Kualitas Bakar Briket Bioarang Campuran Kotoran Kambing, Tempurung Saboak dan Mayang Lontar

The Burn Quality of Biocharcoal Bricket That Mixed of Goat Dungcharcoal, Saboak Shell and Mayang Lontar

  • Mike Amin Imanuel Modok(1*)
    Universitas Nusa Cendana
  • Yakob Robert Noach(2)
    Universitas Nusa Cendana
  • Upik Syamsiar Rosnah(3)
    Universitas Nusa Cendana
  • (*) Corresponding Author
Keywords: goat dung charcoal, saboak shell, mayang lontar, biocharchoal bricket, burn quality

Abstract

This study aims to determine the effect of a mixture of goat dung, Saboak shell and mayang lontar on the
performance of burning biochar briquettes. The method used was a completely randomized design consisting
of 4 treatments and 4 replications. The treatments were P1 = 50% goat dung + lontar shell 10% + 40% mayang
lontar, P2 = 50% goat dung + 20% saboak shell + 30% lontar mayang P3 = 50% goat dung + 30% saboak shell
+, mayang lontar 20%, P4 = goat dung 50% + saboak shell 40% + mayang lontar 10%. Variables measured
include temperature, rate, fire resistance, color, combustion smoke and the ability to educate the air. The data
obtained were tabulated by analysis of variance. The results showed that goat dung charcoal, Saboak shell and
mayang lontar had a very significant effect (P<0.01) on the combustion temperature. The highest average
quality of briquette combustion was at P4 with a level of 40% saboak shell charcoal, 10% Mayang lontar with
a fuel temperature of 299.40C, a combustion rate of 2.99 g/minute; burning resistance 230.69 minutes; burning
color 2.02 (score); the presence or absence of as fast as possible 4.1 (score) and the ability to boil air 28.75
minutes. It was concluded that the mixture of dung charcoal, saboak shell and mayang lontar. The best quality
of briquettes was obtained in a mixture of 50% goat manure, 40% Saboak shell and 10% mayang in (P4).

Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh campuran kotoran kambing, tempurung Saboak dan mayang lontar
terhadap performa pembakaran briket bioarang. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap
yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan tersebut adalah P1 = kotoran kambing 50% + tempurung
Saboak 10% + mayang lontar 40%, P2 = kotoran kambing 50% + tempurung Saboak 20%,+ mayang lontar
30% P3 = kotoran kambing 50% + tempurung saboak 30% +, mayang lontar 20%, P4 = kotoran kambing 50%
+ tempurung Saboak 40% + mayang lontar 10%. Variabel yang diukur meliputi temperatur, laju pembakaran,
ketahanan bakar, warna, asap pembakaran dan kemampuan mendidikan air. Data yang diperoleh ditabulasi
dengan analisis variansi. Hasil penelitian menunjukan bahwa arang kotoran kambing, tempurung Saboak dan
mayang lontar berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap temperatur bakar. Rataan kualitas pembakaran
briket tertinggi pada P4 dengan level arang tempurung saboak 40%, Mayang lontar 10% dengan temperature
bakar 299,40C, laju pembakaran 2,99 g/menit; ketahanan pembakaran 230,69 menit; warna pembakaran 2,02
(skor); ada tidaknya asap 4,1 (skor) dan kemampuan mendidihkan air 28,75 menit. Disimpulkan bahwa
campuran arang kotoran, tempurung saboak dan mayang lontar. Kualitas briket yang terbaik didapatkan pada
campuran kotoran kambing 50%, tempurung Saboak 40% dan mayang 10% pada (P4)

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Mike Amin Imanuel Modok, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Yakob Robert Noach, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

 

Upik Syamsiar Rosnah, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

 

PlumX Metrics

Published
2025-03-25
How to Cite
Modok, M., Noach, Y., & Rosnah, U. (2025). Kualitas Bakar Briket Bioarang Campuran Kotoran Kambing, Tempurung Saboak dan Mayang Lontar. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 7(1), 63 -. Retrieved from https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/JPLK/article/view/26573
Section
Articles