Analisis Pendapatan Usaha Ternak Babi Dengan Sumber Pakan Yang Berbeda Di Kecamatan Amarasi Selatan Kabupaten Kupang
Analysis Of Pig Farming Income With Different Feed Sources In South Amarasi District Kupang Regency
Abstract
This study aims to analyze the income and feasibility of pig farming based on different feed sources,
specifically commercial and conventional feed, in South Amarasi District, Kupang Regency. This study
utilized a survey method conducted through multistage sampling involving 80 farmers, the data were
analyzed based on production costs, revenue, income, and feasibility indicators, including R/C ratio,
B/C ratio, and Break-Even Point (BEP). The results indicate that pig farming using commercial feed
incurs a total production cost of IDR 27,330,595/year, generating a revenue of IDR 37,522,500/year
and an income of IDR 27,551,905/year. The feasibility metrics for commercial feed are R/C 2.01, B/C
1.01, BEP unit 0.40, and BEP price IDR 2,424,204. Conversely, conventional feed farming shows a
production cost of IDR 16,550,549/year, revenue of IDR 11,435,000/year, and an income of IDR
5,284,451/year, with feasibility values of R/C 1.32, B/C 0.32, BEP unit 0.38, and BEP price IDR
1,692,556. In conclusion, while commercial feed requires higher production costs, it yields significantly
higher income than conventional feed. Overall, pig farming in South Amarasi District is financially
feasible and profitable, meeting the criteria for further development.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan dan kelayakan usaha ternak babi berdasarkan penggunaan sumber pakan komersil dan konvensional di Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang. Menggunakan metode survei terhadap 80 responden peternak, data dianalisis melalui parameter biaya produksi, penerimaan, pendapatan, serta analisis kelayakan R/C Ratio, B/C Ratio, dan Break Even Point (BEP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha dengan pakan komersil memerlukan total biaya produksi Rp27.330.595/tahun dengan penerimaan Rp37.522.500/tahun dan pendapatan Rp27.551.905/tahun. Nilai kelayakan pakan komersil adalah R/C 2,01, B/C 1,01, BEP unit 0,40, dan BEP rupiah Rp2.424.204. Sementara itu, usaha dengan pakan konvensional memiliki biaya produksi Rp16.550.549/tahun, penerimaan Rp11.435.000/tahun, dan pendapatan Rp5.284.451/tahun dengan nilai kelayakan R/C 1,32, B/C 0,32, BEP unit 0,38, dan BEP rupiah Rp1.692.556. Disimpulkan bahwa penggunaan pakan komersil menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan pakan konvensional meskipun biaya produksinya lebih besar. Secara keseluruhan, usaha ternak babi di wilayah ini layak dikembangkan karena menguntungkan secara finansial dan memenuhi kriteria kelayakan usaha.
Fransina Rubiadi Yakoba Sirab(1*)











