Strategi Pengembangan Usaha Ternak Babi di Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu
Strategies For Developing Pig Farming In Tasifeto Timur District, Belu Regency
Abstract
This study aims to analyze the factors that influence pig farming business development
strategies and determine pig farming business development strategies in Tasifeto Timur
Subdistrict, Belu Regency. The sampling method was carried out in two stages. The first
stage of determining the sample villages was done purposively, namely 4 villages out of 12
villages in Tasifeto Timur Subdistrict, Belu Regency. The second stage involved randomly
selecting non-proportional respondents, with 25 respondents chosen from each village in
Tasifeto Timur Subdistrict, resulting in a total of 100 respondents. Data was collected
through observation, interviews, and documentation. The data analysis used was SWOT
analysis with a quantitative descriptive approach. The research results showed that internal
factors scored 0.84 and external factors scored 0.25, placing pig farming in Tasifeto Timur
Sub-district in Quadrant I (SO), indicating good development potential. Additionally,
alternative strategies were identified, such as: 1.) A strategy to integrate agricultural waste
processing into high-quality feed through fermentation technology, 2.) A strategy to
optimize the application of artificial insemination (AI) technology to enhance pig
productivity, 3.) A strategy to develop and implement social media to improve farmers'
ability to access and utilize information on pig sales.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi strategi pengembangan usaha ternak babi dan menentukan strategi pengembangan usaha ternak babi di Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu. Metode penentuan contoh dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama penentuan desa contoh dilakukan secara purposive yakni 4 desa dari 12 desa yang ada di Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu. Tahap ke dua penentuan responden secara acak nonproposional diambil sebanyak 25 orang pada setiap desa yang ada di Kecamatan Tasifeto Timur sehingga total responden sebanyak 100 responden. Data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis SWOT dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal berada pada skor 0,84 dan faktor eksternal berada pada skor 0,25, sehingga menempatkan usaha ternak babi di Kecamatan Tasifeto Timur berada di kuadran I (SO) yang menunjukkan potensi pengembangan yang baik. Serta memperoleh alternatif strategi seperti, 1.) Strategi memadukan sistem pengolahan limbah pertanian menjadi pakan berkualitas melalui teknologi fermentasi, 2.) Strategi mengoptima penerapan teknologi IB untuk meningkatkan produktifitas ternak babi, 3.) Strategi pengembangan dan penerapan media sosial untuk meningkatkan kemapuan peternak dalam mengakses dan memanfaatkan informasi penjualan ternak babi.
Yolanta Yovita Kono(1*)











