Kualitas Semen Beku Babi Landrace Dalam Pengencer Vitasem Dengan Level DMSO Yang Berbeda
Quality Of Landrace Boars Frozen Semen In Vitasem Diluent With Different DMSO Levels
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas semen beku babi landrace dalam pengencer vitasem+kuning telur (vkt) dengan level Dimethyl Sulfoxide (DMSO) yang berbeda. Semen yang dipakai dalam penelitian ini berasal dari pejantan babi landrace berumur 2 tahun yang sehat. Analisis kualitas semen dilakukan berdasarkan pengamatan makroskopis dan mikroskopis. Semen berkualitas baik diproses dengan penambahan pengencer dasar, kemudian di holding time selama 2 jam pada suhu ruang berkisar 27-28℃. Semen diproses lebih lanjut melalui sentrifugasi dengan kecepatan 3000 rpm selama 15 menit. Supernatan dibuang, dan endapan diencerkan kembali dengan pengencer dasar, lalu dibagi keempat tabung perlakuan. Sebelum dibekukan, semen dievaluasi untuk mengetahui motilitas, viabilitas, abnormalitas, kemudian dikemas dalam straw yang berukuran 0,5 mL. Straw diekuilibrasi 2 jam pada suhu 3-5℃. Proses pembekuan dilakukan 10 cm diatas nitrogen cair selama 10 menit pada suhu -110℃, selanjutnya disimpan di kontainer nitrogen cair pada suhu -196℃. Tidak ada pengaruh nyata (P>0,05) dari penambahan level DMSO yang berbeda terhadap motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan recovery rate spermatozoa dalam penelitian ini. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penambahan level DMSO yang berbeda dalam pengencer vitasem mampu mempertahankan spermatozoa pasca thawing dengan perlakuan terbaik pada P3 dengan nilai motilitas 39,43%, viabillitas 64,84%, abnormalitas 8,72%, dan recovery rate (RR) 43,04%.
Maria Heni Beto Lamoren(1*)











