Sejarah Museum Seribu Moko di Kabupaten Alor Tahun 2003-2023
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Sejarah Museum Seribu Moko di Kabupaten Alor dan mengetahui koleksi apa saja yang ada di Museum Seribu Moko serta jumlah Moko yang tersimpan di Museum Seribu Moko. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian sejarah. Informan dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Lokasi penelitian ini berada di kota Kalabahi, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor. Untuk memperoleh data dalam penelitian ini diperlukan sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan datanya adalah wawancara, observasi, dan studi dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Museum Seribu Moko didirikan pada tahun 2003 dan diresmikan pada tahun 2004. Nama “Seribu Moko” menggambarkan kelimpahan, keragaman dan harapan, sedangkan “Moko” menggambarkan benda-benda tradisional yang digunakan oleh masyarakat. hampir semua orang. Lapisan masyarakat Alor. Museum Seribu Moko berada di bawah Pemerintah Daerah Kabupaten Alor dalam hal ini berada di bawah Dinas Kebudayaan. Dalam pengelolaan museum ini, karena merupakan bagian dari Pemerintah Daerah, terdapat sejumlah anggaran yang dikhususkan untuk pengelolaan museum. Perkembangan Museum Seribu Moko mengalami perkembangan yang cukup banyak. Pihak Seribu Moko (Ct)um masih berusaha melakukan pengembangan guna menarik minat pengunjung agar merasa nyaman dalam mencari informasi mengenai benda-benda budaya yang ada di museum. (2) Moko adalah benda budaya yang terbuat dari perunggu yang bentuknya seperti burung kormoran yang tertutup. Beberapa teori mengatakan bahwa Moko berasal dari Kebudayaan Dongson di Vietnam Utara, sedangkan masyarakat Aloe sendiri percaya bahwa Moko berasal dari daratan. Moko yang sangat dihargai oleh masyarakat Alor ini memiliki bentuk dan hiasan yang beragam dan ada pula yang melambangkan suku tertentu. Koleksi benda budaya yang ada di Museum Seribu Moko terdapat berbagai jenis, seperti Koleksi Moko, Arkeologi, Numismatik, Biologi, Etnografi, Filologi, Teknologi, Seni Rupa, Keramik, Geologi, Dan Sejarah.
Kata Kunci: Sejarah, Museum, Moko, Pembangunan
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Bachtiar, Harsya W., Mattulada,.Haryati Soebadio. 1985. Budaya dan Manusia Indonesia. Yogyakarta: Hanindita
Gede, I Dewa Kompiang. 2013. “Misba dalam Masyarakat Alor: Kajian Bentuk dan Fungsi”. Forum Arkeologi 26 (3): 181-194.
Kistanto, Nurdien H. 2008. “Sistem Sosial-Budaya di Indonesia”, Sabda-Jurnal Kajian Kebudayaan, Volume 3, Nomor 1, April 99-105.
Koentjaraningrat. 1974. 1984a. Kebudayaan, Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia.
Koentjaraningrat. 2004. Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Kuntowijoyo. 1995. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: PT Bentang Pustaka.2003. Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya.
Laufa, Semuel. 2009. “ Moko Alor: Bentuk, Ragam Hias, dan Nilai Berdasarkan Urutan Alor”. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Alor.
Melalatoa, M. Junus. 1997. Sistem Budaya Indonesia.Jakarta: FISIP UI & PT Pamator.
Moleong, J Lexy.2012.Metode Penelitian Kualitatif, Edisi Revisi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Moleong. J Lexy.2015.Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Poerwandri, E.K. 1998. Pendekatan Kualitatif Dalam Penelitian Psikologi. Jakarta: LPSP3 Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
Riyanto. 2010. Metodologi Penelitian Pendidikan. Surabaya: Penerbit Sic.
Ririmasse, Marlon. 2015. “Biografi Budaya Bendawi: Diaspora Nekara Perunggu di Kepulauan Maluku”. Berkala Arkeologi 35 (2): 95-116.
Schouten, FFJ. Pengantar Didaktik Museum.Jakarta Proyek Pembinaan Permuseuman Dirjen Kebudayaan Depdikbud. 1992.
Sugiyono. 2012. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R dan D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R dan D. Bandung: Alfabeta
_______.2018. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R dan D. Bandung: Alfabeta.
Tengku, Iskandar. 1996. Kamus Dewan Bahasa dan Pustaka. Kuala Lumpur.
Tedjo Susilo.Peningkatan Apresiasi Generasi Muda Terhadap Museum. Majalah Ilmu Permuseuman, Depdikbud. Jakarta. 1992/1993.
Utomo, S. S., Taneo, M., & Letuna, M. A. (2021). Eksistensi Kerajaan Bunga Bali di Alor pada Masa Pemerintahan Raja Baololong Kaay, 1840-1875. Jurnal Sejarah Citra Lekha, 6(1), 36–43. https://doi.org/10.14710/jscl.v6i1.28578
Utomo, S. S., Taneo, M., & Letuna, M. A. (2021). Eksistensi Kerajaan Bunga Bali di Alor pada Masa Pemerintahan Raja Baololong Kaay, 1840-1875. Jurnal Sejarah Citra Lekha, 6(1), 36-43.
Susilo Setyo Utomo(1)







