tani padi sawah.
Yanuarius Abdolion Woge(1*)











