Analisis Spasial Tempat Perindukan Nyamuk, Kepadatan Larva dan Indeks Habitat dengan Kejadian Malaria di Kecamatan Waigete Kabupaten Sikka

  • Romualdus Suyono Universitas Nusa Cendana
  • Johny A. R. Salmun Universitas Nusa Cendana
  • Honey I. Ndoen Universitas Nusa Cendana
Keywords: Spatial Analysis, Malaria, Breeding Place

Abstract

Waigete sub-district is a malaria endemic area, so an effective and efficient vector control strategy is needed. Spatial analysis is the general ability to compile and process spatial data into a variety of different forms in such a way as to provide new or additional meanings. This study aims to spatially analyze the types, types, positive breeding places for larvae and larvae density as well as the habitat index with the incidence of malaria in Waigete District in 2019/2020. This type of research is a descriptive observational study with a cross-sectional approach. The population in this study were 39 patients and 53 breeding points with saturated sampling technique. The analysis showed that there were 53 breeding points with nine types, namely lakes, reservoirs, ditches, rice fields, springs, ponds, lagoons, rivers and puddles, malaria cases totaled 39 cases. There is a distribution pattern of breeding places that are close to malaria sufferers with a radius of less than 500 m, there is a high larval density in the Waigete sub-district. The spread of breeding places and positive malaria cases occur at altitudes below 700 mdpl. Communities need to work together to manipulate and modify, clean up breeding places for mosquitoes, and sow biological predators in all breeding places for mosquitoes.

References

Arsin AA. Malaria di Indonesia: Tinjauan Aspek Epidemiologi. Makassar: Masagena Press; 2012.

Santi M, Hakim L. Hubungan Faktor Penularan Dengan Kejadian Malaria Pada Pekerja Migrasi yang Berasal dari Kecamatan Lengkong Kabupaten Sukabumi. ASPIRATOR - J Vector-Borne Dis Stud [Internet]. 2011;3(2):89–99. Available from: https://media.neliti.com/media/publications/53891-ID-hubungan-faktor-penularan-dengan-kejadia.pdf

Dinas Kesehatan Provinsi NTT. Profil Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2016. Kupang: Dinas Kesehatan Provinsi NTT; 2016.

Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Profil Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2017 [Internet]. Kupang: Dinas Kesehatan Provinsi NTT; 2017. Available from: https://www.kemkes.go.id/resources/download/profil/PROFIL_KES_PROVINSI_2017/19_NTT_2017.pdf

Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Profil Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2018 [Internet]. Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kupang: Dinas Kesehatan Provinsi NTT; 2018. Available from: https://www.kemkes.go.id/resources/download/profil/PROFIL_KES_PROVINSI_2018/19_NTT_2018.pdf

Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka. Profil Kesehatan Kabupaten Sikka Tahun 2018. Maumere: Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka; 2018.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka. Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka 2019. Maumere: Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka; 2019.

Aini A. Sistem Informasi Geografis Pengertian dan Aplikasinya. STMIK AMIKOM Yogyakarta. Yogyakarta: STMIK AMIKOM Yogyakarta; 2007.

Indriani C, Fuad A, Kusnanto H. Pola Spasial-Temporal Epidemi Demam Chikungunya dan Demam Berdarah Dengue di Kota Yogyakarta Tahun 2008. Ber Kedokt Masy [Internet]. 2011;27(1):41–50. Available from: https://journal.ugm.ac.id/index.php/bkm/article/download/3417/2965

Riwu Kaho NP. LB, Ndoen E. Modul Pelatihan Pemetaan Penyakit & Surveilans untuk Pengelola Program Malaria Provinsi Nusa Tenggara Timur [Internet]. Tahap Lanj. Kupang; 2018. Available from: https://www.researchgate.net/publication/332494743

Ndiki H, Adu AA, Limbu R. Survei Jentik Nyamuk Anopheles di Desa Maukeli Kecamatan Mauponggo. Media Kesehat Masy [Internet]. 2020;2(1):10–7. Available from: https://ejurnal.undana.ac.id/MKM/article/download/1948/1745

Laumalay HM, Satoto TBT, Fuad A. Analisis Spasial Karakteristik Habitat Perkembangbiakan Anopheles Spp di Desa Lifuleo Kecamatan Kupang Barat. Bul Penelit Kesehat [Internet]. 2019;47(3):207–16. Available from: https://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/bpk/article/view/1451/1322

Santjaka A. Malaria (Pendekatan Model Kausalitas). 1st ed. Yogyakarta: Nuha Medika; 2013.

Nababan R, Umniyati SR. Faktor lingkungan dan malaria yang memengaruhi kasus malaria di daerah endemis tertinggi di Jawa Tengah: analisis sistem informasi geografis. Ber Kedokt Masy [Internet]. 2018;34(1):11–8. Available from: https://core.ac.uk/download/pdf/295356057.pdf

Supriyani T, Achmadi UF, Susanna D. Pencegahan Resurgensi Malaria dengan Deteksi Dini dan Pengobatan Segera di Daerah Reseptif. Kesmas Natl Public Heal J. 2015;9(3):270.

Widawati M, Nurjana MA, Mayasari R. Perbedaan Dataran Tinggi dan Dataran Rendah terhadap Keberagaman Spesies Anopheles spp. di Provinsi Nusa Tenggara Timur. ASPIRATOR - J Vector-borne Dis Stud [Internet]. 2018 Dec 10;10(2):103–10. Available from: http://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/aspirator/article/view/206

Asnifatima A. Pola Kecenderungan Spasial Kejadian Malaria (Studi Kasus di Kabupaten Kepulauan Selayar Tahun 2011-2013). Hear J Kesehat Masy [Internet]. 2017;5(1):1–12. Available from: http://ejournal.uika-bogor.ac.id/index.php/Hearty/article/view/1051/865

Ruliansyah A, Ridwan W, Kusnandar AJ. Pemetaan Habitat Jentik Nyamuk Di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. J Vektor Penyakit [Internet]. 2019;13(2):115–24. Available from: https://pdfs.semanticscholar.org/c477/9291c50bc656beb364b42426a7abf9e12f37.pdf

Puspaningrum D, Rahardjo M, Nurjazuli. Analisis Spasial Pengaruh Faktor Lingkungan Terhadap Persebaran Kasus Malaria di Kecamatan Punggelan Kabupaten Banjarnegara. J Kesehat Masy [Internet]. 2016;4(4):882–91. Available from: https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm/article/view/14383/13913

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 50 tahun 2017 tentang Standar Baku Mutu Kesehatan dan Persyaratan Kesehatan Untuk Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit serta Pengendaliannya [Internet]. Kementerian Kesehatan Republik Indoenesia, 50 Indonesia; 2017. Available from: http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No._50_ttg_Standar_Baku_mutu_KESLING_dan_Persyaratan_Kesehatan_Vektor_.pdf

Published
2021-04-04
How to Cite
Suyono, R., Salmun, J., & Ndoen, H. (2021). Analisis Spasial Tempat Perindukan Nyamuk, Kepadatan Larva dan Indeks Habitat dengan Kejadian Malaria di Kecamatan Waigete Kabupaten Sikka. Media Kesehatan Masyarakat, 3(1), 1-11. https://doi.org/10.35508/mkm.v3i1.3146

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.